BPBD Gunungkidul Kaji Sinkhole Tileng Bersama Tim Undip
BPBD Gunungkidul menggandeng tim ahli Undip untuk mengkaji sinkhole di Tileng, Girisubo, yang terus melebar di area pertanian warga.
Vega Eda Pratama - ist/Antara
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pembalap muda asal Kalurahan Wareng, Gunungkidul, Veda Ega Pratama menjadi salah satu aset milik Indonesia di ajang pacu kuda besi. Meski sudah menjajal berbagai sirkuit di negara-negara Asia, namun ia masih sering berlatih di area parkir Pasar Hewan Siyonoharjo di Kalurahan Logandeng, Playen.
Ayah Veda, Darmono mengatakan, ketiadaan sirkuit yang memadai di wilayah Gunungkidul maupun DIY menjadi kendala tersendiri. Pasalnya, keterampilan untuk membalap tetap harus dilatih.
Oleh karenanya, untuk berlatih menggunakan tempat seadanya dan dilakukan di area parkir Pasar Hewan Siyonoharjo. “Kebetulan tempatnya lumayan luas. Di area parkir dibuat garis-garis mirip pembatas sirkuit dan digunakan berlatih,” katanya, Minggu (1/10/2023).
Darmono menjelaskan dalam seminggu berlatif di Pasar Sapi tiga kali. Selain itu, untuk berlatih juga sering menjajal sirkuit di Boyolali atau Semarang, Jawa Tengah. “Paling banyak tetap di Pasar Sapi [Pasar Hewan Siyonoharjo],” katanya.
Ia menambahkan untuk kemampuan membalap tidak hanya dilatih skil melalui balapan. Namun juga ada Latihan fisik yang harus dijalani.
Sebagai contoh untuk melatih kuda-kuda dan otot kaki dilakukan dengan bersepeda. Selain itu, juga alat yang dimodifikasi mirip motor untuk berlatih keseimbangan.
BACA JUGA: Asian Games 2022, Tim Balap Sepeda Indonesia Raih Emas Keempat
“Di rumah juga ada alat-alat untuk melatih kekuatan otot. Veda rajin berlatih agar kondisi tubuh bisa menunjang pada saat balapan,” katanya.
Sebelumnya diberitakan, Veda tampil ciamik dalam dua seri awal Asian Talent Cup (ATC) 2023. Terakhir, ia bisa finis di urutan pertama di race pertama yang berlangsung di Jepang, Sabtu (30/9/2023).
Keberhasilan meraih 25 poin ini, maka untuk sementara Veda nangkring di puncak klasemen sementara dengan total 70 poin. Perjalanan untuk meraih juara umum masih Panjang karena masih ada Sembilan balapan yang harus dilalui dari enam seri ATC 2023.
Ayah Veda, Darmono mengaku senang dengan hasil yang diraih anaknya tersebut. Di tiga balapan yang telah dilalui dapat tampil maksimal sehingga bisa terus tampil di podium. “Dua kali juara dan sekali runner up,” kata Darmono.
Kepala SMP Negeri 2 Wonosari, Suhartati mengatakan Veda merupakan salah satu anak didik di sekolahnya. Ia pun mengucapkan selamat atas prestasi yang diraihnya dalam kejuaraan balap motor ATC 2023.
“Tentunya kami ikut bangga terhadap prestasi yang diraih anak didik di sekolah kami,” katanya.
Meski berhasil meraih prestasi lewat jalur olahraga, Suhartati berharap kepada Veda untuk tetap terus belajar sehingga kemampuan yang dimiliki bisa seimbang. “Memang telah memiliki prestasi sampai kancah internasional, tapi tidak boleh melupakan belajar,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
BPBD Gunungkidul menggandeng tim ahli Undip untuk mengkaji sinkhole di Tileng, Girisubo, yang terus melebar di area pertanian warga.
Persis Solo berada di ujung degradasi BRI Super League 2025/2026. Dua laga terakhir menjadi penentu nasib Laskar Sambernyawa.
Penelitian AAA mengungkap cuaca panas dan dingin ekstrem dapat memangkas jarak tempuh mobil listrik dan hybrid.
Info lengkap SPMB DIY 2026. Simak syarat masuk TK, SD, SMP, SMA/SMK negeri, jadwal aktivasi PIN, hingga prosedur pendaftaran online bagi warga Yogyakarta.
Demi Moore menegaskan AI tidak akan pernah menggantikan jiwa seni dalam konferensi pers Cannes Film Festival 2026.
Timnas Indonesia akan menghadapi Oman dan Mozambik pada FIFA Matchday Juni 2026 untuk mendongkrak ranking FIFA.