Advertisement

Siaga Darurat Kekeringan di Bantul Diperpanjang hingga Desember

Newswire
Rabu, 06 Desember 2023 - 15:47 WIB
Maya Herawati
Siaga Darurat Kekeringan di Bantul Diperpanjang hingga Desember Ilustrasi Kekeringan / Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, BANTUL—Kabupaten Bantul saat ini berstatus Siaga Darurat Bencana Kekeringan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul, memperpanjang status itu hingga akhir Desember, dari sebelumnya berakhir 30 November.

"Ada perpanjangan sampai 31 Desember. Pertimbangannya, karena masyarakat masih membutuhkan bantuan air akibat kekeringan," kata Komandan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Penanggulangan Bencana BPBD Bantul Aka Luk Luk Firmansyah saat dikonfirmasi di Bantul, Rabu (6/12/2023).

Advertisement

Meski pada awal Desember ini di wilayah DIY sudah masuk musim hujan, kata dia, namun hujan belum merata dan di Kabupaten Bantul intensitas hujan belum tinggi, sehingga belum berdampak pada ketersediaan air tanah maupun sumur warga.

"Dengan alasan kondisi hujan belum intens, artinya air belum meresap sampai ke dalam tanah, sehingga sumber-sumber air belum mencukupi untuk pemenuhan kebutuhan harian masyarakat," katanya.

Dengan perpanjangan status siaga darurat kekeringan tersebut, lanjutnya, maka BPBD Bantul juga selalu siaga dan siap memberikan bantuan distribusi air bersih ke  wilayah terdampak kekeringan.

"Dropping air ke wilayah terdampak kekeringan masih berjalan, kemudian jika ada kebutuhan permintaan bantuan air bersih tentunya akan tetap dilayani," katanya.

BACA JUGA: Ade Armando Dilaporkan ke Polda DIY Terkait Ucapan Politik Dinasti di Jogja

Dia menyebutkan berdasarkan infografis dropping air bersih Bantul, data masyarakat yang terdampak kekeringan pada 2023 hingga 3 Desember sebanyak 11.769 keluarga terdiri dari 46.552 jiw, yang tersebar di 11 kecamatan yang terdiri 25 kelurahan dan 80 pedukuhan (dusun).

Total bantuan air bersih yang didistribusikan sebanyak 10.155.000 liter dengan rincian dari BPBD Bantul sebanyak 632 tangki air, dari PMI Bantul sebanyak 630 tangki air, Dinsos Tagana Bantul sebanyak 344 tangki air, dan donasi dari luar sebanyak 225 tangki air.

Dia mencatat Kecamatan Dlingo menjadi wilayah yang paling terdampak kekeringan dengan didistribusikan sebanyak 4.610.000 liter air, kemudian Kecamatan Kasihan sebanyak 1.535.000 liter air, dan Kecamatan Pundong sebanyak 1.075.000 liter air.

Kemudian sisanya telah didistribusikan ke delapan kecamatan di Bantul yaitu wilayah Sedayu, Banguntapan, Piyungan, Pajangan, Pleret, Bambanglipuro, Pandak, dan Imogiri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Bertolak ke Melbourne, Jokowi hadiri KTT Asean-Australia

News
| Senin, 04 Maret 2024, 11:47 WIB

Advertisement

alt

Indonesia Bidik Turis Portugal sebagai Pasar Pariwisata

Wisata
| Minggu, 03 Maret 2024, 09:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement