Advertisement

Hingga Hari Ini Bawaslu DIY Temukan 5 Kampanye Terselubung Tanpa Pemberitahuan

Yosef Leon
Minggu, 03 Desember 2023 - 21:27 WIB
Maya Herawati
Hingga Hari Ini Bawaslu DIY Temukan 5 Kampanye Terselubung Tanpa Pemberitahuan Kampanye - Ilustrasi - Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DIY menemukan lima kegiatan kampanye terselubung tanpa mengantongi surat tanda terima pemberitahuan (STTP) kampanye sampai dengan 2 Desember atau lima hari pelaksanaan kampanye. Petugas tingkat kecamatan yang menemukan fenomena tersebut langsung melakukan tindakan persuasif.

Ketua Bawaslu DIY Mohammad Najib mengatakan kampanye terselubung pertama ditemukan petugas di acara sosialisasi pertemuan ibu PKK RW 10 Kelurahan Bausasran. Dalam kegiatan itu rencana panitia mau membagikan minyak goreng ke warga, Panwascam Danurejan lantas mencegah atas rencana caleg untuk kampanye di tempat tersebut.

Advertisement

"Acaranya pada 28 November lalu, langsung dicegah oleh petugas tingkat kecamatan karena penyelenggara tidak memiliki STTP dan caleg bersedia mengurungkan rencananya untuk kampanye," katanya, Minggu (3/12/2023).

Selanjutnya ada kegiatan pembagian susu Balita di Pakuncen, Wirobrajan. Sebelum acara dimulai Panwascam dan PKD berhasil melakukan tindakan persuasif agar kegiatan tersebut tidak dilaksanakan kampanye, meskipun dalam kegiatan tersebut dihadiri beberapa caleg akhirnya tidak berlangsung kampanye pada pembagian susu tersebut.

"Kemudian pada 2 Desember lalu di Sleman berupa acara berbagi susu untuk Balita dan kegiatan dialog kesehatan dan hiburan joget gemoy," kata Najib.

BACA JUGA: Lalu Lintas Gunungkidul Bisa Dipantau Secara Online, Ini Caranya

Relawan arus bawah Jokowi membagikan susu untuk balita yang dihadiri oleh warga dengan membawa Balita dan dihadiri juga tim Kampanye TKN nomor urut 02. Sebelum acara dimualai Panwascam memberikan imbauan kepada kordinator pelaksana untuk tidak melakukan kampanye walaupun sudah memasuki kampanye karena bukan kegiatan kampanye.

"Juga ada kegiatan pokir di Kelurahan Sidomulyo, Sleman, berupa penyerahan kendaraan bermotor roda tiga bermerek Viar untuk operasional bank sampah di Sleman, mobil dibagi oleh caleg yang merupakan anggota DPRD. Sebelum acara dimulai Panwascam dan PKD melakukan pencegahan kampanye dengan memberikan imbauan kepada panitia agar tidak ada kampanye dalam kegiatan tersebut," ujarnya.

Yang terakhir adalah pemberangkatan piknik ke Gua Cemara oleh calon anggota DPRD, dengan peserta masyarakat Gemblakan Kelurahan Suryatmajan Kota Jogja. Sebelum acara di mulai Panwascam dan PKD melakukan pencegahan dengan memberikan imbauan kepada dua orang caleg yang memberangkatkan kegiatan tersebut karena tidak ada STTP agar saat memberangkatkan peserta piknik tidak ada kampaye.

"Kami mengimbau kepada peserta Pemilu kan gak ada sulitnya kalau kemudian melaksanakan itu terus terang aja lah, toh kita ini tidak ada yang mau menghambat. Sifatnya semua dilaksanakan dengan aturan," ucapnya.

Najib juga menambahkan bahwa selama penertiban kampanye terselubung itu tidak ada gesekan yang terjadi antara panitia acara dan petugas pengawas di lapangan. "Alhamdulillah tidak ada gesekan. Artinya pengawas masih dianggap oleh peserta Pemilu karena kita memang diperintahkan oleh Undang-undang untuk mengawal khusus Pemilu. Artinya kalau kemudian mereka manut kami dianggap hadir," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Kasus Pemerkosaan dan Pelecehan Seksual Jadi Kasus Terbanyak di Mahkamah Syariyah di Aceh

News
| Selasa, 05 Maret 2024, 13:07 WIB

Advertisement

alt

Indonesia Bidik Turis Portugal sebagai Pasar Pariwisata

Wisata
| Minggu, 03 Maret 2024, 09:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement