Target RPJMD DIY Dikejar di Tahun Terakhir, Kemiskinan Jadi Tantangan
RPJMD DIY 2022-2027 masuk tahun terakhir. Pemda optimistis capai target meski kemiskinan dan ketimpangan masih jadi tantangan.
Komplotan copet telah diringkus polisi di Polresta Jogja, Kamis (28/12/2023)/Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA—Komplotan copet lintas daerah berencana beraksi di Malioboro pada malam pergantian tahun besok. Beruntungnya, sebelum itu Satreskrim Polresta Jogja berhasil menangkap komplotan yang berasal dari Jakarta ini.
Kasatreskrim Polresta Jogja, AKP MP. Probo Satrio menjelaskan komplotan copet ini terdiri dari lima orang, yakni TK, perempuan, 44; AB, perempuan, 30; FES, perempuan, 53; MY, laki-laki 40; DI, laki-laki, 44. Kelimanya berdomisili di Jakarta.
Polresta Jogja menerima laporan pencopetan yang dilakukan oleh komplotan ini pada Sabtu (23/12/2023) lalu. “Tetapi kejadiannya 28 Oktober 2023. Perkaranya pencurian dengan pemberatan dengan modus copet. Pencopetan terjadi sekitar pukul 18.00 WIB di toko Miniso, Malioboro,” ujarnya kepada wartawan, Kamis (28/12/2023).
Dia menceritakan kronologi kejadian ini bermula sekitar pukul 16.30 WIB, korban bersama anak perempuannya berjalan-jalan di Malioboro. Mereka sempat makan di Hoka Hoka Bento dan ke toko Miniso untuk membeli barang. Saat hendak membayar, anak korban menyampaikan kalau ponsel yang sebelumnya disimpan di tas gendongnya tidak ada.
Mereka pun lalu kembali ke Hoka Hoka Bento untuk mencari ponselnya tetapi tidak ketemu. “Pelapor ingat sempat ditegur pegawai toko Miniso untuk menutup retsleting tas. Dari situ korban berpikir handphone telah hilang dicuri. Setelah itu pelapor datang ke toko Miniso untuk minta bantuan melihat rekaman CCTV,” katanya.
Ternyata peristiwa pencopetan itu terekam kamera CCTV yang berada di depan toko Miniso. Handphone di dalam tas gendong diambil oleh seorang perempuan. “Hasil analisa tim kami, ternyata pencopetan dilakukan oleh kelompok,” ungkapnya.
BACA JUGA: Psikolog : Tak Tahu Malu, Hanya di Indonesia Koruptor Wajahnya Cengar Cengir
Kelompok ini diketahui sudah berada di luar daerah, tetapi berdasarkan informasi akan kembali ke Jogja untuk beraksi pada malam pergantian tahun. Komplotan ini baru ditangkap ketika keluar dari Plaza Ambarrukmo, belum lama ini.
“Para pelaku memang rencananya akan melancarkan pencopetan di Jogja pada puncak liburan Natal dan Tahun Baru 2024, di mana wisatawan di Malioboro akan sangat padat dan memungkinkan akan mendapatkan hasil yang banyak,” paparnya.
Dari hasil pemeriksaan, pada saat melaksanakan aksinya pada 28 Oktober 2023 lalu, dalam setengah hari komplotan ini berhasil mendapatkan tujuh korban di sepanjang Malioboro. Kemudian sebelum kembali ke Jogja, komplotan ini juga sempat mencopet di Semarang, Jawa Tengah.
Dalam menjalankan aksinya, komplotan ini selalu beraksi secara berkelompok. TK merupakan pemimpin kelompok sekaligus bertugas sebagai eksekutor dan penjual barang. Setelah mengambil barang dari korban, rengan cepat eksekutor mengoper barang ke pelaku-peleku lainnya.
Atas perbuatannya, kelima pelaku disangkakan melanggar Pasal 363 yakni tentang pencurian dengan pemberatan, dengan ancaman tujuh tahun. “Kami berpesan para wisatawan dan masayrakat selalu berhati-hati. Tas selalu ditaruh di depan. Karena ini musim liburan, kalau bepergian selalu dicek keamanannya,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
RPJMD DIY 2022-2027 masuk tahun terakhir. Pemda optimistis capai target meski kemiskinan dan ketimpangan masih jadi tantangan.
Kementerian HAM mendukung potongan aplikator ojol maksimal 8 persen demi perlindungan pekerja digital dan keadilan ekonomi platform.
Selamat pagi pembaca setia Harianjogja.com. Semoga aktivitas Anda hari ini berjalan lancar dan penuh energi positif. Dari tlatah Ngayogyakarta Hadiningrat.
Permintaan pisau kurban dan kapak sembelih di Kulonprogo melonjak hingga 100 persen menjelang Iduladha 2026.
9 WNI peserta flotilla Gaza ditangkap Israel. Kemlu RI bergerak cepat menempuh jalur diplomatik dan perlindungan kekonsuleran.
BPKAD Kota Jogja mengimbau warga membayar pajak daerah lewat virtual account agar lebih aman dan terhindar dari modus penipuan.