KAI Bandara Layani 41.483 Penumpang Selama HUT RI ke-81
KAI Bandara mencatat 41.483 penumpang pada 14–18 Agustus 2026 saat HUT RI ke-81, terdiri dari KA YIA Reguler dan Xpress.
Pelaksanaan ASPD di Kota Jogja, beberapa waktu lalu - Antara
Harianjogja.com, BANTUL–Asesmen Standarisasi Pendidikan Daerah (ASPD) dinilai sebagai upaya memetakan kualitas pendidikan di jenjang SD dan SMP. Pada penyelenggaraan ASPD tahun ajaran 2022/2023, ada siswa SD dan SMP di Bantul memperoleh nilai ASPD nyaris sempurna.
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Bantul, Isdarmoko menyampaikan ASPD merupakan salah satu tolak ukur keseriusan daerah dalam menangani isu-isu pendidikan. Menurutnya, ASPD menjadi simulasi untuk prestasi-prestasi peserta didik, pendidik, pengawas, dan satuan pendidikan di kancah nasional.
BACA JUGA: PSPD UGM Dorong Pengembangan Ekonomi Biru Melalui Jejaring Komunitas
Karena itu, menurut dia, Disdikpora Kabupaten Bantul berupaya meningkatkan kualitas pendidikan di jenjang tersebut dengan pendampingan kepada para guru agar dapat mendampingi siswa-siswi yang akan menjalani ASPD dengan baik. Dia pun mendorong agar para guru dan siswa dapat mempersiapkan ASPD dengan maksimal.
“Sejak awal [ASPD] harus disiapkan, siswa harus dikenalkan, guru harus diintervensi agar familiar dengan soal tipe tersebut, sehingga dapat diuji cobakan kepada siswanya. Itu supaya hasilnya bagus,” katanya melalui telepon Selasa (5/12/2023).
Dia menyampaikan pihaknya juga menggandeng beberapa stakeholder untuk dapat turut berpartisipasi meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Bantul, antara lain menggandeng komunitas yang bergerak di bidang pendidikan.
“ASPD menjadi rapot pendidikan, rapor mutu. Ini yang harus kita fokus untuk selalu meningkatkan rapor mutu kita, bagaimana kemampuan literasi, numerasi dan sebagainya. Ini yang menjadi komitmen kami, sehingga seluruh komunitas kita gerakkan untuk meningkatkan mutu pendidikan,” imbuhnya.
Dia menyampaikan Disdikpora Kabupaten Bantul telah memberikan apresiasi terhadap siswa peraih nilai tertinggi pada ASPD tahun 2022/2023 di Kabupaten Bantul untuk memacu peningkatan prestasi siswa.
“Kita ingin mendorong Kabupaten ini berprestasi. Peserta didik, pendidik, pengawas, dan satuan pendidikan mari kita berlomba untuk terus menjadi baik dan lebih baik lagi dari hari ke sehari. Selamat untuk para penerima penghargaan, semoga menjadikan motivasi bagi kita semua”, katanya.
Penghargaan ini diserahkan kepada beberapa penerima, yaitu 3 besar peserta peraih nilai ASPD, pengawas dengan satuan pendidikan yang masuk dalam 3 besar, 3 besar satuan pendidikan dengan hasil ASPD terbaik, dan 3 satuan pendidikan dengan peningkatan rata-rata nilai ASPD tertinggi. Seluruh penghargaan tersebut ditujukan untuk jenjang SD dan SMP sederajat.
BACA JUGA: Stok Pangan Jelang Nataru di Bantul Aman Meski Harga Masih Tinggi
Berdasarkan data Disdikpora Kabupaten Bantul, siswa yang memperoleh nilai rata-rata ASPD tertinggi jenjang SD tahun ajaran 2022/2023 yaitu Hanifa Vitria Ayu Maharani, SDN Banunjiwo yang memperoleh nilai baca tulis 95,00 numerasi 93,33 dan sains 97,14 dengan jumlah 285,47 atau rata-rata 95,16.
Sementara untuk nilai rata-rata ASPD tertinggi jenjang SMP tahun ajaran 2022/2023 diperoleh Shofi Rahayu Suciati, SMPN 2 Bantul yang memperoleh nilai Bahasa Indonesia 96,00, matematika 97,50, Bahasa Inggris 92,00, IPA 97,50 dengan jumlah 383,00 atau rata rata 95,75.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KAI Bandara mencatat 41.483 penumpang pada 14–18 Agustus 2026 saat HUT RI ke-81, terdiri dari KA YIA Reguler dan Xpress.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) DIY mendorong pelajar Sekolah Rakyat untuk membangun kebiasaan menabung sekaligus meningkatkan literasi keuangan
Sleman memperbaiki 32 saluran irigasi dengan dukungan APBN untuk menjaga kebutuhan air pertanian saat puncak musim kemarau.
Kelanjutan Jalan Plono-Nglinggo Kulonprogo belum pasti karena anggaran pusat. Warga Pagerharjo menanti pembangunan sepanjang 2 kilometer lebih.
Kementerian ATR/BPN meluncurkan tiga kebijakan baru pertanahan: pengukuran terjadwal, peralihan hak terintegrasi, dan organisasi berbasis wilayah.
Desain lebih ringkas, kapasitas tinta tinggi, dan konektivitas lebih cerdas untuk mendukung kebutuhan rumah tangga hingga UMKM