Kasus Baru HIV di Kota Jogja Turun, Ada Temuan 41 Kasus hingga Juni 2026
Dinkes Kota Jogja mencatat 41 kasus baru HIV hingga triwulan II 2026, turun dibandingkan 118 kasus pada 2024 dan 98 kasus pada 2025.
Pertumbuhan ekonomi ilustrasi./Freepik
Harianjogja.com, JOGJA — Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Jogja mengeluarkan sinyal kewaspadaan terhadap potensi kenaikan inflasi pada Maret 2026. Lonjakan harga bahan bakar minyak (BBM) serta ketidakpastian global dinilai menjadi pemicu utama tekanan harga di daerah.
Kepala BPS Kota Jogja, Joko Prayitno, mengungkapkan indikasi inflasi mulai terasa sejak awal bulan seiring kenaikan harga bensin.
“Sejak awal Maret, bensin sudah mengalami kenaikan. Ini menjadi indikator kuat bahwa inflasi berpotensi meningkat, meskipun harga komoditas lain relatif stabil,” ujarnya, Kamis (2/4/2026).
Ia menjelaskan, BBM merupakan komoditas strategis yang berdampak luas terhadap berbagai sektor. Kenaikan harga energi ini akan mendorong biaya distribusi, yang pada akhirnya memicu kenaikan harga barang dan jasa.
Menurutnya, meskipun tidak diikuti kenaikan komoditas lain, lonjakan harga BBM saja sudah cukup menjadi pendorong inflasi.
“Kecuali ada komoditas lain yang harganya turun signifikan untuk menyeimbangkan, maka inflasi tetap akan terjadi,” katanya.
Lebih lanjut, Joko memaparkan bahwa inflasi di Kota Jogja dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Dari sisi internal, komoditas kebutuhan pokok seperti beras dan cabai masih bisa dikendalikan melalui intervensi pemerintah daerah, misalnya lewat operasi pasar atau subsidi distribusi.
Sementara itu, faktor eksternal seperti harga emas dan BBM berada di luar kendali daerah karena bergantung pada kebijakan nasional serta dinamika pasar global.
“Pemerintah daerah tidak bisa melakukan intervensi langsung terhadap harga BBM atau emas karena sangat bergantung pada faktor eksternal,” jelasnya.
Ia juga menyoroti kondisi konflik global yang belum mereda turut memberi tekanan tambahan. Gangguan rantai pasok energi dunia menyebabkan pasokan bahan bakar terganggu dan berimbas pada kenaikan harga di dalam negeri.
BPS memperkirakan, jika tren kenaikan harga BBM berlanjut hingga April, komoditas ini akan kembali menjadi penyumbang utama inflasi di Kota Jogja.
“Masyarakat kami imbau untuk mewaspadai potensi kenaikan harga, terutama barang dan jasa yang sangat bergantung pada distribusi logistik,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinkes Kota Jogja mencatat 41 kasus baru HIV hingga triwulan II 2026, turun dibandingkan 118 kasus pada 2024 dan 98 kasus pada 2025.
Eks pimpinan keselamatan OpenAI David Robinson mundur dan memperingatkan risiko keamanan AI serta pentingnya pengawasan independen.
Kasus korupsi pengurusan HGB menyoroti dugaan mafia tanah ATR BPN dan pentingnya pengawasan diskresi dalam pelayanan pertanahan.
Prediksi Indonesia vs Thailand di final FIFA ASEAN Cup 2026, Senin 5 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di SUGBK Jakarta.
PSIM Jogja menggelar gim internal untuk mengembalikan fisik dan ritme permainan jelang menghadapi Persija pada pekan keempat Super League 2026/2027.
Jacky Manuputty menjelaskan alasan absen dalam pelantikan Wantimpres di Istana Negara. Ia memastikan telah menyatakan kesediaannya.