28 UMKM Kuliner Jogja Ikuti Kurasi, Bidik Pasar Ritel dan Hotel
Sebanyak 28 UMKM kuliner binaan Pemkot Jogja mengikuti kurasi produk untuk meningkatkan kualitas dan membuka akses pasar lebih luas.
Ilustrasi./Harian Jogja
Harianjogja.com, BANTUL—Seorang pelajar sekolah menengah pertama (SMP) harus berurusan dengan aparat Polsek Sewon karena tertangkap basah membawa senjata tajam. Saat diperiksa, ternyata dia mengaku senjata tajam itu ia bawa untuk melukai orang pernah mengganggunya.
Kasi Humas Polres Bantul, Iptu I Nengah Jeffry Prana Widnyana menuturkan pelajar itu berinisial RIR, 17. Dia kedapatan membawa celurit saat melintas di Jalan Ring Road Selatan, tepatnya di kawasan Dongkelan, Panggungharjo, Sewon, Bantul, Jumat (10/11/2023) sekitar pukul 02.45 WIB.
Jeffry menuturkan kejadian tersebut bermula saat Polsek Sewon tengah melakukan patroli di sekitar lokasi. Saat patroli tersebut, Polsek Sewon menerima laporan bahwa di sisi timur perempatan Dongkelan ada empat orang pelajar tengah menongkrong hingga dini hari.
“Atas informasi tersebut, anggota [Polsek Sewon] yang kebetulan sedang patroli di sekitar Ring Road segera mengecek keberadaan informasi tersebut,” katanya melalui telepon, Jumat (10/11/2023).
Sesampainya di lokasi, anggota Polsek Sewon menjumpai empat orang remaja tersebut. Anggota Polsek Sewon lantas mengamati gerak-gerik pelajar tersebut dan mendapati salah satu pelajar membawa sajam.
“Selanjutnya personel Polsek Sewon mendatangi kerumunan anak tersebut, tetapi rombongan anak remaja yang sedang menongkrong itu malah lari. Salah satu anak yang dicurigai membawa senjata tajam tersebut pada saat berlari posisinya tertinggal dari rombongannya,” katanya.
Menurut Jeffry, pelajar laki-laki berinisial RIR tersebut sempat membuang sajam yang diduga dibawanya, tetapi Polsek Sewon berhasil menemukan barang bukti tersebut dan menangkap pelaku. “Setelah anak pembawa sajam jenis celurit tersebut tertangkap, selanjutnya dibawa di Mako Polsek Sewon untuk proses hukum berikutnya,” katanya.
BACA JUGA: Tangani Kenakalan Remaja, Sekolah Diminta Perbanyak Kegiatan Minat Bakat Pelajar
Jeffry menyampaikan pelajar laki-laki berinisial RIR tersebut mengaku sajam tersebut adalah miliknya. “Sajam jenis celurit tersebut menurut pengakuannya untuk membalas dendam kepada pelaku yang pernah melukainya,” katanya.
Sebelumnya diketahui pelaku berkeliling di Jl. Ring Road Selatan, tepatnya di sekitar kampus Universitas Ahmad Dahlan (UAD) untuk mencari salah satu temannya. Di tengah jalan, pelaku bertemu dengan rombongan dua sepeda motor berboncengan yang salah satunya melempar air, tetapi tidak kena.
“Setelah pelemparan tersebut, pelaku [RIR] pulang untuk mengambil celurit dengan tujuan untuk membalas. Namun orang yang di cari muter-muter tidak ketemu, malah mereka keduluan ditangkap polisi,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 28 UMKM kuliner binaan Pemkot Jogja mengikuti kurasi produk untuk meningkatkan kualitas dan membuka akses pasar lebih luas.
BGN meminta makanan MBG yang tidak layak tidak dikonsumsi dan segera dikembalikan ke SPPG untuk diperiksa dan diinvestigasi.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 13 Agustus 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur ke Jogja. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
BGN membuka kanal khusus bagi guru untuk melaporkan keluhan, temuan, dan pengaduan terkait pelaksanaan Program MBG di sekolah.
Sebanyak 212 orang berhasil dievakuasi dari kebakaran KMP Putri Yasmin di Selat Lombok. SAR melanjutkan pencarian pada Kamis.
Heatstroke dapat mengancam nyawa saat cuaca panas. Kenali gejala, pertolongan pertama, dan kelompok yang lebih rentan mengalaminya.