Lereng Merapi Bersiap Panen Lebih Besar Saat Kebun Kopi Meluas
Pemkab Sleman menargetkan penambahan 110 ha kawasan budidaya Kopi Merapi pada 2026 sebagai bagian dari pengembangan industri kopi dari hulu hingga hiliri.
Gubernur DIY, Sri Sultan HB X menandatangani prasasti peresmian ruas Jalan Tawang-Ngalang, Kamis (18/1/2024)./Harian Jogja-Andreas Yuda Pramono
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Gubernur DIY, Sri Sultan HB X meminta Pemda DIY dan Pemkab Gunungkidul mengidentifikasi ruas Jalan Nglanggeran, Patuk sampai Candi Ijo, Prambanan. Identifikasi itu perlu dilakukan untuk melihat kapasitas jalan apakah layak dilewati kendaraan besar macam bus, terutama dari dua arah yang berlawanan (berpapasan).
“Tadi sudah disebutkan oleh Pak Sekda [Beny Suharsono]. [Ruas jalan] itu kami identifikasi. Sebenarnya jalan dari sini ke Nglanggeran ke Candi Ijo itu aksesnya memenuhi persyaratan tidak untuk wisata. Jalan yang sudah ada untuk naik turun membahayakan bus atau tidak. Berpapasan bisa tidak. Kalau tidak bisa ya dilebarkan. Kalau membahayakan untuk bus ya struktur jalannya bisa dibangun lagi,” kata Sri Sultan saat ditemui di Pawon Purbo, Nglanggeran, Kamis (18/1/2024).
Sultan menambahkan, ruas Jalan Tawang-Ngalang yang menghubungkan Gunungkidul dan Sleman dapat mengurangi beban ruas jalan Piyungan-Gunungkidul.
Dengan begitu kepadatan jalur utama dapat diurai. Selain itu, dia berharap turis-turis dapat merasakan kenyamanan ketika berwisata ke DIY khususnya di Gunungkidul.
Ruas Jalan Tawang-Ngalang, kata dia, juga akan tersambung dengan exit toll di Bokoharjo, Sleman. Itulah sebabnya, dia menegaskan ruas jalan tersebut penting. “Jalan ini [Tawang-Ngalang] menjadi sesuatu yang strategis karena punya akses keluar tol dari Bokoharjo,” katanya.
BACA JUGA: Hubungkan Gunungkidul dan Sleman, Ruas Jalan Tawang-Ngalang Tuntas Akhir 2023
Sementara itu, Sekda DIY, Beni Suharsono mengatakan pembangunan jembatan dan ruas Jalan Tawang-Ngalang adalah upaya Pemda DIY untuk mengurangi kesenjangan antarwilayah karena akan menjadi akses wisatawan.
"Jalan Tawang-Ngalang memiliki panjang 9,5 kilometer. Melewati lima padukuhan dan tiga kapanewon. Pembangunan menggunakan dana keistimewaan yang menelan anggaran Rp269 milyar,” kata Beni.
Sementara itu, Bupati Gunungkidul, Sunaryanta mengatakan keberadaan ruas Jalan Tawang-Ngalang akan memunculkan spot ekonomi baru sehingga menjadi penggerak ekonomi yang berada di wilayah utara. "Terkolaborasi dan terintegrasi dengan Jogja, Sleman secara otomatis peningkatan ekonomi akan tercipta," kata Sunaryanta.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Sleman menargetkan penambahan 110 ha kawasan budidaya Kopi Merapi pada 2026 sebagai bagian dari pengembangan industri kopi dari hulu hingga hiliri.
Apple mencatat rekor penjualan iPhone pada kuartal III 2026, namun krisis pasokan chip memori membuat proyeksi pertumbuhan melambat dan saham perusahaan anjlok
Persaingan Grup A Piala Presiden 2026 memasuki laga penentuan. Arema FC memburu tiket semifinal saat menghadapi DPMM FC, sementara Persib Bandung membidik kemen
Angga Yunanda dan Shenina Cinnamon lahirkan anak pertama, Segara Nadi Aksatama, pada 20 Juli 2026. Nama sarat makna, banjir ucapan selamat dari artis dan netize
Dinkes Bantul mengungkap paparan rokok dalam keluarga menjadi faktor terbesar penyebab stunting. Angka stunting turun menjadi 8,3 persen, namun tantangan masih
Menunda servis mobil atau motor bisa memicu kerusakan berantai dan biaya perbaikan yang mahal. Simak dampak serta cara mencegahnya.