Cuaca Ekstrem Pangkas Hasil Tangkapan Nelayan Gunungkidul
Cuaca ekstrem dan angin kencang membuat hasil tangkapan nelayan di pesisir selatan Gunungkidul turun hingga separuh dalam beberapa hari terakhir.
Ilustrasi longsor./Pixabay-Saiful Mulia
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Sedikitnya 12 rumah warga dipindahkan ke tempat yang lebih aman oleh Pemkab Gunungkidul. Relokasi dilakukan karena berada di lokasi rawan maupun terdampak longsor.
Kepala Bidang Perumahan, Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul, Nur Giyanto mengatakan, tahun ini ada 12 warga yang direlokasi. Rinciannya tujuh keluarga merupakan warga terdampak longsor di Padukuhan Blembem, Candirejo, Semin.
BACA JUGA: Fahri Hamzah Pertanyakan Alasan Publik Tak Pilih Gibran
Adapun lainnya, tiga keluarga merupakan warga yang tinggal di puncak Bukit Kembang di Padukuhan Suru, Kampung, Ngawen. Sedangkan sisanya satu rumah di Padukuhan Suruh, Sawahan Ponjong dan satunya merupakan rumah warga di Kalurahan Hargomulyo, Tanjungsari.
“Alasan pemindahan karena berada di lokasi rawan longsor. Malahan tujuh keluarga di Blembem, Candirejo sudah menjadi korban longsor,” kata Giyanto, Minggu (29/10/2023).
Dia menjelaskan, anggaran relokasi yang disiapkan sebesar Rp480 juta. Untuk enam keluarga terdampak longsor Candirejo yang tempat relokasi berada di satu lokasi memeroleh Rp50 juta per rumah.
Sedangkan, enam keluarga lainnya masing-masing mendapatkan bantuan Rp30 juta. “Tempat relokasi merupakan lahan milik masing-masing keluarga terdampak. Nanti kalau setelah jadi akan dihibahkan sehingga bisa menjadi hak milik,” katanya.
BACA JUGA: Gibran Jadi Kunci Prabowo untuk Meraup Suara Milenial-Gen Z
Kepala DPUPRKP Gunungkidul, Irawan Jatmiko mengatakan, program relokasi tidak dilakukan secara sembarangan. Pasalnya, penetapan dilaksanakan melalui Surat Keputusan Bupati.
“Sebelum ditetapkan juga ada verifikasi dan survei lapangan untuk memastikan kelayakan relokasi,” kata Irawan.
Menurut dia, kebijakan relokasi untuk mengurangi risiko bencana, khususnya longsor pada musim hujan. Ia mencontohkan, relokasi dilaksanakan untuk keluarga korban longsor di Padukuhan Blembem, Candirejo.
Pemidahan dilakukan karena lokasi lama sangat rawan karena saat ditinggali berpotensi terjadi longsor susulan. Meski demikian, ia mengakui prosesnya sempat terkendala masalah lahan, namun setelah ada pembelian, maka bisa dibangunkan rumah baru di tempat yang lebih aman.
Menurut dia, rumah relokasi masih berada di Padukuhan Blembem yang berjarak sekitar satu kilometer dari lokasi longsor. “Berada di sisi barat dari lokasi longsor dan masih satu padukuhan,” katanya.
Irawan berharap pembangunan rumah baru berjalan dengan lancar sehingga bisa selesai tepat waktu. “Target sebelum akhir tahun dan harapannya warga bisa segera pindah ke rumah yang baru,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Cuaca ekstrem dan angin kencang membuat hasil tangkapan nelayan di pesisir selatan Gunungkidul turun hingga separuh dalam beberapa hari terakhir.
Penyebab kematian Sutrimo masih didalami Polda Metro Jaya dengan melibatkan Puslabfor usai ditemukan tewas di Jakarta Selatan.
Suri Cruise resmi mengganti nama belakang menjadi Noelle, nama tengah Katie Holmes. Putri Tom Cruise itu disebut sudah 13 tahun tidak berkomunikasi dengan sang
Pemkab Gunungkidul mengkaji opsi vasektomi monyet pejantan untuk mengendalikan populasi lebih dari 1.000 ekor dan mengurangi konflik dengan petani serta warga.
Pilot Malaysia berinisial MS diduga menerbangkan pesawat ke Indonesia dalam pengaruh narkoba dan menyelundupkan 70.144 butir ekstasi.
Lima film horor Indonesia mendominasi box office 2026. Danur: The Last Chapter memimpin dengan 3,6 juta penonton, disusul Ghost In The Cell dan Alas Roban.