Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus Kunjungan Wisata Bantul Melonjak
Kunjungan wisata di Bantul melonjak enam kali lipat selama libur Kenaikan Yesus Kristus 2026. Pantai Parangtritis tetap menjadi primadona wisatawan
Bus Trans Jogja melintas di Jalan Pasar Kembang saat uji coba pemberlakuan contraflow di Jalan Pasar Kembang, Selasa (31/10/2023)./Harian Jogja-Yosef Leon
Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Perhubungan (Dishub) DIY bakal memperbanyak petugas jaga di sepanjang jalur contraflow bus Trans Jogja di Jalan Pasar Kembang.
Hal ini diakibatkan adanya kendaraan bermotor yang masuk melewati jalur itu sehingga mengganggu lalu lintas bus Trans Jogja.
Kepala Dishub DIY Sumariyoto mengatakan, uji coba contraflow bus Trans Jogja sudah berlangsung tiga hari sejak perdana digulirkan pada Selasa (31/10/2023) lalu. Menurutnya selama masa uji coba masih ditemui kendaraan bermotor yang masuk melintas di jalur contraflow bus Trans Jogja. Oleh karenanya pihaknya akan memperbanyak petugas jaga.
"Masih ada beberapa kendaraan bermotor baik mobil dan motor yang masuk jalur contraflow, sehingga perlu penguatan personel di exit contraflow dan bagian water barrier yang masih terbuka," katanya Kamis (2/11/2023).
Di sisi lain, Dishub DIY juga telah memasang rambu bus stop portabel di kawasan itu. Sumariyoto menyebutkan bahwa, hari ini pengerjaan pencabutan akar pohon di bekas divider jalan sudah rampung dilakukan.
Hanya saja diperkirakan akan ada pekerjaan lanjutan soal proyek overlay Jalan Pasar Kembang yang sedianya akan dimulai tanggal 15 November mendatang. "Namun dari hasil rapat koordinasi dengan Bina Marga Kota Jogja pada akhir Oktober dulu sudah disepakati bahwa pekerjaan overlay akan dilakukan pada malam hari," jelasnya.
BACA JUGA: 16 Armada Bus Trans Jogja Mulai Diuji Coba Contraflow di Jalan Pasar Kembang
Sumariyoto menambahkan, sekarang titik penurunan penumpang kereta api juga masih tersebar di dua titik yakni di pintu utama Stasiun Tugu dan depan pertigaan Jalan Gandekan. Pihaknya berharap ke depan akan ada pengaturan pintu keluar penumpang menjadi satu titik agar mampu mengurangi tundaan lalu lintas bagi bus Trans Jogja yang lewat.
"Bila dijadikan satu di simpang tiga Jalan Gandekan tentu akan menghambat akses masuk Trans Jogja di titik awal contraflow. Namun bila dibuat di depan pintu utama stasiun akan menghambat arus lalu lintas pada ruas Jalan Pasar Kembang," jelasnya.
Pihaknya berharap agar ada solusi tertentu agar saat menurunkan penumpang tidak mengganggu arus lalu lintas bagi bus Trans Jogja yang melintas. "Usulannya perlu dibuat drop off box atau kotak marka khusus drop off dengan posisi lokasi memanjang di barat simpang tiga Jalan Gandekan sisi utara dengan aturan waktu maksimal tertentu untuk menurunkan penumpang," pungkas dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kunjungan wisata di Bantul melonjak enam kali lipat selama libur Kenaikan Yesus Kristus 2026. Pantai Parangtritis tetap menjadi primadona wisatawan
Jadwal KRL Solo-Jogja Minggu 17 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta, tersedia keberangkatan pagi sampai malam hari.
Manchester City juara Piala FA 2026 setelah mengalahkan Chelsea 1-0 di final Wembley lewat gol Antoine Semenyo.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 17 Mei 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur, tersedia keberangkatan pagi sampai malam.
Pelatih PSIM Yogyakarta Jean-Paul van Gastel menargetkan kemenangan saat menghadapi Madura United di Stadion Sultan Agung Bantul.
Toyota mencatat permintaan Veloz Hybrid menembus 10 ribu unit di tengah kenaikan harga BBM dan meningkatnya minat mobil hemat bahan bakar.