Groundbreaking PSEL Jogja Ditarget Juni 2026
Pemerintah pusat targetkan groundbreaking PSEL di Jogja dan empat wilayah lain Juni 2026. DLHK DIY tunggu pemenang lelang sambah jadi energi listrik untuk atasi
Pementasan kesenian pada kegiatan Festival Budaya Imogiri di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Rabu (8/11/2023). (Antara/Hery Sidik)
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Kebudayaan DIY telah menetapkan Imogiri sebagai bagian dari Poros Mataram Islam, di samping Kotagede dan Pleret. Pemkab Bantul pun terus mendorong pengembangan seni-budaya di wilayah ini.
Kepala Dinas Kebudayaan Bantul, Nugroho Eko Setyanto menjelaskan saat ini sudah terbentuk Badan Pengelola Kawasan Cagar Budaya, yang nantinya akan berkolaborasi dengan Dinas Kebudayaan Bantul untuk merencanakan dan menata pengembangan Imogiri.
“Untuk program kebudayaan sudah banyak disentuh, kami coba masuk melalui Rintisan Kalurahan Budaya dan Kalurahan Budaya. Di situ mengelola semua objek kebudayaan. Tidak hanya kesenian, tapi semua objek kebudayaan yang ada harus dikelola,” ujarnya dalam pembukaan Festival Budaya Imogiri, di Terminal Imogiri, Rabu (8/11/2023).
Festival Imogiri ini menjadi salah satu upaya untuk mengangkat seni-budaya di wilayah Imogiri. Berlangsung dua hari, Rabu dan Kamis (8-9/11/2023), dalam kegiatan ini ditampilkan seni karawitan, tari-tarian, jathilan dan sebagainya dari warga Imogiri.
Badan Pengelola Kawasan Cagar Budaya untuk wilayah Imogiri, Sudaryanto, menuturkan cagar budaya terdiri dari dari cagar budaya benda dan tak benda. “Ini warisan budaya yang perlu diuri-uri, dikembangkan dan dikelola dengan baik, sehingga nanti bisa membawa dampak kemakmuran bagi masyarakat setempat,” kata dia.
Ia berharap masyarakat Imogiri terus mengembangkan seni-budaya yang menjadi potensi di wilayah tersebut dengan berbagai kreasi, namun tetap tidak meninggalkan pakemnya. “Sekarang banyak misalnya jathilan atau tari, kreasi banyak sekali. Namun klasiknya jangan ditinggalkan,” katanya.
BACA JUGA: Tenang, Cacar Monyet Ditanggung BPJS Kesehatan, Ini Kriterianya
Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, menuturkan Imogiri adalah bagian dari pusat kejayaan Islam masa lalu yang meninggalkan berbagai macam warisan budaya. “Masyarakat Imogiri diharapkan memiliki peran lebih besar untuk mengembangkan warisan budaya itu,” ungkapnya.
Beberapa warisan budaya di antaranya terkait kerajinan yang masih terpelihara dengan baik hingga saat ini, di antaranya produksi batik di Giriloyo, wayang kulit atau tatah sungging di Pucung dan warangka keris di Girirejo.
Sedangkan untuk warisan budaya benda yakni Makam Pajimatan yang dari sisi kebudayaan nasional sangat penting. “Banyak dikunjungi wisatawan religi. Ini menunjukkan bahwa Imogiri harus kita garap. Potensi budayanya sangat besar,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemerintah pusat targetkan groundbreaking PSEL di Jogja dan empat wilayah lain Juni 2026. DLHK DIY tunggu pemenang lelang sambah jadi energi listrik untuk atasi
Polda DIY menyita 13.817 botol miras ilegal dan oplosan dari 443 kasus sepanjang Januari-Juni 2026 demi menjaga kamtibmas.
Disdukcapil Kota Jogja menyiapkan layanan jemput bola selama Agustus 2026 untuk HUT RI dan HUT Kota Jogja. Warga bisa mengurus seluruh dokumen kependudukan.
Kejari Wonosobo menyelidiki dugaan penyimpangan bansos PKH 2018-2026 dengan potensi kerugian negara miliaran rupiah. Lebih dari 600 KPM terdampak.
BRIN mengembangkan Food Guard, alat berbasis AI untuk mendeteksi gas pembusukan pada ompreng sebagai inovasi pendukung program MBG.
Abdul El-Sayed memenangi pemilihan pendahuluan Demokrat di Michigan dan berpeluang menjadi senator Muslim pertama AS. Donald Trump bereaksi keras.