Advertisement
Penyebab Hujan Es: Suhu Terasa Panas hingga Awan Putih Berlapis
Hujan es kembali melanda Kotagede, Jogja. - Harian Jogja/ Bhekti Suryani
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA--Hujan es dan angin kencang menerjang wilayah Kecamatan Karangdowo, Klaten, Jawa Tengah, Kamis (26/10/2023). Akibatnya, sejumlah pohon tumbang dan atap sejumlah rumah rusak.
Hujan es terjadi pada Kamis sore sekitar pukul 15.15 WIB. Hujan es yang cukup deras disertai angin kencang itu menyebabkan sejumlah pohon tumbang dan merusak atap rumah warga di Karangdowo, Klaten.
Advertisement
BACA JUGA : Hujan Angin Landa Puluhan Titik di Klaten Kamis Sore, Kerugian Capai Ratusan Juta Rupiah
Penyebab Hujan Es
Berdasarkan situs resmi BMKG, fenomena hujan es merupakan fenomena cuaca alamiah yang biasa terjadi. Kejadian hujan lebat atau hujan es disertai petir dan angin kencang berdurasi singkat lebih banyak terjadi pada masa transisi atau pancaroba musim baik dari musim kemarau ke musim hujan atau sebaliknya.
Indikasi penyebab terjadinya hujan es:
1. Satu hari sebelumnya udara pada malam hari hingga pagi hari terasa panas dan gerah.
2. Udara terasa panas dan gerah diakibatkan adanya radiasi matahari yang cukup kuat ditunjukkan oleh nilai perbedaan suhu udara antara pukul 10.00 dan 07.00 LT (> 4.5°C) disertai dengan kelembaban yang cukup tinggi ditunjukkan oleh nilai kelembaban udara di lapisan 700 mb (> 60%)
3. Mulai pukul 10.00 pagi terlihat tumbuh awan Cumulus (awan putih berlapis-lapis), di antara awan tersebut ada satu jenis awan yang mempunyai batas tepinya sangat jelas berwarna abu-abu menjulang tinggi seperti bunga kol.
4. Tahap berikutnya awan tersebut akan cepat berubah warna menjadi abu - abu atau hitam yang dikenal dengan awan Cb (Cumulonimbus).
5. Pepohonan disekitar tempat kita berdiri ada dahan atau ranting yang mulai bergoyang cepat.
6. Terasa ada sentuhan udara dingin disekitar tempat kita berdiri
BACA JUGA : Hujan Es Landa Sragen, Ratusan Rumah Rusak, 1 Orang Dilarikan ke RS
7. Biasanya hujan yang pertama kali turun adalah hujan deras tiba - tiba, apabila hujannya gerimis maka kejadian angin kencang jauh dari tempat kita.
8. Jika 1 - 3 hari berturut - turut tidak ada hujan pada musim transisi/pancaroba/penghujan, maka ada indikasi potensi hujan lebat yang pertama kali turun diikuti angin kencang baik yang masuk dalam kategori puting beliung maupun yang tidak.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : BMKG
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Warga Wirobrajan Terima THR dari Tabungan Bank Sampah
- Muncul Antraks, DPRD DIY Kebut Raperda Keamanan Pangan Hewani
- Polisi Endus Unsur Pidana dalam Kasus Laka Pembalap Aldi Satya
- Dinkes Kota Jogja Siapkan Tiga Pos Kesehatan di Kawasan Malioboro
- Libur Lebaran 2026, Prambanan Siap Tampung Lonjakan Wisatawan
Advertisement
Advertisement









