Pasar Sentul dan Terban Sepi, Dewan Minta Intervensi Pemkot Jogja
DPRD Kota Jogja meminta Pemkot segera menghidupkan Pasar Sentul dan Terban yang masih sepi melalui strategi pengelolaan dan penataan pasar.
Petugas Tim SAR dan Pos Airud setelah melakukan evakuasi terhadap seekor hiu tutul yang terdampar di Pantai Kuwaru, Poncosari, Srandakan, Bantul pada Sabtu (18/11/2023).
Harianjogja.com, BANTUL–Seekor hiu tutul kembali terdampar di pantai selatan Bantul pada Sabtu (18/11/2023). Ini hiu tutul kedua yang terdampar di Pantai Parangtritis, Kamis (16/11/2023) sekitar pukul 10.00 WIB.
Kasi Humas Polres Bantul Iptu I Nengah Jeffry menyampaikan kejadian tersebut bermula saat nelayan Pantai Kuwaru menemukan hiu tutul di Pantai Kuwaru, Poncosari, Srandakan Bantul, sekitar pukul 05.00 WIB. Melihat keberadaan hiu tutul tersebut, lantas para nelayan melaporkan kejadian tersebut ke Tim SAR dan Pos Airud.
BACA JUGA: BREAKING NEWS: Hiu Tutul Terdampar di Parangtritis
“Selanjutnya anggota [Tim SAR dan Pos Airud] mendatangi TKP untuk melakukan evakuasi mendorong [hiu tutul] ke tengah dibantu nelayan setempat,” ujarnya melalui telepon, Sabtu (18/11/2023).
Hiu tutul tersebut pun berhasil dievakuasi dalam keadaan hidup dan telah kembali ke laut. Penemuan hiu terdampar tersebut menjadi kali kedua setelah sebelumnya ditemukan hiu tutul terdampar di Pantai Parangtritis pada Kamis (16/11/2023).
Sebelumnya Subkoordinator Kelompok Substansi Pembinaan dan Pengawasan Usaha Perikanan Dinas Kelautan dan Perikanan Bantul, Irawan Waluyo Jati, menuturkan hiu tersebut berjenis hiu paus tutul, sama seperti yang terdampar di wilayah Kulonprogo beberapa waktu lalu dan di pantai Pandansimo Bantul beberapa tahun lalu.
Menurutnya, ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan hiu tersebut terdampar. Pertama, terbawa gelombang ketika mengikuti sumber makanannya. “Makanannya banyak di pinggir, otomatis bisa mengikuti sumber makanannya lalu terdampar,” katanya.
BACA JUGA: Tekan Impor Pangan Dampak El Nino, Ini Strategi yang Dilakukan Kementan
Faktor kedua yakni terjadinya kesalahan pada sistem sonar sebagai alat pendeteksi ikan tersebut. “Ikan Hiu Paus menggunakan seperti sonar, pendeteksiannya kemungkinan sonarnya kurang pas jadi otomatis dia bisa terdampar,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Kota Jogja meminta Pemkot segera menghidupkan Pasar Sentul dan Terban yang masih sepi melalui strategi pengelolaan dan penataan pasar.
Stunting pada anak masih dapat dioptimalkan jika ditemukan dan ditangani sedini mungkin. Dokter gizi menjelaskan tanda dan langkah penanganannya.
361 siswa di Karo diduga keracunan usai menyantap MBG. Satu siswa dirawat intensif di RSU Haji Medan karena mengalami penurunan kesadaran.
Polisi mengamankan pria yang diduga berkaitan dengan pelemparan benda diduga molotov di dua Pos Lantas Surabaya. Kota dipastikan kondusif.
RSUP Dr. Sardjito, UGM, dan PERKI Cabang Jogja menggelar deteksi dini penyakit jantung di Gunungkidul untuk menemukan faktor risiko warga.
Bursa karbon menjadi instrumen ekonomi hijau Indonesia. Simak cara kerja, mekanisme perdagangan, peserta, dan peluang cuan dari unit karbon.