Hadapi Kekeringan, Pemkab Sleman Siapkan Anggaran dan Dropping Air
Pemkab Sleman menyiapkan anggaran dan memantau pasokan air di 17 kapanewon untuk menghadapi potensi kekeringan musim kemarau.
Foto ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Musim kemarau panjang akibat El Nino disebut BMKG menjadi biang cuaca di DIY menjadi lebih terik dari biasanya. Terkait dengan situasi ini, Pusat Kedokteran Tropis UGM menyoroti sejumlah aspek yang patut diwaspadai selama musim kemarau.
Peneliti Pusat Kedokteran Tropis UGM, dr. Ida Safitri menilai dari sisi penyakit infeksi atau penyakit tropis, kelompok populasi anak harus menjadi perhatian pada situasi ini. Salah satunya potensi infeksi yang cara penularannya melalui jalur fecal oral atau melalui mulut yang bisa mengidap anak-anak.
Di musim kemarau, di mana ketersediaan air bersih mungkin berkurang, penyakit-penyakit yang bersumber dari konsumsi sumber air yang kurang bersih atau sumber air tercemari oleh bakteri berpotensi meningkat.
"Makanan dan minuman yang penyiapannya tidak dilakukan secara higienis karena terbatasnya air bersih, [penyakit] mungkin akan berpotensi meningkat," kata Ida, Selasa (3/10/2023).
Kedua aspek tersebut dapat memicu pertumbuhan sejumlah penyakit di musim kemarau. Beberapa di antaranya seperti diare dan tifus.
Untuk mencegah mewabahnya dua penyakit tersebut, masyarakat kata Ida harus mencermati gejala yang timbul. Bila ada gejala seperti demam, muntah hingga diare, Ida mengimbau masyarakat untuk segera memeriksakan diri ke faskes. "Jika ada keluhan demam, sakit perut, mual, muntah, atau diare segera dibawa ke faskes terdekat," tegasnya.
BACA JUGA: Penderita ISPA dan Flu di Jogja Meningkat 40%, Kemarau Panjang Faktor Utamanya
Selain penyakit yang bersumber dari keterbatasan air bersih sebagai dampak musim kemarau, Ida yang merupakan dokter anak itu juga mewaspadai bahaya penyakit yang dibawa oleh vektor. Dua vektor yang patut diwaspadai kata Ida ialah nyamuk dan lalat. "Kalau vektor nyamuk atau lalat bisa juga diwaspadai," tegasnya.
"Pencegahan agar tidak tertular, mengkonsumsi minuman dan makanan yang diolah dengan benar, air minum dimasak sampai mendidih. Menutup makanan dan minuman yang tersaji supaya tidak dihinggapi lalat, tidak membuang sampah sembarangan yang akan mengundang vektor lalat, mencuci tangan setiap kali sebelum makan dan minum," jelas Ida.
Sementara berkaitan dengan cuaca terik, Ida mewanti-wanti masyarakat untuk tidak dehidrasi selama beraktivitas. "Soal cuaca panas, maka pencegahan agar tidak terjadi risiko kekurangan cairan atau dehidrasi menjadi hal yang penting," ujarnya.
Di sisi lain Ida juga menyinggung soal potensi heat stroke yang dapat dialami orang dewasa. Karenanya masyarakat diminta menggunakan pelindung bila beraktivitas di luar ruang pada saat jam-jam terik.
"Kalau pada orang dewasa sangat mungkin [heat stroke]. Makanya harus menghindari berada di bawah matahari langsung tanpa pelindung topi atau payung di jam-jam saat matahari sedang terik. Minum lebih banyak. Memakai tabir surya," ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Sleman menyiapkan anggaran dan memantau pasokan air di 17 kapanewon untuk menghadapi potensi kekeringan musim kemarau.
Baznas Kulonprogo telah menyalurkan 40 tangki air bersih ke 11 titik kekeringan. Sebanyak 200 tangki disiapkan selama musim kemarau.
Bareskrim mengungkap MV King Sun tiga kali menyelundupkan ketamin. Pengiriman ke Indonesia sebanyak 1.298 kg berhasil digagalkan.
KPK belum menahan Yuddy Renaldi dalam kasus dugaan korupsi iklan Bank BJB karena mempertimbangkan kondisi kesehatannya.
Jadwal KRL Jogja-Solo Jumat 14 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap tiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Karhutla Gunung Bromo di kawasan TNBTS berhasil dipadamkan. Luas area terbakar mencapai 1.120 hektare di empat kabupaten.