MBG Prasmanan di Sleman Libatkan Siswa Jadi Pelayan
Uji coba MBG prasmanan di SDN Soprayan Sleman melibatkan enam siswa sebagai pelayan. Siswa dapat menyesuaikan porsi makanan sesuai kebutuhan.
Kepala Diskominfo Kulonprogo, Agung Kurniawan (kiri) dan Dirut Perumda Aneka Usaha, Suharyanto (tengah) menjelaskan perubahan lokasi Manunggal Fair 2023, Senin (2/10/2023)./Harian Jogja-Andreas Yuda Pramono
Harianjogja.com, KULONPROGO—Pemkab Kulonprogo memutuskan memindah lokasi pelaksanaan Manunggal Fair 2023. Lokasi penyelenggaraan yang awalnya di Taman Budaya Kulonprogo (TBK) dipindah ke Stadion Cangkring.
Tak hanya itu, jadwal penyelenggaraan pun mundur menjadi 13-28 Oktober 2023.
Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Aneka Usaha, Suharyanto mengatakan bahwa pemindahan lokasi acara disebabkan lahan di sisi Utara TBK yang sebelumnya direncanakan sebagai tempat parkir juga digunakan kegiatan warga.
“Kalau dibiarkan bersama-sama crowdnya [kerumunan] akan luar biasa. Hal yang paling disorot itu kemarin adalah kantung parkirnya sehingga kami pindah di Cangkring, parkirnya lebih kondusif,” kata Suharyanto ditemui di Kantor Diskominfo, Senin (2/10/2023).
Suharyanto menambahkan akan ada pemeran pembangunan wilayah Kulonprogo di Gor Cangkring. Sementara pasar malam dengan panggung akan didirikan di sisi Selatan Gor, bukan di dalam stadion.
Dia memprediksi Manunggal Fair 2023 akan mampu menyedot pengunjung sebanyak sekitar 500.000 orang atau dua kali lipat kunjungan Manunggal Fair 2022 yang digelar selama sembilan hari.
“Perputaran uang di Manunggal Fair 2022 mencapai Rp15,2 miliar. Kalau acara yang sekarang kami belum dapat mengatakan bisa mencapai berapa. Soalnya ada perpindahan lokasi,” katanya.
Melihat pada penyelenggaraan tahun lalu, Manunggal Fair diprediksi juga menyedot pengujung dari luar daerah seperti Magelang dan Purworejo. Bahkan, ada warga luar Kulonprogo yang mendapat doorprize pada 2022.
Untuk tahun ini, Manunggal Fair akan menghadirkan 293 stan. Guna mendukung UMKM naik kelas, Pemkab akan menawarkan pembukaan QRIS yang telah dikerjasamakan dengan Bank BPD.
Hal ini dianggap penting karena digitalisasi pembayaran akan meningkatkan kualitas pelayanan UMKM. “Tahun lalu yang menggunakan pembayaran digital ada 38 stan dari 204 stan. Memang masih jauh [capaian penggunaan QRIS],” ucapnya.
Lebih jauh, Suharyanto mengaku wahana pasar malam yang dihadirkan menjadi upaya untuk mendongkrak jumlah kunjungan. Dengan begitu wahana hanya digunakan sebagai pemantik sementara tujuan utama Manunggal Fair tetaplah mendukung UMKM naik kelas.
BACA JUGA: Manunggal Fair Siap Meriahkan Hari Jadi Kulonprogo
Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kulonprogo, Agung Kurniawan, mengatakan bahwa tema Manunggal Fair 2023 adalah Manunggal Karsa Nawung Kridha Anggayuh Mulya.
Tema tersebut memiliki arti bersatu dalam tekad melaksanakan tugas dengan sungguh-sungguh atau dengan hati bersih untuk memperoleh kemuliaan. “Tujuan penyelenggaraan Manunggal Fair Kulonprogo Expo adalah untuk menampilkan produk-produk UMKM. Itu tujuan ekonomisnya, mulai dari skala kecil, menengah, termasuk pameran untuk industri. Tujuan kedua untuk rekreasi atau hiburan, seperti sekaten,” kata Agung.
Agung menambahkan akan ada pameran pembangunan yang menampilkan kinerja penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, dan kemasyarakatan. Berkaitan dengan pameran tersebut, nantinya ada pelayanan langsung seperti dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdikcapil) setempat terkait identitas kependudukan berbasis digital.
“KTP dan lainnya kan sudah digital. Nanti bisa dibantu [digitalisasi] di sana. Ada juga nanti pelayanan penerbitan nomor induk berusaha [NIB],” katanya.
Menurut Agung, terdapat tiga hal yang menjadi perhatian apabila melihat penyelenggaraan Manunggal Fair 2022 yaitu kapasitas tempat parkir, pengelolaan sampah, rekayasa lalu lintas, dan listrik. “Hal paling menonjol yang menjadi perhatian itu tempat parkir dan rekayasa lalu lintas. Manunggal Fair yang tujuannya menjadi hiburan masyarakat jangan sampai mengganggu masyarakat itu sendiri seperti pengguna jalan,” ucapnya.
Dengan pemindahan acara di Stadion Cangkring maka pusat keramaian dapat dipecah mengingat Taman Budaya Kulonprogo (TBK) berada di perkotaan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Uji coba MBG prasmanan di SDN Soprayan Sleman melibatkan enam siswa sebagai pelayan. Siswa dapat menyesuaikan porsi makanan sesuai kebutuhan.
Bulog akan meluncurkan BerasKita pada 20 Oktober 2026. Beras SPHP berganti nama menjadi BerasKita Medium, sedangkan beras premium menjadi BerasKita Premium.
BMKG menyatakan tujuh kabupaten di Jawa Tengah masih berstatus awas kekeringan pada 11-20 Oktober 2026 di tengah mundurnya awal musim hujan.
DP3 Sleman meminta petani menyesuaikan komoditas dan varietas tanaman dengan ketersediaan air untuk mengantisipasi kemarau panjang hingga Oktober 2026.
Britney Spears merilis lagu arsip She’ll Never Be Me yang ditulis bersama Justin Timberlake. Lagu ini masuk edisi 25 tahun album Britney.
Satgas MBG Temanggung membenahi pengelolaan IPAL di 20 dari 88 SPPG untuk mencegah pencemaran lingkungan akibat limbah dapur.