Kasus Dugaan Malapraktik RSUD Prambanan, 8 Saksi Sudah Diperiksa
Polda DIY telah meminta klarifikasi kepada delapan saksi dalam kasus dugaan malapraktik RSUD Prambanan, termasuk tiga dokter.
Foto ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Musim kemarau panjang akibat El Nino disebut BMKG menjadi biang cuaca di DIY menjadi lebih terik dari biasanya. Terkait dengan situasi ini, Pusat Kedokteran Tropis UGM menyoroti sejumlah aspek yang patut diwaspadai selama musim kemarau.
Peneliti Pusat Kedokteran Tropis UGM, dr. Ida Safitri menilai dari sisi penyakit infeksi atau penyakit tropis, kelompok populasi anak harus menjadi perhatian pada situasi ini. Salah satunya potensi infeksi yang cara penularannya melalui jalur fecal oral atau melalui mulut yang bisa mengidap anak-anak.
Di musim kemarau, di mana ketersediaan air bersih mungkin berkurang, penyakit-penyakit yang bersumber dari konsumsi sumber air yang kurang bersih atau sumber air tercemari oleh bakteri berpotensi meningkat.
"Makanan dan minuman yang penyiapannya tidak dilakukan secara higienis karena terbatasnya air bersih, [penyakit] mungkin akan berpotensi meningkat," kata Ida, Selasa (3/10/2023).
Kedua aspek tersebut dapat memicu pertumbuhan sejumlah penyakit di musim kemarau. Beberapa di antaranya seperti diare dan tifus.
Untuk mencegah mewabahnya dua penyakit tersebut, masyarakat kata Ida harus mencermati gejala yang timbul. Bila ada gejala seperti demam, muntah hingga diare, Ida mengimbau masyarakat untuk segera memeriksakan diri ke faskes. "Jika ada keluhan demam, sakit perut, mual, muntah, atau diare segera dibawa ke faskes terdekat," tegasnya.
BACA JUGA: Penderita ISPA dan Flu di Jogja Meningkat 40%, Kemarau Panjang Faktor Utamanya
Selain penyakit yang bersumber dari keterbatasan air bersih sebagai dampak musim kemarau, Ida yang merupakan dokter anak itu juga mewaspadai bahaya penyakit yang dibawa oleh vektor. Dua vektor yang patut diwaspadai kata Ida ialah nyamuk dan lalat. "Kalau vektor nyamuk atau lalat bisa juga diwaspadai," tegasnya.
"Pencegahan agar tidak tertular, mengkonsumsi minuman dan makanan yang diolah dengan benar, air minum dimasak sampai mendidih. Menutup makanan dan minuman yang tersaji supaya tidak dihinggapi lalat, tidak membuang sampah sembarangan yang akan mengundang vektor lalat, mencuci tangan setiap kali sebelum makan dan minum," jelas Ida.
Sementara berkaitan dengan cuaca terik, Ida mewanti-wanti masyarakat untuk tidak dehidrasi selama beraktivitas. "Soal cuaca panas, maka pencegahan agar tidak terjadi risiko kekurangan cairan atau dehidrasi menjadi hal yang penting," ujarnya.
Di sisi lain Ida juga menyinggung soal potensi heat stroke yang dapat dialami orang dewasa. Karenanya masyarakat diminta menggunakan pelindung bila beraktivitas di luar ruang pada saat jam-jam terik.
"Kalau pada orang dewasa sangat mungkin [heat stroke]. Makanya harus menghindari berada di bawah matahari langsung tanpa pelindung topi atau payung di jam-jam saat matahari sedang terik. Minum lebih banyak. Memakai tabir surya," ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polda DIY telah meminta klarifikasi kepada delapan saksi dalam kasus dugaan malapraktik RSUD Prambanan, termasuk tiga dokter.
Kanada vs Qatar di Piala Dunia 2026 jadi laga krusial Grup B dengan peluang seimbang dan tekanan besar bagi kedua tim.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo 19 Mei 2026 dari Tugu ke Palur. Simak jam keberangkatan lengkap dan imbauan penumpang.
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja 19 Mei 2026 dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.
Gatal seluruh tubuh bisa jadi tanda gagal ginjal. Kenali penyebab, gejala, dan cara mengatasinya sejak dini.
Lionel Messi memimpin top skor Piala Dunia 2026 dengan 3 gol. Harry Kane, Mbappe, Haaland mengikuti dengan 2 gol. Simak daftar lengkapnya.