PSEL Piyungan Ditargetkan Groundbreaking Desember 2026
PSEL Piyungan ditargetkan groundbreaking Desember 2026. Proyek senilai Rp2,5 triliun-Rp3 triliun ini mulai dibangun Januari 2027.
Bendera partai politik. /Solopos-Maulana Surya
Harianjogja.com, JOGJA—Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) menyampaikan, momen Natal dan Tahun Baru yang berbarengan dengan masa kampanye pemilihan umum (Pemilu) akan menjadi sebuah pertaruhan jumlah kunjungan wisatawan.
Ketua GIPI DIY, Bobby Ardianto mengatakan naik atau turunnya wisatawan di akhir tahun ini akan sangat tergantung dengan situasi dan kondisi masa kampanye Pemilu. Jika berlangsung kondusif, akan mendukung peningkatan kunjungan wisatawan, berlaku juga sebaliknya.
"Libur Nataru [Natal dan Tahun Baru] tahun ini tentunya sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, tahun ini bersamaan dengan kampanye pesta demokrasi Indonesia," ucapnya, Kamis (30/11/2023).
Itulah sebabnya, demi menjaga situasi kondusif dan tidak berdampak negatif ke sektor wisata, GIPI DIY bersama dengan pemangku kepentingan menyuarakan Pemilu damai. "Seiring dengan pernyataan Pak Gubernur beberapa waktu lalu. Ini yang mendasar yang wajib kami kondisikan bersama," jelasnya.
Tidak hanya berbarengan dengan masa kampanye, akhir tahun ini juga dibayangi dengan potensi bencana hidrometeorologi. Menurutnya ini sangat penting menjadi perhatian semua pengelola destinasi wisata dan seluruh usaha jasa pariwisata DIY ke depan.
Harus selalu update cuaca per periodik sesuai dengan rilis dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dan memberikan himbauan kepada wisatawan. "Tentunya akan sangat menjaga kelancaran operasional perjalanan wisata dan menjadi selling point bahwa pelaku pariwisata DIY sangat memiliki awareness untuk keselamatan, keamanan, dan kenyamanan wisatawan dan bentuk menuju Jogja responsible tourism destination," lanjutnya.
BACA JUGA: 5 Wisata Dekat Bandara YIA, dari Pantai hingga Kali Biru
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY, Deddy Pranowo menyampaikan jelang Nataru anggota PHRI DIY telah melakukan berbagai persiapan. Membuat event Natal dan Tahun Baru di hotel dan resto dengan harga paket di hotel.
"Reservasi sampai dengan saat ini 59-60 persen untuk Desember, reservasi didominasi rombongan pelajar, keluarga, instansi swasta. Target kami di 80-90 persen untuk okupansi," ujar dia.
Sementara berkaitan dengan masa kampanye, menurutnya sejauh ini belum ada dampaknya. Diharapkan okupansi tahun ini bisa lebih baik dari tahun lalu. "Diharapkan lebih baik, faktornya karena salah satunya Jogja dari survei menjadi favorit berwisata."
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PSEL Piyungan ditargetkan groundbreaking Desember 2026. Proyek senilai Rp2,5 triliun-Rp3 triliun ini mulai dibangun Januari 2027.
Komisi D DPRD Jogja mendesak kejelasan mekanisme dan penganggaran Posyandu usai aturan Kemendagri terkait enam SPM memicu kebingungan daerah.
Sleman City Hall (SCH) menghadirkan rangkaian program dan aktivitas sepanjang Agustus 2026 melalui tema “YouthNited Nation”
Bareskrim Polri mengungkap kasus TPKS oleh pelatih panjat tebing HB terhadap lima atlet putri. Tersangka dijerat UU TPKS dan terancam pidana tambahan
Tiga perahu nelayan Gunungkidul terbalik dalam kurang dari 24 jam. Tujuh nelayan selamat di tengah gelombang yang naik.
Karhutla Indonesia mencapai 202.004 hektare hingga Juli 2026, melampaui 2019 dan 2023. El Nino kini masuk kategori sangat kuat.