Advertisement

Retribusi KIR Dihapus, Sleman Kehilangan PAD Senilai Rp1,5 Miliar

Jumali
Senin, 04 Desember 2023 - 14:07 WIB
Sunartono
Retribusi KIR Dihapus, Sleman Kehilangan PAD Senilai Rp1,5 Miliar Suasana saat simulasi pelaksanaan Uji KIR di Dishub Sleman. - Harian Jogja/Abdul Hamid Razak

Advertisement

Harianjogja.com, SLEMAN—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman dipastikan kehilangan Pendapatan Asli Daerah (PAD) senilai Rp1,5 miliar dari sektor retribusi KIR atau pengujian kelayakan kendaraan bermotor pada 2024.

Hal ini menyusul adanya kebijakan dari Pemerintah Pusat yang mulai Januari 2024 menggratiskan biaya retribusi KIR.

Advertisement

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sleman Arip Pramana mengatakan penghapusan retribusi KIR berlandaskan dengan Undang-undang (UU) Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan Antar Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah.

BACA JUGA : Tak Pernah Naik sejak 1992, Disdag Jogja Atur Nominal Retribusi Pasar yang Baru

Selain itu ada aturan yakni, Peraturan Pemerintah (PP) 35 Tahun 2023 tentang Ketentuan Umum Pajak Daerah dan Retribusi Daerah yang mengatur adanya penggratisan biaya retribusi KIR.

"Ini akan berlaku pada awal 2024. Dan, kami harus melaksanakannya," kata Arip.

Adanya penghapusan retribusi, diakui Arip akan membuat pihaknya kehilangan PAD sebesar Rp1,4 miliar per tahun. Meski demikian, sesuai aturan daerah akan mendapatkan tambahan dari dana kompensasi pajak kendaraan bermotor. Hal ini sesuai dengan PP Nomor 35 Tahun 2023.

"Dan, kami sudah siap untuk kemungkinan tersebut," lanjut Arip.

Arip berharap dengan adanya pemberian gratis retribusi biaya KIR bisa dioptimalkan oleh masyarakat. Diharapkan, masyarakat akan berbondong-bondong datang ke tempat pengujian KIR untuk mengujikan kelayakan kendaraan mereka.

BACA JUGA : Tekan Kebocoran, Pemkab Temanggung Terapkan E-Retribusi Pasar

Di sisi lain, saat ini Pemkab Sleman tengah menyiapkan penambahan lajur pengujian, agar jumlah kendaraan yang diuji KIR bisa dioptimalkan.

"Yang sekarang kan baru satu lajur dan kemampuannya sekitar 80 kendaraan setiap hari. Nanti di pertengahan tahun, bisa dua jalur. Yang artinya bisa sekitar 150-160 kendaraan bisa diuji setiap harinya nanti," ucap Arip.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Gibran Enggan Beberkan Hasil Pembahasan Kementerian Baru dengan Prabowo di Kartanegara

News
| Sabtu, 24 Februari 2024, 08:27 WIB

Advertisement

alt

Pelancong Masuk ke Thailand Diwajibkan Bawa Uang Tunai Minimal Rp6,7 Juta

Wisata
| Jum'at, 23 Februari 2024, 17:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement