Delapan ASN Gunungkidul Kena Sanksi, DPRD Dukung Hukuman Tegas
Delapan ASN Gunungkidul dijatuhi sanksi hingga akhir Agustus 2026. Komisi A DPRD mendukung hukuman tegas sesuai tingkat pelanggaran.
Erwin, warga RT03, Padukuhan Sanggrahan saat menunjukan dinding rumah retak yang diduga karena pembanguann tol di belakang rumahnya, Selasa (19/12/2023)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, SLEMAN—Proyek pembangunan tol Jogja-Bawen seksi 1 dikeluhkan warga RT 03 di Padukuhan Sanggrahan, Tirtoadi, Mlati, Sleman. Pasalnya, lalu lalang kendaraan di sekitar proyek mengakibatkan rumah warga retak.
Salah satu keluhan diuangkapkan oleh Erwin yang rumahnya hanya berjarak satu meter dari proyek dan hanya terpisahkan sisa bangunan rumah yang telah dirobohkan. Dari belakang rumahnya tampak terlihat jelas tumpukan-tumpukan besi serta aktivitas pengerjaan tol.
Dia mengakui keretakan terjadi di dapur, ruang temah dan di salah satu kamar. “Bangunan rumah sudah ada sejak sebelum tol dibangun. Semenjak ada pembangunan ada retakan-retakan di tembok bagian belakang yang berbatasan dengan area pembangunan,” kata Erwin saat ditemui di rumahnya, Selasa (19/12/2023).
Dia mengakui kerusakan ini sudah disampaikan ke pihak tol dan sempat ada respon dengan mendatangi ke rumah. Hanya saja, hingga sekarang belum ada realisasi untuk perbaikan. “Harapannya bisa diperbaiki,” katanya.
BACA JUGA: Sowan Sultan Jogja, Perwakilan Kementerian PUPR Bahas Percepatan Tol Jogja-Solo
Erwin menduga tembok rumah retak dikarenakan lalu Lalang kendaraan berat, khususnya saat pemadatan calon jalan tol. Selain itu, juga ada karena aktvitas truk pengangkut material tanah urug ke lokasi pengerjaan. “Yang paling terasa pada saat pemadatan dengan alat berat. Rasanya seperti terjadi gempa karena ada getaran-getarannya,” ungkap Erwin.
Kepala Dusun Sanggrahan, Vivi Listyaningrum membenarkan adanya rumah rusak akibat pengerjaan proyek tol di wilayahnya. Menurut dia, ada beberapa dan kerusakan sudah dilaporkan ke pihak yang mengerjakan pembangunan. “Sudah ada respons terkait dengan hal itu [kerusakan rumah],” katanya.
Terpisah, Humas PT Jasamarga Jogja-Bawen, Rizky Nugraha mengatakan, akan mengecek detail kerusakan rumah warga Sanggrahan yang mengalami keretakan. Pihaknya akan berkoordinasi dengan PT Adhikarya selaku kontraktor pelaksana pembangunan jalan tol Jogja-Bawen Seksi 1. “Nanti tim proyek akan kesana untuk mengeceknya,” kata Rizky.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Delapan ASN Gunungkidul dijatuhi sanksi hingga akhir Agustus 2026. Komisi A DPRD mendukung hukuman tegas sesuai tingkat pelanggaran.
Jogja Coffee Week #6 digelar 4-6 September 2026 di JEC. Ada kompetisi kopi, business summit, hingga 191 booth dari dalam dan luar negeri. Tiket mulai Rp15.000!
Jangan hanya melihat kamera 50 MP atau layar AMOLED. Simak tips memilih HP mid-range agar tidak salah beli dan sesuai kebutuhan.
Timnas Indonesia U-20 memuncaki klasemen Grup H Kualifikasi Piala Asia U-20 2027 setelah menang 3-0 atas Laos dan unggul selisih gol dari Australia.
Tanggal 4 September diperingati sebagai Hari Pelanggan Nasional dan Hari Solidaritas Hijab Internasional. Simak sejarah serta makna kedua peringatan tersebut.
BMKG memprakirakan cuaca Jogja dan seluruh wilayah DIY cerah pada Jumat 4 September 2026. Suhu udara berkisar 23-32 derajat Celsius.