Advertisement

BPS Kota Jogja Wanti-wanti Lonjakan Inflasi Maret 2026

Stefani Yulindriani Ria S. R
Kamis, 02 April 2026 - 15:37 WIB
Abdul Hamied Razak
BPS Kota Jogja Wanti-wanti Lonjakan Inflasi Maret 2026 Pertumbuhan ekonomi ilustrasi. - Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA — Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Jogja mengeluarkan sinyal kewaspadaan terhadap potensi kenaikan inflasi pada Maret 2026. Lonjakan harga bahan bakar minyak (BBM) serta ketidakpastian global dinilai menjadi pemicu utama tekanan harga di daerah.

Kepala BPS Kota Jogja, Joko Prayitno, mengungkapkan indikasi inflasi mulai terasa sejak awal bulan seiring kenaikan harga bensin.

Advertisement

“Sejak awal Maret, bensin sudah mengalami kenaikan. Ini menjadi indikator kuat bahwa inflasi berpotensi meningkat, meskipun harga komoditas lain relatif stabil,” ujarnya, Kamis (2/4/2026).

Ia menjelaskan, BBM merupakan komoditas strategis yang berdampak luas terhadap berbagai sektor. Kenaikan harga energi ini akan mendorong biaya distribusi, yang pada akhirnya memicu kenaikan harga barang dan jasa.

Menurutnya, meskipun tidak diikuti kenaikan komoditas lain, lonjakan harga BBM saja sudah cukup menjadi pendorong inflasi.

“Kecuali ada komoditas lain yang harganya turun signifikan untuk menyeimbangkan, maka inflasi tetap akan terjadi,” katanya.

Lebih lanjut, Joko memaparkan bahwa inflasi di Kota Jogja dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Dari sisi internal, komoditas kebutuhan pokok seperti beras dan cabai masih bisa dikendalikan melalui intervensi pemerintah daerah, misalnya lewat operasi pasar atau subsidi distribusi.

Sementara itu, faktor eksternal seperti harga emas dan BBM berada di luar kendali daerah karena bergantung pada kebijakan nasional serta dinamika pasar global.

“Pemerintah daerah tidak bisa melakukan intervensi langsung terhadap harga BBM atau emas karena sangat bergantung pada faktor eksternal,” jelasnya.

Ia juga menyoroti kondisi konflik global yang belum mereda turut memberi tekanan tambahan. Gangguan rantai pasok energi dunia menyebabkan pasokan bahan bakar terganggu dan berimbas pada kenaikan harga di dalam negeri.

BPS memperkirakan, jika tren kenaikan harga BBM berlanjut hingga April, komoditas ini akan kembali menjadi penyumbang utama inflasi di Kota Jogja.

“Masyarakat kami imbau untuk mewaspadai potensi kenaikan harga, terutama barang dan jasa yang sangat bergantung pada distribusi logistik,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terkait

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Dapur MBG Banyak Disetop Sementara, Ini yang Terjadi di Lapangan

Dapur MBG Banyak Disetop Sementara, Ini yang Terjadi di Lapangan

News
| Kamis, 02 April 2026, 17:27 WIB

Advertisement

Blunder! Iklan Bus Skotlandia Gunakan Pemandangan China

Blunder! Iklan Bus Skotlandia Gunakan Pemandangan China

Wisata
| Rabu, 01 April 2026, 09:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement