Advertisement
Tekan Anggaran, Pemkot Jogja Pangkas BBM dan Perjalanan Dinas
Ilusrasi kunjungan kerja. - Bisnis Indonesia/Felix Jody Kinarwan
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA — Upaya penghematan anggaran mulai diterapkan serius oleh Pemerintah Kota Yogyakarta. Salah satu langkah yang diambil adalah membatasi penggunaan bahan bakar minyak (BBM) untuk kendaraan dinas.
Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo, menyatakan setiap mobil dinas hanya diperbolehkan mengisi maksimal lima liter BBM per hari. Adapun sepeda motor dinas dibatasi satu liter per hari. Kebijakan ini akan mulai diberlakukan dalam waktu dekat.
Advertisement
Langkah tersebut diambil untuk menekan beban belanja daerah yang selama ini cukup besar di sektor BBM. Dengan pembatasan ini, Pemkot menargetkan pengeluaran tahunan bisa ditekan signifikan, dari sekitar Rp10,7 miliar menjadi kisaran Rp6 miliar.
Pola Kerja Ikut Disesuaikan
BACA JUGA
Tak hanya soal BBM, Pemkot juga mengatur ulang sistem kerja aparatur sipil negara (ASN). Mulai pekan depan, skema work from home (WFH) akan diterapkan setiap hari Jumat.
Namun, kebijakan ini tidak berlaku untuk layanan publik. Pejabat struktural tetap diwajibkan hadir di kantor, sementara pegawai lainnya diberi fleksibilitas bekerja dari rumah.
Kendaraan Tua Disiapkan untuk Dilelang
Efisiensi juga menyasar aset kendaraan. Pemkot akan melakukan pendataan ulang terhadap kendaraan dinas, khususnya yang sudah berusia tua dan tidak efisien.
Unit yang dinilai boros dan rawan rusak akan dilepas melalui mekanisme lelang. Kebijakan ini diharapkan dapat merampingkan jumlah kendaraan operasional sekaligus menekan biaya perawatan.
“Tidak semua kebutuhan harus dipenuhi dengan kendaraan dinas. Yang sudah tidak efisien lebih baik dilepas,” ujar Hasto.
Perjalanan Dinas dan Mobilitas Dibatasi
Selain itu, frekuensi perjalanan dinas ASN juga dipangkas. Perjalanan dalam negeri dikurangi hingga separuh, sedangkan perjalanan luar negeri ditekan lebih jauh.
ASN pun mulai diarahkan untuk mengubah kebiasaan mobilitas. Untuk aktivitas jarak dekat, pegawai dianjurkan berjalan kaki atau menggunakan sepeda.
Hasto menegaskan, dirinya juga akan mengikuti aturan pembatasan BBM tersebut sebagai bentuk komitmen.
Kendati berbagai kebijakan efisiensi diterapkan, Pemkot memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal tanpa penurunan kualitas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Malioboro Ditutup saat Kirab HUT Sultan HB X, Ini Rute Pengalihan Arus
- Ramp Tol Jogja-Solo di Trihanggo Dikebut, Gerbang Tol Segera Dibangun
- Kulonprogo Siapkan Skema Nunut ASN untuk Tekan BBM
- Jadwal Terbaru KA Prameks Jogja-Kutoarjo, 2 April 2026
- Aniaya Pengguna Jalan di Muja Muju, Bang Jago Ngopo Diringkus Polisi
Advertisement
Advertisement










