Visi Bupati Sleman 2025-2029 Diterjemahkan ke Program OPD
Sekda Sleman Abu Bakar memastikan visi-misi pembangunan 2025-2029 diterjemahkan menjadi program dan indikator kinerja setiap OPD.
Petani menyiapkan lahan di lahan Padukuhan Gading I, Kalurahan Gading, Playen, Gunungkidul pada Sabtu (7/1/2024)./Harian Jogja-Andreas Yuda Pramono
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Gunungkidul menyampaikan bahwa sektor pertanian padi di zona selatan Gunungkidul tak lagi jadi masalah setelah hujan sempat turun selama tiga hari lalu.
Sekretaris DPP Gunungkidul, Raharjo Yuwono mengatakan petani Gunungkidul terbiasa dengan sistem budi daya atau menanam ngawu-awu. Menggunakan sistem tersebut berarti benih padi justru ditanam sebelum musim hujan tiba.
“Hal ini dilakukan dengan harapan menghemat air untuk pertanaman musim berikutnya, serta kecukupan tenaga kerja masing-masing untuk olah lahan dan tebar benih,” kata Raharjo dihubungi, Sabtu (7/1/2024).
Raharjo menambahkan sistem tanam ngawu-awu tersebut dilakukan sebelum diprediksi gagal karena perubahan iklim.
Dia mengaku El-Nino menyebabkan kemarau lebih panjang dan kering sehingga musim hujan mundur pada Januari 2024.
Padahal banyak petani khususnya di zona selatan telah menanam sejak bulan November dan Desember 2023.
Berdasarkan laporan DPP Gunungkidul, luasan tanam padi dan jagung serta kedelai sampai 31 Desember 2023 mencapai 11.569 hektare. Dari angka itu, luas tanam padi sebanyak 9.774 hektare dan luas tanam jagung dan luas tanam kedelai 4 hektare.
Sementara itu, Kepala DPP Gunungkidul, Rismiyadi mengatakan bahwa berdasarkan laporan lapangan, hujan turun merata di seluruh Gunungkidul selama dua hari sehingga jajarannya mengimbau petani segera melakukan penanaman musim tanam pertama.
BACA JUGA: Gunungkidul Butuh Regenerasi Petani
Sebelumnya, DPP telah melakukan monitoring. Hasil monitoring tersebut adalah ada pertanaman padi yang terlanjur tumbuh dan mengalami kekeringan. Intensitas kekeringan dari ringan sampai berat.
Sementara itu, Koordinator Penyuluh Pertanian Lapangan di Balai Penyuluh Pertanian Tanjungsari, Wahyudi mengatakan hujan di Kapanewon Tanjungsari turun selama dua hari. Dia menerangkan curah hujan pada 4 Januari 2024 sebesar 40 milimeter dan 5 Januari 2024 sebesar 16 milimeter.
Ketua Kelompok Tani Karya Tani Padukuhan Dunggubah II, Duwet, Wonosari, Samidi mengaku hujan yang turun memberikan harapan kepada benih yang telah ditanam sejak bulan November dan Desember 2023.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sekda Sleman Abu Bakar memastikan visi-misi pembangunan 2025-2029 diterjemahkan menjadi program dan indikator kinerja setiap OPD.
Pedal rem mobil tiba-tiba keras bisa menandakan masalah pada booster, minyak rem, kampas hingga komponen pengereman lainnya.
Longsor salju menerjang Base Camp Himlung Himal di Nepal. Empat jenazah ditemukan, sementara 12 orang masih hilang.
Klasemen FIFA ASEAN Cup 2026 setelah Indonesia vs Malaysia 0-0. Simak posisi Garuda dan skenario laga terakhir melawan Bangladesh.
Hasil Belgia vs Prancis berakhir 0-1. Michael Olise mencetak gol menit ke-88 dan membawa Les Bleus ke puncak Grup A1.
Jadwal FIFA ASEAN Cup 2026 hari ini menghadirkan Thailand vs Vietnam. Simak jam pertandingan dan persaingan Grup B.