Sekolah Lansia Sleman Dorong Warga Tua Tetap Sehat dan Mandiri
Sebanyak 195 lansia di Sleman diwisuda dari Sekolah Lansia Standar 2 pada 2026. Program ini mendorong lansia sehat, mandiri, aktif, dan produktif.
Ilustrasi pedagang bawang merah dan bawang putih di pasar tradisional./Harian Jogja
Harianjogja.com, SLEMAN—Sempat melonjak di musim libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), harga sejumlah bahan pangan mulai berangsur menurun di pekan kedua Januari. Akan tetapi, hujan yang mulai intens terjadi di sejumlah wilayah justru membuat harga beberapa komoditas mulai merangkak naik.
Kepala Bidang Usaha Perdagangan Disperindag Sleman, Kurnia Astuti mengungkapkan harga sejumlah bahan pangan mulai menurun pekan ini.
Komoditas seperti cabai, ayam hingga telur menjadi beberapa bahan pangan yang harganya menurun di sejumlah pasar pantauan. "Untuk saat ini kami cek dari hasil pemantauan harga terutama di beberapa pasar mulai ada penurunan. Misalkan cabai ini sedikit mulai penurunan, terus ayam sedikit menurun, telur juga," kata Nia pada Senin (8/1/2024).
Harga cabai memang tengah turun besar-besaran. Cabai merah misalnya, di Sleman rata-rata harganya turun Rp2.143 menjadi Rp73.571 per kilogram.
Sementara untuk cabai merah keriting rata-rata harganya turun Rp1.875 menjadi di kisaran Rp58.125 per kilogram. Cabai rawit hijau kini dibanderol dengan rata-rata harga Rp37.750 per kilogram turun Rp2.250 dari harga sebelumnya.
Terakhir rata-rata harga rawit merah turun sampai Rp5.250 menjadi Rp56.500per kilogram. "Yang agak perlu diwaspadai justru ini bawang merah. Bawang merah hari ini terpantau naik cukup signifikan," ungkapnya.
Di Sleman, harga rata-rata bawang merah memang mulai naik di kisaran Rp800-900 per kilogram. Rata-rata harganya berkisar di angka Rp37.875 per kilogram.
Sementara bawang putih rata-rata naik Rp500 per kilogram. Harganya berkisar di angka Rp38.750 per kilogram. "Mungkin prediksi kami karena hujan, jadi produksi bawang merah yang di Brebes mungkin terpengaruh oleh faktor hujan," kata Nia.
"Sehingga efeknya bawang merah naik, bawang putih juga ikutan naik," lanjutnya.
Tak hanya harga bawang-bawangan yang naik lantaran terdampak cuaca, komoditas perikanan juga mulai mengalami kenaikan harga di musim hujan.
Ikan bandeng kini dibanderol dengan harga Rp38.000 per kilogram naik Rp1.250 dari pekan sebelumnya. Sementara untuk ikan tongkol dan ikan kembung mengalami kenaikan harga di kisaran Rp250 untuk tiap kilogramnya. "Produk perikanan ini terpantau ikan tongkol, ikan bandeng dan udang ini agak naik. Mungkin karena faktor angin, jadi nelayan tidak banyak yang melaut," tandasnya.
BACA JUGA: Panen Padi Masih Minim, Ini Update Harga Beras DIY
Wakil Lurah Pasar Sleman, Sarjiyem tak menampik penurunan harga bahan pangan yang telah terjadi. Di Pasar Sleman, harga cabai memang terpantau melorot usai libur Nataru. "Iya ada yang mengalami penurunan terutama cabai," ungkapnya.
Pola semacam ini kerap terjadi saat libur Nataru. Saat permintaan meningkat di liburan harga bahan pangan akan naik. Lalu setelah liburan usai, harga bahan pangan akan berangsur menurun. "Kalau ini kan sudah stabil kemarin," ujarnya.
Sementara untuk komunitas bawang dan perikanan di Pasar Sleman harganya mulai naik meskipun belum terlalu tinggi. "Iya [naik], tapi naiknya enggak terlalu [banyak]," tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 195 lansia di Sleman diwisuda dari Sekolah Lansia Standar 2 pada 2026. Program ini mendorong lansia sehat, mandiri, aktif, dan produktif.
iPhone 18e dirumorkan membawa chip A20 2nm dan kamera depan 24MP, tetapi tetap memakai layar OLED 60Hz. Peluncurannya diprediksi pada 2027.
Laga Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia ditunda akibat cuaca buruk. Pertandingan dijadwalkan ulang pada 28 dan 31 Oktober 2026.
Karyawan menolak PHK? Simak batas waktu mengajukan keberatan, proses bipartit, penyelesaian perselisihan, dan aturan pesangon.
Indonesia naik ke peringkat kedua destinasi ramah Muslim dunia versi GMTI 2026 dengan skor 79, menyamai Türkiye dan Arab Saudi.
BPBD Gunungkidul menyatakan belum menerima laporan kerusakan setelah gempa M5,4 pada Selasa malam. Warga diimbau tetap tenang dan mengikuti informasi BMKG.