Advertisement

BPBD DIY Koordinasi Dengan Bawaslu Tertibkan Baliho yang Membahayakan Warga

Yosef Leon
Rabu, 29 November 2023 - 15:27 WIB
Mediani Dyah Natalia
BPBD DIY Koordinasi Dengan Bawaslu Tertibkan Baliho yang Membahayakan Warga Kepala Pelaksana BPBD DIY Noviar Rahmad memberikan keterangan kepada wartawan soal potensi si bencana memasuki musim penghujan, Rabu (29/11/2023) (Harian Jogja - Yosep Leon Pinsker)

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—BPBD DIY akan berkoordinasi dengan Bawaslu dan Sat Pol PP setempat untuk mengawasi baliho yang membahayakan warga memasuki musim penghujan. Memasuki masa kampanye baliho dengan ukuran jumbo milik peserta pemilu diharapkan dicek kekuatannya agar tidak membahayakan pengguna jalan saat munculnya angin kencang. 

Baca Juga: Polri Instruksikan Pemasangan Alat Peraga Kampanye Calon Tertentu, Faktanya Seperti Ini

Advertisement

Kepala Pelaksana BPBD DIY Noviar Rahmad mengatakan sudah berkoordinasi dengan Bawaslu dan Sat Pol PP setempat soal pengawasan baliho yang melanggar ketentuan. Pihaknya masih menunggu laporan yang masuk dari Bawaslu untuk kemudian melakukan penertiban terhadap baliho yang dinilai melanggar ketentuan. 

"Kan sudah ada ketentuan dari penyelenggara Pemilu terkait lokasi yang tidak diperkenankan dipasangi peraga kampanye, kami akan menunggu permintaan dari Bawaslu untuk melakukan pencopotan," ujarnya, Rabu (29/11/2023). 

Baca Juga: Catat! Alat Peraga Kampanye di Sleman Dilarang Dipasang di Titik Ini

Menurut Noviar di masa musim penghujan ini alat peraga kampanye (APK) maupun alat sosialisasi dari partai politik dan peserta Pemilu cukup rawan menimbulkan insiden kepada pengguna jalan. Sebab kebanyakan hanya dipasang dengan modal bambu yang kecil, sehingga rentan patah saat diterpa angin kencang. 

"Soal APK kita akan tunggu laporan saja dari Bawaslu, karena kewenangan pelanggaran kan dari mereka. Nanti sama-sama dengan Sat Pol PP kita akan melakukan pencopotan," jelasnya. 

Noviar menyatakan memasuki musim penghujan ini pihaknya sudah memetakan daerah rawan bencana yakni meliputi kawasan Pegunungan Menoreh dan area Gunungkidul yang dinilai rentan terhadap potensi longsor. Pihaknya mengimbau kepada pengurus Kaltana dan unsur kebencaan lainnya untuk meningkatkan pengawasan. 

Baca Juga: KPU DIY: Pemasangan APK Harus sesuai Zona Kabupaten/Kota

"332 desa siaga bencana atau Kaltana kita sudah siap, pada saat musim hujan pasti siaga semua, mereka tugas berdasarkan potensi masing-masing kelurahan. Masyarakat yang ada di sepanjang sungai atau daerah rawan longsor kami harapkan siaga, seandainya ada bencana segera laporkan bisa melalui aplikasi Pamor yang bisa didownload," ungkap Noviar. 

Sampai sekarang jumlah laporan kebencaan yang dilaporkan kepada pihaknya sudah mencapai puluhan, tetapi hanya insiden yang tergolong kecil seperti pohon tumbang. Di sisi lain pihaknya masih tetap melakukan droping bantuan air bersih ke sejumlah wilayah meskipun sudah memasuki musim penghujan. 

"Kalau curah hujan kan baru terjadi di Jogja utara dan beberapa kemantren di Sleman, sehingga masih ada droping air. Sampai hari ini kita masih droping. Sudah 31 juta liter air yang disalurkan, persediaan masih aman sampai akhir tahun kita masih siap," pungkasnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Gibran Enggan Beberkan Hasil Pembahasan Kementerian Baru dengan Prabowo di Kartanegara

News
| Sabtu, 24 Februari 2024, 08:27 WIB

Advertisement

alt

Pelancong Masuk ke Thailand Diwajibkan Bawa Uang Tunai Minimal Rp6,7 Juta

Wisata
| Jum'at, 23 Februari 2024, 17:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement