Proyek Jembatan Kewek Dimulai, Target Rampung Akhir 2026
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Pemeriksaan korban keracunan dan pengambilan sampel sisa bahan makanan oleh Puskesmas Pajangan dan Polsek Pajangan, Jumat (10/11/2023)/ist Polres Bantul
Harianjogja.com, BANTUL—Sebanyak 34 warga keracunan makanan dalam kegiatan pengajian di Kalurahan Guwosari, Pajangan, beberapa waktu lalu. Para korban keracunan menjalani perawatan di Puskesmas Pajangan dan rumah sakit.
Kasi Humas Polres Bantul, Iptu I Nengah Jeffry Prana Widnyana, menjelaskan kegiatan pengajian tersebut berlangsung pada Selasa (7/11/2023) lalu, pukul 18.30 WIB. “Keracunan disebabkan karena memakan tahu guling yang disediakan. Korban keracunan sementara 34 orang,” ujarnya saat dikonfirmasi, Sabtu (11/11/2023).
Ia menceritakan kegiatan tersebut diikuti oleh kurang-lebih 40 jamaah, yang diberi suguhan teh, snack dan tahu guling. Tahu guling tersebut dimasak sendiri oleh tuan rumah. “Dalam kegiatan pengajian tersebut, tahu guling yang masih ada dibagikan ke warga masyarakat sekitar,” katanya.
Keesokan harinya, jamaah dan warga yang mengkonsumsi tahu guling tersebut merasakan gejala yang mirip pada tubuh mereka, seperti perut kembung, mual, diare, perih dan kepala pusing. Kejadian ini pun dilaporkan ke Puskesmas Pajangan.
“Selanjutnya pada hari Jumat 10 November 2023 Wakil Bupati Bantul, Joko Budi Purnomo, Puskesmas Pajangan dan Polsek Pajangan melaksanakan pemeriksaan kesehatan terhadap masyarakat yang diduga mengalami keracunan,” katanya.
BACA JUGA: Puluhan Siswa SD di Bantul Keracunan Usai Santap Makanan di Sekolah
Setelah diperiksa oleh petugas medis Puskesmas Pajangan, warga yang mengalami gejala keracunan diberikan obat dan melakukan rawat jalan. Selain itu ada dua orang yang mengalami keracunan dirawat Klinik Cahaya Husada, Kalurahan Guwosari, Pajangan.
Dari keterangan tuan rumah, tahu guling dimasak menggunakan bahan-bahan yang dibeli di pasar, berupa tahu, tempe, kecambah, kubis, daun sledri, bawang merah, bawang putih, kecap, gula jawa, garam dan penyedap rasa.
Selanjutnya sisa bahan makanan berupa kubis akan dilakukan pemeriksaan laboratorium oleh Dinas Kesehatan Bantul. Sementara warga yang mengalami keracunan mendapatkan paket makanan tambahan dari Dinas Sosial Bantul, berupa air mineral, biskuit, gula, minuman sereal, susu kental manis, dan Sarden.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Pantai Baron Gunungkidul mendapat program Kampung Nelayan Merah Putih sekitar Rp3 miliar. Salah satunya pembangunan pabrik es berkapasitas 1 ton per hari.
Citroën menghidupkan kembali 2CV sebagai mobil listrik. Konsepnya tampil 11 Oktober 2026 dan versi produksi ditargetkan meluncur 2028.
BRI menggelar Gebyar Lelang Serentak Nusantara 2026 dengan menawarkan lebih dari 5.000 aset di seluruh Indonesia pada 1 Oktober–30 November 2026.
John Herdman membawa ranking FIFA Indonesia dari posisi 122 ke 117. Bagaimana progres Garuda dibanding era Kluivert dan Shin Tae-yong?
BRI Peduli melatih 500 volunteer mengelola sampah jelang MotoGP Mandalika 2026 untuk mendukung kebersihan dan keberlanjutan lingkungan.