Event Jogja Mei: TBY Gelar Tari Kontemporer Lintas Generasi
TBY menggelar Ekspresi Seni Kontemporer Lintas Generasi di Jogja dengan menghadirkan tiga koreografer dari generasi berbeda.
Pohon tumbang akibat angin kencang di wilayah Tempel, Sleman, beberapa waktu lalu. - Antara
Harianjogja.com, JOGJA—Hujan deras dan angin kencang melanda wilayah DIY Rabu (3/1/2024). Hujan yang disertai angin kencang itu dilaporkan memporak-porandakan fasilitas umum dan rumah warga di sejumlah daerah.
Kepala Bidang Penanganan Darurat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY, Lilik Andi Aryanto menjelaskan Kamis (4/1/2024) telah dikirimkan bantuan ke masing-masing BPBD Kabupaten Kota. Berikut ini daftar titik di tiap wilayah di DIY yang terdampak bencana, pada Rabu:
Bencana melanda di 13 kapanewon di Kabuapten Gunungkidul.
Korban: satu korban luka ringan dan satu korban luka ringan.
Jenis: Pohon tumbang (52 titik), rumah rusak (124 unit), akses jalan (8 titik), Faskes (1 titik), fasilitas pemerintahan (1 titik), tempat usaha (6 titik), kandang ternak (5 titik), kendaraan (1 unit R2), tempat ibadah (2 Unit) dan jaringan listrik (7 titik).
BACA JUGA: Sepekan ke Depan DIY Diprediksi Dilanda Cuaca Ekstrem, Ini Pemicunya
Di Kabupaten Sleman total ada tujuh kapanewon yang terdampak.
Jenis: pohon tumbang (23 titik), akses jalan (10 titik), jaringan listrik (3 titik) jaringan telpon (1 titik) jaringan internet (2 titik), PJU (1 titik), atap berterbangan (2 titik) rumah (9 titik) tempat usaha (1 titik), pasar (1 titik) fasilitas pemerintahan (1 unit).
Sedangkan di Kota Jogja terjadi di empat kemantren.
Jenis: talut longsor (1 titik), pohon tumbang (4 unit) akses jalan (3 titik) fasilitas pemerintah (1 unit), kendaraan (1 unit R4), kabel telpon (1 unit), kabel PJU (1 unit).
Di Kabupaten Bantul 11 kapanewon terdampak.
Jenis: rumah (8 titik), tempat usaha (4 titik), akses jalan (9 titik), kendaraan (1 unit) jaringan listrik (9 titik), jaringan telekomunikasi (1 titik) dan lain-lain (1 titik). Terakhir di Kulonprogo terdampak di tiga kapanewon yang mengakibatkan akses jalan rusak (3 titik), jaringan internet (1 titik), jaringan listrik (1 unit), pohon tumbang (6 titik) dan rumah rusak (1 unit)
"Warga kami imbau melakukan pemangkasan pohon lapuk dan cabang berlebih yang berpotensi mengancam jika terjadi angin kencang. Jika terjadi hujan deras disertai angin kencang untuk menghindari pohon besar, tiang listrik, baliho, daerah rawan longsor dan Daerah Aliran Sungai," kata Lilik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
TBY menggelar Ekspresi Seni Kontemporer Lintas Generasi di Jogja dengan menghadirkan tiga koreografer dari generasi berbeda.
Polres Ponorogo menggeledah ponpes di Jambon usai pimpinan pesantren jadi tersangka pencabulan santri. Polisi sita sejumlah barang bukti.
Harga sembako Banyumas jelang Iduladha 2026 masih stabil. Harga sapi dan domba naik, namun stok pangan dipastikan tetap aman.
BMKG DIY memperingatkan potensi El Nino 2026 yang memicu musim kemarau lebih kering dan risiko kekeringan ekstrem mulai Juli hingga Oktober.
Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (SV UGM) menyelenggarakan SV Career Days UGM 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM mulai Kamis (21/5/2026)
Gapasdap mengungkap 7 kapal tenggelam di Gilimanuk diduga akibat truk ODOL. Pelanggaran muatan berlebih kini ancam keselamatan pelayaran.