2 Kalurahan di Gunungkidul Gelar Tes Tambahan untuk Calon Lurah
Seleksi tambahan calon lurah Gunungkidul digelar 7 September 2026. Dua kalurahan memiliki lebih dari lima bakal calon.
Sarasehan Penguatan Tim Pelaksana Kesehatan Jiwa Masyarakat (TPKJM) yang digelar di ruang rapat Handayani Setda Gunungkidul, Selasa (10/10/2023)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pusat Rehabilitasi Yakkum mencatat tren penderita gangguan kejiwaan terus meningkat. Khusus di Gunungkidul, pada 2021, jumlah orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) mencapai 1.444 orang.
Adapun, pada 2023, jumlahnya meningkat menjadi 1.612 orang. “Ada tren peningkatan. Bahkan sekarang juga menyasar ke anak-anak muda,” kata Manajer Proyek Kesehatan Jiwa Berbasis Masyarakat, Pusat Rehabilitasi Yakkum, Siswaningtyas Tri Nugraheni dalam sarasehan Penguatan Tim Pelaksana Kesehatan Jiwa Masyarakat (TPKJM), Selasa (10/10/2023) siang.
Sarasehan Penguatan Tim Pelaksana Kesehatan Jiwa Masyarakat (TPKJM) sengaja digelar Pemkab Gunungkidul dalam mengimplementasi kesehatan jiwa dan rehabilitasi sosial. Selain itu, acara tersebut digelar untuk memperingati Hari Kesehatan Jiwa sedunia.
Menurut Siswaningtyas, ODGJ maupun orang yang bermasalah dengan kesehatan jiwa memiliki hak sama dengan warga lainnya. Hal ini lantaran akses kesehatan merupakan hak universal yang bisa dijangkau oleh siapa saja. “Lewat sarasehan, kami ingin mengoptimalkan peran dari TPKJM untuk pencegahan dan penanggulangan di masyarakat,” katanya.
Menurut dia, gangguan kejiwaan ada tingkatan mulai dari ringan, sedang hingga berat. Untuk penanggulangan tidak hanya menyangkut masalah kesehatan karena juga menyasar ke masalah sosial di masyarakat.
“Makanya butuh partisipasi semua pihak. Sebab, risiko gangguan bisa terjadi kepada siapa saja. Semakin cepat ditangani, maka proses penyembuhannya akan lebih mudah,” katanya.
Siswaningtyas menambahkan, upaya pencegahan dan penanggulangan tidak lagi fokus dari rumah ke rumah. Namun, juga mulai menyasar ke sekolah-sekolah dikarenakan mulai banyak anak-anak di usia muda mengalami gangguan kejiwaan.
“Kececenderungannya ada peningkatan, apalagi pasca terjadinya Covid-19. Banyak anak muda yang mengalami gangguan kejiawaan. Makanya dalam pencegahan mulai disosialisasikan ke sekolah-sekolah,” katanya.
Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular, Dinas Kesehatan Gunungkidul, Musyanto mengatakan untuk anak-anak muda mengalami gangguan kejiwaan bukan berarti menjadi ODGJ. Pasalnya, yang terjadi karena pola perilaku yang menyimpang sehingga mengganggu kejiwaan.
Hal ini terlihat dari aktivitas seperti bolos sekolah, merokok bagi kalangan pelajar, kekerasan baik fisik maupun nonfisik, penyimpangan seksual dan lain sebagai. “Aktivitas yang menyimang masuk dalam gangguan kejiwaan. Tapi, tetap harus ditangani sehingga kondisinya tidak semakin parah,” katanya.
Bupati Gunungkidul, Sunaryanta berkomitmen dalam upaya meningkatkan kesehatan jiwa di masyarakat sehingga isu ini masuk dalam bagian pembangunan manusia seutuhnya di Bumi Handayani. Adapun langkah dilakukan dengan terus mengencarkan sosialisasi tentang kesehatan jiwa.
Selain itu, juga dilakukan upaya pencegahan stigma yang dapat memperburuk keadaan pasien hingga pengobatan dan rehabilitasi. “Perayaan Hari Kesehatan Jiwa kita diingatkan bagaimana memaknai dan membantu agar para pasien bisa sembuh sehingga dapat kembali hidup normal,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Seleksi tambahan calon lurah Gunungkidul digelar 7 September 2026. Dua kalurahan memiliki lebih dari lima bakal calon.
Wali Kota Magelang Damar Prasetyono menegaskan kesiapan anak masuk SD bukan hanya soal membaca, menulis, dan berhitung.
Pemerintah Kabupaten Klaten dan Pemerintah Kabupaten Bintan memperkuat kerja sama antardaerah, khususnya dalam pengembangan dan pemasaran produk unggulan Usaha
Prabowo memimpin rapat di Hambalang membahas hunian layak, pembiayaan rumah, serta pembenahan lingkungan melalui Gerakan Indonesia ASRI.
Vandalisme 378 muncul di pagar kantor baru DPD PSI Solo. Yogo mengaku tak tahu maksud tulisan yang baru terlihat sore hari.
Pemerintah Kabupaten Klaten menggelar kegiatan serap aspirasi bertajuk Sambung Rasa di Desa Karangduren, Kecamatan Kebonarum, Selasa (1/9/2026)