Kekerasan Seksual di Sleman, Pengajar Ponpes Ditahan, Terancam 12 Tahun Penjara
Pengajar Ponpes Ash Sholihah di Sleman ditahan terkait kasus kekerasan seksual terhadap alumni santriwati dan terancam 12 tahun penjara.
Kegiatan penguatan kapasitas pengelolaan air limbah domestik pada Rabu (18/10/2023) di Lor Kreteg Resto, Sardonoharjo, Ngaglik Sleman./Istimewa -- Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Sleman
Harianjogja.com, SLEMAN—Kegiatan penguatan kapasitas pengelolaan air limbah domestik terus digalakkan di Kabupaten Sleman. Pengelolaan air limbah domestik dinilai dapat menekan berbagai potensi penyakit.
Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo mendukung penuh kegiatan penguatan kapasitas ini. Dari pandangannya, pengelolaan air limbah domestik penting diterapkan dengan cara yang baik dan benar untuk menghindari berbagai potensi penyakit yang ditimbulkan.
BACA JUGA: Waduh! Separuh Pendaftar PPPK Tak Lolos Seleksi Administrasi di Gunungkidul
"Salah satunya bisa menyebabkan stunting. Karena bakteri dari limbah air yang tidak dikelola dengan baik bisa mencemari sumber air di sekitarnya yang digunakan untuk air minum," kata Kustini pada Rabu (18/10/2023) di Lor Kreteg Resto, Sardonoharjo, Ngaglik Sleman.
Kustini juga mengapresiasi kinerja para KPP. Pasalnya, upaya pengelolaan air limbah kata Kustini, tidak bisa dilakukan hanya oleh pemerintah saja, melainkan harus ada peran aktif dari kelompok masyarakat.
"Silahkan nanti kalau panjenengan punya kebutuhan apa disampaikan saja, nanti kita koordinasikan. Karena tanpa peran dan bantuan panjenengan semua, kita tidak bisa mengelola limbah domestik secara menyeluruh" tegasnya.
Seksi Pengelolaan Air Limbah DLH Sleman, Tohari menjelaskan penguatan kapasitas pengelolaan air limbah domestik tahun ini diikuti oleh 65 ketua Kelompok Pengelola dan Pemanfaat (KPP) IPAL komunal dari berbagai wilayah di Sleman.
Adapun KPP yang terlibat dalam kegiatan ini berasal dari Sleman timur-utara, diantaranya Sleman, Turi, Tempel, Ngemplak, Cangkringan, Ngaglik, Kalasan, dan Prambanan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pengajar Ponpes Ash Sholihah di Sleman ditahan terkait kasus kekerasan seksual terhadap alumni santriwati dan terancam 12 tahun penjara.
Warga Padukuhan Karang, Tuksono, Kulonprogo, kembali memprotes tambang pasir Sungai Progo. CV BKS menyebut seluruh perizinan telah lengkap.
Jenazah Sukarman, kru KM Arupadatu I, tiba di Soetta dari Bengkulu dan langsung dibawa ke rumah duka di Pandeglang.
Harga BBM hari ini 24 September 2026 masih mengikuti penyesuaian awal September. Pertamax tetap Rp15.950 per liter.
Bank Indonesia mempertahankan BI Rate 5,75% pada September 2026. Stabilitas rupiah dan tekanan pasar keuangan global menjadi pertimbangan utama.
Pendapatan transfer DIY turun Rp583,77 miliar pada perubahan APBD 2026. DPRD meminta PAD diperkuat tanpa menambah beban masyarakat.