Jembatan Tua Kewek Dibongkar Mei, Diganti Struktur Baru
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Ilustrasi./Harian Jogja
Harianjogja.com, JOGJA—Dalam beberapa tahun terakhir, angka penerimaan mahasiswa di perguruan tinggi swasta (PTS) terus berkurang. Meski demikian PTS tetap diharapkan dapat terus menampung mahasiswa dari berbagai daerah.
Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah V Yogyakarta, Aris Junaidi menjelaskan tren penerimaan mahasiswa baru di PTS memang menurun, tetapi tidak signifikan. “Hanya pendistribusian ke beberapa prodi ada yang gemuk, ada yang turun drastis. Memang menurun tetapi tidak mencolok, hanya beberapa penurunan dari segi data,” ujarnya, Senin (15/1/2024).
Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang merekrut mahasiswa jalur mandiri dinilai menjadi salah satu penyebab penurunan ini. Namun, dia memastikan setiap tahun pemerintah mengeluarkan pedoman penerimaan mahasiswa baru bagi PTN. “Pedoman sudah di-launching di Peraturan Menteri pada Desember 2023 lalu. Untuk jalur mandiri kuotanya masih sama, tidak berubah dari tahun sebelumnya, maksimal 50 persen. Soal masa pendaftaran saya belum baca di peraturan baru, apakah sama atau tidak,” katanya.
Dia menegaskan pemerintah masih berharap PTS di DIY untuk terus menampung mahasiswa. “Karena memang animo mahasiswa sangat tinggi, sehingga PTS masih sangat diharapkan terus merekrut atau menampung mahasiswa dari berbagai provinsi untuk melanjutkan studi lanjut,” ungkapnya.
Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) Yogyakarta, Fathul Wahid menuturkan penurunan keterisian kursi PTS sudah terjadi dalam beberapa tahun terakhir. “Sebabnya sangat mungkin beragam. Termasuk di antaranya adalah pendekatan 'kapal keruk' yang dipilih beberapa PTN,” katanya.
Dengan pendekatan tersebut, PTN meningkatkan cacah mahasiswa secara tidak wajar. Hal ini menyebabkan lebih banyak mahasiswa yang masuk ke PTN. Pemerintah perlu turun tangan mengatasi permasalahan ini, mengingat PTS masih memiliki peran besar.
“Peran PTS harus didudukkan dengan baik oleh negara. Lebih dari separuh mahasiswa Indonesia di PTS. Bahkan di beberapa provinsi proporsinya bisa sangat fantastik. Di Sumatera Utara, misalnya, lebih dari 75 persen mahasiswa menuntut ilmu di PTS. Di DKI Jakarta, angkanya mencapai 85 persen,” paparnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Pelajar asal Ngampilan tewas dibacok dalam aksi klitih di Kotabaru Jogja setelah diduga dikejar pelaku dari Jalan Magelang.
Wali Kota Solo Respati Ardi mengevaluasi petugas keamanan Stadion Manahan setelah kasus hilangnya sepeda Polygon viral di media sosial.
Polres Jayawijaya mencatat 24 korban tenggelam akibat jembatan gantung Wouma putus di Wamena berhasil dievakuasi tim gabungan.
Polresta Sleman buka suara soal curhatan Shinta Komala yang mengaku jadi korban kriminalisasi terkait dugaan penggelapan iPhone.
Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta menunda keberangkatan 89 calon haji nonprosedural yang memakai visa kerja hingga iqama.