Advertisement

Gunung Merapi Muntahkan Awan Panas Guguran Disertai Hujan Abu, Ini Kata BNPB

Catur Dwi Janati
Sabtu, 02 Desember 2023 - 17:47 WIB
Sunartono
Gunung Merapi Muntahkan Awan Panas Guguran Disertai Hujan Abu, Ini Kata BNPB Gunung Merapi Jogja meluncurkan lava pijar. - Ilustrasi - Antara

Advertisement

Harianjogja.com, SLEMAN—Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari merilis aktivitas Gunung Merapi yang kembali memuntahkan awan panas guguran (APG) dari kawah puncak dengan jarak luncur 2.000 meter pada Jumat (1/12/2023) pukul 19.27 WIB ke barat daya (Kali Bebeng).

Selain itu awan panas guguran lainnya juga terjadi pada pukul 19.47 WIB dengan jarak luncur 1.200 meter ke arah selatan (Kali Boyong).

Advertisement

Pantauan Badan Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), luncuran APG yang pertama terjadi dalam durasi 228 detik dengan amplitudo maksimal 40 mm. Kemudian yang kedua berdurasi 132 detik dengan amplitudo maksimal 42 mm.

BACA JUGA : Terjadi Dua Awan Panas Guguran di Gunung Merapi

"Hasil perekaman visual dari kamera televisi sirkuit tertutup atau yang dikenal close circuit television [CCTV] Jurang Jero milik BPPTKG-Badan Geologi, terlihat gumpalan kolom abu vulkanik yang membumbung tinggi setelah lava pijar meluncur dari bagian kawah yang berada di puncak Gunung Merapi," katanya.

Fenomena APG Gunung Merapi merupakan bagian dari rentetan aktivitas vulkanik yang terjadi sejak 11 Mei 2018 dan terus meningkat hingga November 2020. Dengan adanya peningkatan aktivitas vulkanik tersebut, Gunung Merapi ditetapkan statusnya menjadi level III atau siaga sejak 5 November 2020.

Saat ini BPPTKG merilis potensi bahaya hingga saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal lima kilometer, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal tujuh kilometer.

Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal tiga kilometer dan Sungai Gendol 5 km. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius tiga kilometer dari puncak.

Terlihat dari pantauan CCTV tersebut, kolom abu tertiup angin menuju ke arah barat daya-barat-barat laut. Menurut laporan relawan, hujan abu vulkanik dengan intensitas ringan terjadi di wilayah Desa Tlogolele, Desa Senden, Desa Suroteleng, Desa Jrakah dan Desa Klakah, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali. Hujan abu vulkanik itu terjadi sesaat setelah Gunung Merapi muntahkan APG.

Fenomena hujan abu vulkanik ini dibenarkan, Kepala Desa Klakah, Marwoto. Dia mengatakan bila hampir semua dukuh di Desa Klakah terdampak abu vulkanik dengan intensitas ringan. "Iya benar. Hampir semua dukuh di Desa Klakah terdampak abu vulkanik Gunung Merapi, namun intensitasnya tipis," tutur Marwoto.

Sejauh ini Marwoto mengungkapkan bahwa kondisi di sana masih aman terkendali. "Sejauh ini masih aman. Karena memang kalau APG-nya kan ke arah barat daya. Jadi tidak terdampak APG. Klakah hanya terkena abunya saja,"katanya.

Sebagai upaya antisipasi, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Boyolali menginstruksikan Tim Siaga Desa (TSD) untuk kembali aktif melakukan ronda dan bersiaga penuh. TSD sendiri merupakan kelompok relawan desa yang dibentuk dan dibina langsung oleh BPBD Kabupaten Boyolali dengan pendampingan dari BNPB melalui program Desa Tangguh Bencana (Destana). "Kami meminta TSD diaktifkan. Ronda dan bersiaga penuh," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Boyolali, Suratno.

"Selasa nanti kami akan mengundang kepala desa, camat dan unsur forkopimcam lainnya untuk meninjau kembali rencana kontijensi. Ini kaitannya dengan peningkatan kapasitas masyarakat," jelas Suratno.

Di sisi lain abu vulkanik dampak dari APG Gunung Merapi juga dilaporkan sampai ke lokasi lain, yakni wilayah Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang, Edi Wasono menyebutkan bahwa dua desa di Kecamatan Sawangan turut merasakan dampak tersebut. Akan tetapi intensitas hujan abu ringan dan tidak mengganggu aktivitas warga.

"Abu vulkanik dari dampak APG Gunung Merapi juga sampai di Desa Banyoroto dan Desa Wonolelo, Kecamatan Sawangan. Tapi hanya tipis-tipis," kata dia.

Sebagai respon cepat atas dampak abu vulkanik tersebut, BPBD Kabupaten Magelang kemudian meluncur ke wilayah terdampak untuk membagikan masker dan bersiaga. "Kami membagikan masker ke desa terdampak. Tim kami juga standby siaga di sana," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Gibran Enggan Beberkan Hasil Pembahasan Kementerian Baru dengan Prabowo di Kartanegara

News
| Sabtu, 24 Februari 2024, 08:27 WIB

Advertisement

alt

Pelancong Masuk ke Thailand Diwajibkan Bawa Uang Tunai Minimal Rp6,7 Juta

Wisata
| Jum'at, 23 Februari 2024, 17:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement