PAD Wisata Gunungkidul Melejit, Dewan Minta Target Dinaikkan
PAD wisata Gunungkidul tembus Rp26 miliar hingga Mei 2026. DPRD meminta target pendapatan daerah dinaikkan saat APBD Perubahan.
Kondisi area parkir di Pantai Krakal, Tanjungsari yang tak terawat, Senin (11/12/2023)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Sarana parkir di Kawasan Pantai Krakal di Kalurahan Ngestirejo, Tanjungsari terancam mangkrak. Selain tidak ada kendaaraan yang parkir, di sekitar lokasi kini juga telah ditumbuhi rumput liar.
Salah seorang pengunjung Pantai Krakal, Soezi Andriana mengatakan di dekat pintu masuk Pantai Krakal terdapat tempat parkir untuk kendaraan yang berwisata. Meski demikian, fasilitas tersebut tidak digunakan karena kendaraan bisa tetap masuk mendekat ke Pantai. “Saya baru dari sana dan mobil bisa mendekat ke pantai dan tidak parkir di area yang telah disediakan,” kata Soezi kepada wartawan, Senin (11/12/2023).
Menurut dia, di lihat dari sisi lokasi, kawasan parkir ini sudah lama tidak terpakai. Hal itu terlihat dari kondisinya yang banyak ditumbuhi rumput liar sehingga terkesan tidak terawat. “Memang lokasinya agak jauh dari pantai. Mungkin itu, menjadi salah satu kendala yang menyebabkan area parkir tidak dipergunakan,” katanya.
Kepala Dinas Perhubungan Gunungkidul, Rakhmadian Wijayanto saat dikonfirmasi kemarin membenarkan keberadaaan area parkir di Pantai Krakal kurang berjalan dengan baik. Ia mengatakan, di awal 2022 sempat diuji coba bersamaan dengan peresmian showroom Industri Kecil Menengah (IKM) Pathilo.
Uji coba berlangsung selama satu minggu. Namun demikian, sambung dia, pelaksanaan tidak berjalan dengan efektif sehingga tidak dipergunakan sampai sekarang. “Sudah ada uji coba tetapi hasilnya tidak maksimal,” katanya.
Menurut dia, ada beberapa penyebab yang membuat area parkir menjadi kurang optimal. Salah satunya dikarenakan minim fasilitas pendukung seperti toilet, kamar mandi, hingga tempat istirahat para sopir belum dibangun.
Kondisi ini berdampak terhadap enggannnya rombongan wisatawan mermarkir kendaraan yang ditumpangi di tempat yang telah disediakan. “Sudah ada uji coba dengan mengarahkan ke tempat parkir di Pantai Krakal, tapi rombongan memilih untuk berwisata ke Pantai lain,” katanya.
Selain itu, juga sempat ada kebijakan mengharuskan setiap bus parkir di tempat ini. Namun, sambung Rakhmadian, para sopir mengeluh dan complain atas kebijakan tersebut.
BACA JUGA: Mangkrak sejak 2017, Intalasi Sindon Gunungkidul Tetap Dijaga
Ditambahkan dia, untuk menghidupkan Kembali Kawasan parkir di Pantai Krakal, sudah ada upaya mengajukan usulan pembangunan fasilitas pendukung. Hanya saja, ia mengakui hingga sekarang belum bisa direalisasikan. “Untuk aset, Kawasan parkir ini sebenarnya milik Dinas Pariwisata Gunungkidul. Tapi, tetap ada upaya agar fasilitas yang ada bisa difungsikan,” katanya.
Terpisah, Kepala Dispar Gunungkidul, Oneng Windu Wardhana mengatakan sesuai dengan rencana awal pembangunan area parkir sekaligus warung makan dan tempat souvenir. Namun dikarenakan terbatasnya anggaran, kios-kios di Kawasan sekitar belum dapat diselesaikan. “Masih ada upaya untuk memaksimalkan keberadaan area parkir di Pantai Krakal dengan meminta bantuan ke Pemerintah Pusat. Namun, hingga sekarang belum ada tindaklanjutnya,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PAD wisata Gunungkidul tembus Rp26 miliar hingga Mei 2026. DPRD meminta target pendapatan daerah dinaikkan saat APBD Perubahan.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo dari Tugu ke Palur. Simak jam keberangkatan lengkap dan imbauan penumpang.
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.
Jepang menang 1-0 atas Islandia dalam laga uji coba jelang Piala Dunia 2026. Momen ini juga menjadi laga perpisahan kapten Maya Yoshida di Stadion Nasional Toky
Rempah alami seperti bawang putih, kunyit, jahe, dan rosemary diketahui dapat membantu menurunkan kolesterol jahat. Simak penjelasan ilmiah dan cara konsumsinya
KTM terseret skandal dugaan manipulasi motor off-road agar bisa digunakan di jalan raya. Investigasi media Eropa mengungkap praktik penurunan tenaga mesin sebel