Advertisement

Memasuki Awal Musim Hujan, Pengelola Destinasi Wisata Diminta Antisipasi Bencana Alam

Stefani Yulindriani Ria S. R
Rabu, 29 November 2023 - 17:07 WIB
Arief Junianto
Memasuki Awal Musim Hujan, Pengelola Destinasi Wisata Diminta Antisipasi Bencana Alam Ilustrasi papan larangan di Pantai Parangtritis. - Harian Jogja/Desi Suryanto

Advertisement

Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Pariwisata (Dispar) Bantul meminta pengelola destinasi wisata di Bumi Projotamansari segera mempersiapkan langkah antisipasi potensi terjadinya bencana hidrometeorologi pada awal Desember 2023. 

Kepala Dispar Bantul, Kwintarto Heru Prabowo menyampaikan beberapa bencana hidrometeorologi yang berpotensi terjadi di Bantul antara lain banjir, tanah longsor, angin kencang, dan gelombang tinggi.

Advertisement

Untuk itu, instansinya telah mengimbau pengelola destinasi wisata yang berada daerah rawan bencana alam, khususnya di tepi sungai, pesisir laut dan dataran tinggi untuk mengantisipasi potensi bencana yang dapat terjadi selama datangnya musim hujan. 

“Kami mengimbau kepada seluruh pengelola desa wisata atau destinasi wisata di Kabupaten Bantul untuk mewaspadai kemungkinan terjadinya [tanah] longsor dan banjir di lokasi yang dianggap potensial, terutama masyarakat yang berada di pinggir sungai dan daerah perbukitan,” katanya, Rabu (29/11). 

Selain itu, untuk meningkatkan keamanan masyarakat dan pengunjung, pengelola destinasi wisata juga diminta memberikan edukasi mengenai potensi bencana yang ada di setiap destinasi wisata kepada masyarakat dan pengunjung. 

Kemudian pengelola destinasi wisata diminta untuk melakukan pembersihan drainase atau saluran air dan pengelolaan sampah dengan pemilahan untuk mengantisipasi bencana banjir. 

BACA JUGA: Pengelola Wisata di Lereng Gunung Merapi Diingatkan soal Bencana Hidrometeorologi

Sementara itu Kepala Kepala Stasiun Klimatologi DIY Reni Kraningtyas mengimbau kepada wisatawan dan pengelola destinasi wisata yang ada disekitar pantai selatan untuk waspadai gelombang tinggi yang terjadi selama musim hujan. 

“Saat ini gelombang tinggi hanya sesaat terjadi di perairan, atau laut. Kalau terjadi hujan lebat di atas ada awan kumulonimbus, ini dapat mengakibatkan empasan angin dari awan kumulonimbus yang cukup kenacang dan mengakibatkan gelombang tinggi,” katanya. 

Meski begitu, menurutnya untuk berwisata di sekitar pantai masih tergolong aman. Namun, masyarakat dan wisatawan diminta untuk tidak mandi di area pantai. “Ini sifatnya sesaat pada musim hujan. Masih relatif aman asalkan tidak mandi di laut,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Gibran Enggan Beberkan Hasil Pembahasan Kementerian Baru dengan Prabowo di Kartanegara

News
| Sabtu, 24 Februari 2024, 08:27 WIB

Advertisement

alt

Pelancong Masuk ke Thailand Diwajibkan Bawa Uang Tunai Minimal Rp6,7 Juta

Wisata
| Jum'at, 23 Februari 2024, 17:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement