Komisi A DPRD Jogja Dorong Seni Jalanan Dikurasi dan Punya Lokasi Khusus
Komisi A DPRD Jogja mendorong seni jalanan dikurasi dan diarahkan ke lokasi khusus agar aktivitas budaya tidak disamakan dengan mengemis.
Ilustrasi papan larangan di Pantai Parangtritis./Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Pariwisata (Dispar) Bantul meminta pengelola destinasi wisata di Bumi Projotamansari segera mempersiapkan langkah antisipasi potensi terjadinya bencana hidrometeorologi pada awal Desember 2023.
Kepala Dispar Bantul, Kwintarto Heru Prabowo menyampaikan beberapa bencana hidrometeorologi yang berpotensi terjadi di Bantul antara lain banjir, tanah longsor, angin kencang, dan gelombang tinggi.
Untuk itu, instansinya telah mengimbau pengelola destinasi wisata yang berada daerah rawan bencana alam, khususnya di tepi sungai, pesisir laut dan dataran tinggi untuk mengantisipasi potensi bencana yang dapat terjadi selama datangnya musim hujan.
“Kami mengimbau kepada seluruh pengelola desa wisata atau destinasi wisata di Kabupaten Bantul untuk mewaspadai kemungkinan terjadinya [tanah] longsor dan banjir di lokasi yang dianggap potensial, terutama masyarakat yang berada di pinggir sungai dan daerah perbukitan,” katanya, Rabu (29/11).
Selain itu, untuk meningkatkan keamanan masyarakat dan pengunjung, pengelola destinasi wisata juga diminta memberikan edukasi mengenai potensi bencana yang ada di setiap destinasi wisata kepada masyarakat dan pengunjung.
Kemudian pengelola destinasi wisata diminta untuk melakukan pembersihan drainase atau saluran air dan pengelolaan sampah dengan pemilahan untuk mengantisipasi bencana banjir.
BACA JUGA: Pengelola Wisata di Lereng Gunung Merapi Diingatkan soal Bencana Hidrometeorologi
Sementara itu Kepala Kepala Stasiun Klimatologi DIY Reni Kraningtyas mengimbau kepada wisatawan dan pengelola destinasi wisata yang ada disekitar pantai selatan untuk waspadai gelombang tinggi yang terjadi selama musim hujan.
“Saat ini gelombang tinggi hanya sesaat terjadi di perairan, atau laut. Kalau terjadi hujan lebat di atas ada awan kumulonimbus, ini dapat mengakibatkan empasan angin dari awan kumulonimbus yang cukup kenacang dan mengakibatkan gelombang tinggi,” katanya.
Meski begitu, menurutnya untuk berwisata di sekitar pantai masih tergolong aman. Namun, masyarakat dan wisatawan diminta untuk tidak mandi di area pantai. “Ini sifatnya sesaat pada musim hujan. Masih relatif aman asalkan tidak mandi di laut,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Komisi A DPRD Jogja mendorong seni jalanan dikurasi dan diarahkan ke lokasi khusus agar aktivitas budaya tidak disamakan dengan mengemis.
Jadwal KRL Solo-Jogja dari Palur pada Sabtu 3 Oktober 2026 tersedia mulai pukul 05.00 WIB. Simak jadwal lengkap tiap stasiun.
Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 3 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap tiap stasiun dan tarifnya Rp8.000.
Indonesia masih berpeluang menambah emas Asian Games 2026 lewat sepak takraw dan padel setelah mengoleksi 35 medali.
KBRI Bangkok mengimbau WNI di Thailand memantau cuaca dan kondisi jalan untuk mengantisipasi banjir hingga 7 Oktober 2026.
Hashim mundur dari WIFI. Pengamat menilai Internet Rakyat dan pemanfaatan spektrum 1,4 GHz tetap berjalan sesuai komitmen perusahaan.