Tedhak Siten di Tegalrejo Jadi Media Kenalkan Nilai Luhur Jawa
Kelurahan Tegalrejo menggelar Tedhak Siten untuk melestarikan budaya Jawa dan mengenalkan nilai luhur kepada generasi muda.
Tenda pendaki terlihat di Pasar Bubar Puncak Merapi pada Jumat (11/5/2018) pagi pukul 10.41. /Istimewa-Twitter @BPPTKG
Harianjogja.com, BANTUL–Status aktivitas Gunung Merapi per Minggu (3/12/2023) adalah Siaga Level 3. Status tersebut membuat jalur pendakian Gunung Merapi telah ditutup sejak 2018. Meski begitu, masih ada beberapa pendaki yang nekat akan melakukan pendakian. Warga sekitar diharapkan dapat menjadi garda terdepan untuk mengingatkan pendaki.
Plt. Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah II Boyolali-Klaten, Balai Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) Akhmadi mengatakan pada 2023 ada beberapa pendaki dari dalam negeri yang akan mendaki, namun berhasil dicegah oleh warga setempat. Beberapa pendaki mengaku tidak mengetahui informasi ditutupnya jalur pendakian Gunung Merapi dan beberapa lainnya mengaku akan mendaki di Gunung Merbabu namun salah lokasi.
Menurut Akhmadi warga setempat memiliki peran yang sangat penting untuk mencegah masyarakat dalam negeri maupun mancanegara melakukan pendakian di Gunung Merapi.
“Bantuan kita sangat dibantu masyarakat lokal di perbatasan pintu masuk New Selo karena ada warga disana yang kita rekrut jadi tenaga bantu di PNGN ada keterkaitan bersama dan setiap kali patroli kita mengajak mereka, masyarakat mitra Polisi Kehutanan (Polhut), pas patroli kegiatan sosialisasi mereka sangat membantu kita,” ujarnya, Senin (4/12/2023).
Baca Juga:
Belasan Pendaki Terjebak di Letusan Marapi Belum Ditemukan
Tips Mendaki Gunung bagi Pemula
Jalur Pendakian Gunung Lawu dan Bukit Mongkrong Resmi Dibuka
Sementara berdasarkan rilis Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) pada Minggu (3/12/2023) tingkat aktivitas Gunung Merapi Siaga Level III. Dari visualnya, gunung dominan berkabut dan asap kawah tidak teramati. Sementara terjadi suara guguran 1 kali dengan intensitas sedang terdengar dari Pos Babadan. Kemudian terjadi pula kegempaan dengan 130 guguran, 167 hybrid atau fase banyak, 6 vulkanik dangkal dan 5 tektonik jauh. Kemudian laju rata-rata deformasi EDM Babadan sebesar 0,3 cm/hari dalam 3 hari terakhir.
“Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km. Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak,” sebagaimana tercantum di rilis.
Masyarakat direkomendasikan agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya. Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi serta mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.
Sementara dikutip dari laman X (Twitter) BPPTKG pada Senin (4/12/2023) teramati awan panas guguran (APG) ke arah Sungai Boyong dengan tinggi kolom erupsi kurang lebih 500 m di atas puncak, condong ke barat daya. Arah angin saat ini ke utara. Masyarakat untuk mewaspadai gangguan akibat abu vulkanik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kelurahan Tegalrejo menggelar Tedhak Siten untuk melestarikan budaya Jawa dan mengenalkan nilai luhur kepada generasi muda.
Polresta Magelang menggagalkan dugaan tawuran pelajar di Ngluwar. Sebanyak 12 orang diamankan dan tiga celurit disita sebagai barang bukti.
Kemenkeu memastikan anggaran Program Makan Bergizi Gratis dipisahkan dari anggaran pendidikan mulai APBN 2028 sesuai putusan MK.
APPBI menegaskan pemasangan pagar di sejumlah mal dilakukan demi ketertiban, bukan karena adanya kekhawatiran terhadap isu keamanan.
PHRI DIY menargetkan okupansi hotel 70% pada Agustus 2026 dengan menggenjot promosi wisata religi dan pasar korporasi di Jogja.
Kereta Petani dan Pedagang KAI telah melayani 35.843 pelanggan hingga Juli 2026, mendukung mobilitas dan aktivitas ekonomi masyarakat.