Ribuan Warga Padati Mubeng Beteng, Tapa Bisu Jadi Ruang Refleksi
Ribuan warga dan wisatawan mengikuti Mubeng Beteng malam 1 Sura di Jogja. Tradisi tapa bisu dinilai menjadi ruang refleksi dan healing bagi generasi muda.
Pelaksanaan ASPD di Kota Jogja, beberapa waktu lalu - Antara
Harianjogja.com, BANTUL–Asesmen Standarisasi Pendidikan Daerah (ASPD) dinilai sebagai upaya memetakan kualitas pendidikan di jenjang SD dan SMP. Pada penyelenggaraan ASPD tahun ajaran 2022/2023, ada siswa SD dan SMP di Bantul memperoleh nilai ASPD nyaris sempurna.
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Bantul, Isdarmoko menyampaikan ASPD merupakan salah satu tolak ukur keseriusan daerah dalam menangani isu-isu pendidikan. Menurutnya, ASPD menjadi simulasi untuk prestasi-prestasi peserta didik, pendidik, pengawas, dan satuan pendidikan di kancah nasional.
BACA JUGA: PSPD UGM Dorong Pengembangan Ekonomi Biru Melalui Jejaring Komunitas
Karena itu, menurut dia, Disdikpora Kabupaten Bantul berupaya meningkatkan kualitas pendidikan di jenjang tersebut dengan pendampingan kepada para guru agar dapat mendampingi siswa-siswi yang akan menjalani ASPD dengan baik. Dia pun mendorong agar para guru dan siswa dapat mempersiapkan ASPD dengan maksimal.
“Sejak awal [ASPD] harus disiapkan, siswa harus dikenalkan, guru harus diintervensi agar familiar dengan soal tipe tersebut, sehingga dapat diuji cobakan kepada siswanya. Itu supaya hasilnya bagus,” katanya melalui telepon Selasa (5/12/2023).
Dia menyampaikan pihaknya juga menggandeng beberapa stakeholder untuk dapat turut berpartisipasi meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Bantul, antara lain menggandeng komunitas yang bergerak di bidang pendidikan.
“ASPD menjadi rapot pendidikan, rapor mutu. Ini yang harus kita fokus untuk selalu meningkatkan rapor mutu kita, bagaimana kemampuan literasi, numerasi dan sebagainya. Ini yang menjadi komitmen kami, sehingga seluruh komunitas kita gerakkan untuk meningkatkan mutu pendidikan,” imbuhnya.
Dia menyampaikan Disdikpora Kabupaten Bantul telah memberikan apresiasi terhadap siswa peraih nilai tertinggi pada ASPD tahun 2022/2023 di Kabupaten Bantul untuk memacu peningkatan prestasi siswa.
“Kita ingin mendorong Kabupaten ini berprestasi. Peserta didik, pendidik, pengawas, dan satuan pendidikan mari kita berlomba untuk terus menjadi baik dan lebih baik lagi dari hari ke sehari. Selamat untuk para penerima penghargaan, semoga menjadikan motivasi bagi kita semua”, katanya.
Penghargaan ini diserahkan kepada beberapa penerima, yaitu 3 besar peserta peraih nilai ASPD, pengawas dengan satuan pendidikan yang masuk dalam 3 besar, 3 besar satuan pendidikan dengan hasil ASPD terbaik, dan 3 satuan pendidikan dengan peningkatan rata-rata nilai ASPD tertinggi. Seluruh penghargaan tersebut ditujukan untuk jenjang SD dan SMP sederajat.
BACA JUGA: Stok Pangan Jelang Nataru di Bantul Aman Meski Harga Masih Tinggi
Berdasarkan data Disdikpora Kabupaten Bantul, siswa yang memperoleh nilai rata-rata ASPD tertinggi jenjang SD tahun ajaran 2022/2023 yaitu Hanifa Vitria Ayu Maharani, SDN Banunjiwo yang memperoleh nilai baca tulis 95,00 numerasi 93,33 dan sains 97,14 dengan jumlah 285,47 atau rata-rata 95,16.
Sementara untuk nilai rata-rata ASPD tertinggi jenjang SMP tahun ajaran 2022/2023 diperoleh Shofi Rahayu Suciati, SMPN 2 Bantul yang memperoleh nilai Bahasa Indonesia 96,00, matematika 97,50, Bahasa Inggris 92,00, IPA 97,50 dengan jumlah 383,00 atau rata rata 95,75.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ribuan warga dan wisatawan mengikuti Mubeng Beteng malam 1 Sura di Jogja. Tradisi tapa bisu dinilai menjadi ruang refleksi dan healing bagi generasi muda.
Tekanan ban yang tepat membuat mobil lebih aman, nyaman, dan hemat BBM. Simak cara menentukan tekanan ban sesuai rekomendasi pabrikan.
Satgas PASTI mengungkap empat modus penipuan digital yang marak, mulai dari remote access hingga QRIS palsu.
Pemkab Batang mengambil alih pengelolaan parkir Alun-Alun Bandar untuk mencegah jual beli lapak dan menata ruang publik.
Lebih dari 1.300 RTLH direhabilitasi di DIY pada 2026, namun ribuan rumah di Sleman dan Bantul masih menanti penanganan.
Polresta Jogja menegaskan bahwa seluruh layanan SIM Keliling hanya melayani perpanjangan SIM A dan SIM C yang masih berlaku.