Masih Ada 22 SPPG di Bantul yang Belum Beroperasi
Sebanyak 113 SPPG di Bantul telah beroperasi untuk program MBG, sementara 22 unit lainnya masih belum berjalan karena berbagai kendala.
Suasana penyelenggaraan Pasar Murah Goes To Kemantren yang diadakan di Kemantren Gondokusuman belum lama ini./ Istimewa
Harianjogja.com, GONDOKUSUMAN—Pemerintah Kota Jogja mengadakan Pasar Murah Goes To Kemantren di beberapa tempat salah satunya di Kemantren Gondokusuman. Pasar Murah Goes To Kemantren menyasar ke masyarakat atau langsung ke konsumen sebagai salah satu upaya pemkot menjaga stabilitas harga pangan.
Pasar Murah Goes To Kemantren berlangsung mulai tanggal 21-28 November 2023 di lima kemantren. Kelima kemantren yang menjadi sasaran Dinas Perdagangan Kota Jogja antara lain Kemantren Mergangsan, Kemantren Gondomanan, Kemantren Ngampilan, Kemantren Gondokusuman dan Kemantren Jetis.
Salah satu warga Kemantren Gondokusuman, Mukaromah menyambut dengan senang adanya Pasar Murah Goes To Kemantren. Menurutnya, harga yang dijual cukup miring dibanding dengan harga toko. “Sangat membantu dan harapannya bisa rutin setiap bulannya. Jenisnya sudah cukup lengkap tapi ya pengen juga bisa lebih lengkap lagi,” ungkapnya, Sabtu (25/11/2023)
Ketua Tim Kerja Ketersediaan dan Pengendalian Harga Bidang Ketersediaan Pengawasan dan Pengendalian Perdagangan Dinas Perdagangan Kota Jogja Evi Wahyuni mengungkapkan, lima kemantren yang menjadi sasaran Dinas Perdagangan merupakan wilayah yang tidak ikut dalam intervensi Dinas Pertanian dan Pangan Kota Jogja serta Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY.
“Target kami memang lima kemantren, dimana lima kemantren yang menjadi sasaran Dinas Perdagangan memang bukan sasaran intervensi dari Dinas Pertanian dan Pangan Kota Jogja serta Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY. Agar bahan pangan pokok dengan harga yang terjangkau bisa dirasakan oleh seluruh masyarakat,” ujarnya.
BACA JUGA: Operasi Pasar di Jogja, Tiap Kecamatan Digelontor 4 Ton Beras
Dalam kegiatan ini Dinas Perdagangan Kota Jogja bekerja sama dengan Bulog Divisi Regional DIY dan PT. Pangan Surya Makmur sebagai Distributor Sembako. Bahan pangan yang disediakan dalam Pasar Murah Goes To Kemantren antara lain beras, gula pasir, minyak goreng, tepung beras, tepung terigu, telur ayam, bawang putih, aneka frozen food.
“Untuk total dari seluruh komoditas yang disediakan di setiap kemantren sekitar enam ton, banyaknya beras, tepung, gula tergantung dari stok mitra itu sendiri. Pada pasar murah ini tetap ada pembatasan jumlah belanja seperti Beras Stabilisasi Pasokan Harga Pasar (SPHP) sebanyak 10 kg, gula pasir 2 kg dan minyak itu 4 liter. Ini agar tercukupi untuk semua warga,” jelas Evi.
Pada kesempatan ini, Bulog Regional DIY menyediakan Beras SPHP sejumlah 200 pack setara dengan satu ton, Beras Bawana 80 pack setara empat kuintal dan Beras Premium 100 pack setara lima kuintal. Harga beras tersebut dibanderol Rp 51.000, Rp 61.000 dan Rp 60.000.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 113 SPPG di Bantul telah beroperasi untuk program MBG, sementara 22 unit lainnya masih belum berjalan karena berbagai kendala.
Sensus Ekonomi 2026 di DIY telah mencapai 69%. BPS DIY memastikan data pelaku usaha aman dan tidak berkaitan dengan perpajakan.
Komisi Yudisial menerima 1.402 laporan perilaku hakim pada Semester I 2026, meningkat 10,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Produksi ikan nila di Sleman mencapai 15.370 ton pada semester I 2026. Budi daya nila di Kapanewon Minggir dilaporkan masih aman.
residen Prabowo Subianto memimpin akad massal KPR 62.000 rumah subsidi di Batang. Program ini melibatkan penerima rumah subsidi dari berbagai daerah melalui ske
VinFast membuka dealer motor listrik pertama di DIY dan menawarkan pilihan pembelian maupun sewa baterai bagi konsumen.