Advertisement

Ngaku-Ngaku Penjabat Walikota Jogja, Ternyata Penipu Berkedok Pembagian Donasi

Alfi Annisa Karin
Kamis, 18 Januari 2024 - 15:17 WIB
Abdul Hamied Razak
Ngaku-Ngaku Penjabat Walikota Jogja, Ternyata Penipu Berkedok Pembagian Donasi Ilustrasi

Advertisement

Harianjogja.com, UMBULHARJO—Beberapa waktu lalu Penjabat Wali Kota Jogja Singgih Raharjo mengunggah informasi di sosial medianya, terkait pihak tak bertanggung jawab yang mengaku sebagai dirinya.

Singgih mengunggah sebuah tangkapan layar berisi percakapan antara penipu dengan Admin Pengurus Gereja Orthodox Ag. Dionysios dari Zakynthos. Dari percakapan itu, penipu tampak ingin memberikan bantuan donasi sebagai kedok.

Advertisement

Bahkan, pesan itu juga menyasar pada beberapa gereja lainnya. Salah satunya admin komunikasi Gereja Bethel Indonesia. Pada unggahan di sosmednya itu, Singgih turut menyematkan keterangan "Ini bukan nomor HP saya, hati-hati penipuan".

BACA JUGA: Alhamdulillah, Pajak Kos-Kosan di Sleman Resmi Dihapuskan

Saat ditemui di Balai Kota Jogja, Singgih mengaku banyak menerima informasi dari para kolega. Mereka mengonfirmasi soal kebenaran nomor yang katanya ingin memberikan donasi itu. Namun, Singgih membantah. Dia mengaku hanya punya satu nomor WA.

"Jangan tergiur dengan iming-iming yang disampaikan mengaku atas nama saya. Itu pasti sangat merugikan," katanya ditemui di Balai Kota Jogja, Kamis (18/1).

Kejadian semacam ini bukan baru pertama kali menimpa Singgih. Di awal masa jabatannya sebagai Penjabat Wali Kota, ada juga nomor penipu yang mengaku sebagai dirinya. Saat ini, Singgih tengah meminta Dinas Kominfosan untuk melakukan penelusuran. Sekaligus memblokir nomor itu.

"Hati-hati karena saya hanya punya satu nomor. Jangan mudah percaya, lebih baik cross check kepada saya," imbaunya.

Pendeta Gereja Bethel Indonesia Kornelius Setiawan menuturkan modus pelaku diawali dengan mengenalkan diri sebagai Penjabat Wali Kota Jogja. Lalu, dilanjutkan dengan mengirim bukti transfer fiktif.

BACA JUGA: Didesak Mundur oleh PDIP Jadi Walikota Surakarta, Ini Reaksi Gibran

Pelaku lalu mengatakan jumlah transfer melebihi nominal donasi yang dimaksudkan. Lantas mengarahkan agar pihak penerima pesan mentransfer balik kelebihan uang tersebut. Dia mengaku menaruh curiga. Kornelius kemudian melakukan konfirmasi ke Pemkot Jogja.

"Saya lalu langsung menghubungi Pemkot Jogja untuk konfirmasi dan ternyata itu adalah modus penipuan,” ungkapnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Fakta Baru Terungkap di Balik Serangan AS ke Iran

Fakta Baru Terungkap di Balik Serangan AS ke Iran

News
| Sabtu, 04 April 2026, 22:47 WIB

Advertisement

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Wisata
| Jum'at, 03 April 2026, 12:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement