Musim Hujan Mundur, BPBD Gunungkidul Siapkan 5.100 Tangki Air
Musim hujan di Gunungkidul diprediksi tiba awal Desember. BPBD memastikan anggaran droping air bersih mencukupi hingga akhir 2026.
Ilustrasi ODGJ - Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Peringatan Hari Kesehatan Jiwa Sedunia dijadikan momentum untuk percepatan penanganan masalah kesehatan jiwa. Meski demikian, hingga sekarang masih ada Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang dipasung.
Data dari Dinas Kesehatan Gunungkidul, jumlah ODGJ di 2023 sebanyak 1.612 orang. Adapun yang terpasung ada sembilan orang yang tersebar di Kapanewon Wonosari, Patuk, Saptosari, Semanu, Playen, Nglipar, Karangmojo, Semin.
Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular, Dinas Kesehatan Gunungkidul, Musyanto mengatakan, sesuai dengan ketentuan dari pemerintah, penanganan terhadap ODGJ tidak boleh dipasung. Namun demikian, di Gunungkidul masih ada aktivitas ini. “Tidak sampai dirantai. Tapi, hanya dikurung dalam kamar,” kata Musyanto, Selasa (10/10/2023).
Menurut dia, pemasungan dilakukan karena jika dibiarkan bebas akan membahayakan orang lain. Oleh karenanya, pihak keluarga memutuskan untuk mengurungnya. “Sering mengamuk dan membahayakan warga. Jadi, biar aman dikurung dalam kamar,” katanya.
BACA JUGA: Hari Kesehatan Jiwa Sedunia, Nawakamal Latih Masyarakat Dampingi ODGJ & ODDP
Musyanto mengakui sudah melakukan identifikasi terkait dengan pemasungan ini dan yang bersangkutan merupakan ODGJ kambuhan. “Sudah pernah dibawa ke RS Grhasia, tapi kambuh lagi,” katanya.
Kepala Seksi Rehabilitasi Anak dan Tuna Sosial, Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Sosial P3A) Gunungkidul, Riyanto membenarkan masih adanya kegiatan pemasungan bagi ODGJ. Hal ini tidak menyelesaikan masalah karena malah penyakitnya bisa semakin parah. “Yang benar harus diobati. Bukan dipasung atau dikurung,” katanya.
Untuk data pasung, Riyanto menyerahkan ke dinas kesehatan. Kendati demikian, pihaknya berperan dalam upaya evakuasi untuk dibawa berobat ke RS Grhasia.
Hingga sekarang, ia mengakui sudah ada dua ODGJ yang dievakuasi dari pemasungan untuk dirawat ke rumah sakit. “Proses evakuasi juga melibatkan pemerintah kalurahan dan bhabinkamtibmas setempat. Kami juga menyediakan rumah singgah bagi ODGJ,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Musim hujan di Gunungkidul diprediksi tiba awal Desember. BPBD memastikan anggaran droping air bersih mencukupi hingga akhir 2026.
Polda Jabar membongkar pabrik Tramadol dan Heximer ilegal di Bandung yang mampu memproduksi 8 juta butir obat per hari.
Rusia mendukung upaya negara GCC mencegah perang di Timur Tengah. Sergey Lavrov mengusulkan pembaruan konsep keamanan kolektif kawasan Teluk.
Survei PPI menempatkan Dedi Mulyadi di posisi teratas simulasi elektabilitas cawapres 2029 dengan 21%, mengungguli Gibran.
Kenali 10 situs streaming film ilegal, termasuk LK21 dan IndoXXI, serta risiko malware, pencurian data, penipuan, dan pelanggaran hak cipta.
BMKG memantau sisa sebaran asap karhutla di Banten. Simak 7 barang yang perlu disiapkan di rumah untuk mengurangi paparan asap.