Kekerasan Daycare Jogja, 53 Anak Jadi Korban, Pemda DIY Turun Tangan
53 anak jadi korban kekerasan daycare di Jogja, Pemda DIY beri pendampingan dan dorong penegakan hukum.
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas - Antara
Harianjogja.com, BANTUL—Seorang jemaah haji Tanah Air yang hilang di Arab Saudi hingga saat ini masih belum ditemukan. Menteri Agama RI, Yaqut Cholil Qoumas, menegaskan pencarian akan terus dilakukan hingga ditemukan tanda-tanda keberadaannya.
Hal ini disampaikan Yaqut dalam pembukaan Mudzakarah Perhajian Indonesia 2023 di Universitas Muhammadiah Yogyakarta (UMY), Senin (23/10/2023). “Saya minta [pencarian] sampai ada tanda-tanda. Sekarang belum ada tanda-tanda,” katanya.
Dia menjelaskan tanda-tanda ini bisa berupa petunjuk yang mengarah ke hilangnya sama sekali jemaah atau jemaah sudah meninggal dunia. “Tetapi terus dicari. Mereka [tim pencari] terus bekerja dan saya mendapatkan laporan secara berkala,” paparnya.
Adanya jemaah yang hilang ini menjadi salah satu catatan minor pelaksanaan haji 2023, di samping banyaknya jemaah yang meninggal, keterlambatan transportasi penjemput jamaah di Muzdalifah serta keterlambatan konsumsi untuk jemaah di Mina.
BACA JUGA: Indonesia Dapat Tambahan Kuota Haji 20 Ribu Jemaah Tahun Depan
Adapun jumlah jemaah yang meninggal dunia pada pelaksanaan haji 2023 totalnya sebanyak 773 jamaah dengan rincian 752 jemaah haji reguler, 18 jemaah haji khusus, dan tiga jemaah haji furoda. Jumlah ini merupakan yang tertinggi sejak pelaksanaan haji 2015 lalu.
“Itu catatan-catatan tebal yang kami punya untuk diperbaiki untuk pelaksanaan haji tahun depan. Apalagi tahun depan lebih menantang karena Presiden Jokowi mendapat kuota tambahan sebanyak 20.000 jemaah dari pemerintah Kerajaan Saudi Arabia,” ungkapnya.
Penambahan kuota ini tidak dibarengi dengan penambahan petugas. Ia menyebutkan pada 2023, jumlah jamaah haji sebanyak 221.000 dengan jumlah petugas 4.600. Tahun depan, dengan tambahan kuota, jumlah jamaah haji menjadi 241.000 sementara jumlah petugas justru berkurang menjadi 2.000.
Dengan kondisi ini maka diperlukan formulasi baru dalam manajemen pelaksanaan haji tahun depan. “Dengan pengurangan jumlah petugas yang signifikan, Dirjen Haji perlu mencari formulasi yang tepat dalam Mudzakarah Perhajian ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
53 anak jadi korban kekerasan daycare di Jogja, Pemda DIY beri pendampingan dan dorong penegakan hukum.
Harga minyak dunia turun dinilai menjadi peluang pemerintah membenahi subsidi BBM, memperkuat stok, dan meningkatkan perlindungan masyarakat rentan.
Mendes Yandri Susanto menegaskan isu Kopdes Merah Putih menutup warung kelontong dan melarang berdagang dalam radius 2 kilometer adalah hoaks.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menetapkan penggunaan izin usaha perusahaan pergadaian atas nama Perusahaan Perseroan (Persero)
Pemerintah menyiapkan skema pendanaan bioetanol untuk mendukung penerapan E10 pada 2027 tanpa membebani konsumen dan tetap menguntungkan petani.
BPBD Bantul telah menyalurkan 436.500 liter air bersih kepada 3.287 warga terdampak kekeringan selama musim kemarau hingga 3 Agustus 2026.