Iran Ubah Doktrin Militer, Kini Siap Balas Serangan Musuh
Iran mengubah doktrin militer dari defensif menjadi ofensif setelah konflik dengan AS dan Israel, dengan respons serangan berskala besar.
Ilustrasi-Salah satu rumah di Gunungkidul rata tanah akibat dihajar angin kencang pada Selasa (22/2/2022)/Antara
Harianjogja.com, BANTUL—Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul memberi bantuan subsidi bahan bangunan rumah bagi warga yang rumahnya rusak terdampak cuaca ekstrem akibat badai Siklon Tropis Anggrek beberapa waktu lalu.
"Kami memberikan bantuan juga subsidi bahan bangunan ataupun logistik setelah ada asesmen dari TRC (tim reaksi cepat)," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul Antoni Hutagaol di Bantul, Selasa (23/1/2024)
Menurut dia, bantuan logistik dan bahan bangunan kepada pemilik rumah yang mengalami rusak sudah didistribusikan oleh personel BPBD Bantul, agar segera dipergunakan untuk memperbaiki rumah yang rusak dan kembali bisa ditinggali.
Berdasarkan data sementara hingga 20 Januari 2024 yang dihimpun Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Bantul, sedikitnya ada 12 rumah warga terdampak hujan lebat disertai angin kencang yang melanda wilayah Bantul beberapa hari sebelumnya.
"Kami dari BPBD memberi subsidi apa yang ada di persediaan logistik kami. Sampai saat ini kami masih ada stok persediaan logistik. Termasuk bahan bangunan, tetapi bahan bangunan kami terbatas," katanya.
Berdasarkan data Pusdalops BPBD Bantul juga disebutkan rumah warga terdampak cuaca ekstrem tersebut ada di wilayah Poncosari, Srandakan dengan kebutuhan bahan bangunan berupa genting, kayu reng, usuk, blandar dan kasur.
BACA JUGA: 15 Rumah Rusak Diterjang Hujan Angin Senin Malam, Genteng dan Atap Berterbangan
Kemudian di perumahan Guwosari Pajangan dengan kebutuhan terpal, bahan bangunan, asbes, wajan, logistik kerja bakti. Rumah di wilayah Dlingo Bantul butuh bahan bangunan berupa genting, usuk, reng, blandar, alat dapur, logistik kerja bakti.
Selanjutnya rumah warga di Trirenggo, Bantul, butuh terpal, di wilayah Trimulyo, Jetis butuh bahan bangunan, wilayah Kelurahan Selopamioro Imogiri butuh bahan bangunan, di Gilangharjo Pandak membutuhkan terpal.
Kemudian rumah di Kelurahan Argorejo Sedayu dengan kebutuhan terpal dan bahan bangunan, di Nogosari Selopamioro Imogiri membutuhkan bronjong, di Gayam Jatimulyo Dlingo dengan kebutuhan logistik kerja bakti dan bahan bangunan, dan di Mangiran serta Bakungan Trimurti Srandakan butuh bahan bangunan.
Lebih lanjut dia juga mengatakan pada musim hujan saat ini masyarakat harus tetap waspada, terutama bila ada angin kencang dan hujan deras untuk menghindari dari pohon-pohon yang rimbun dan lebat, maupun tiang listrik.
"Termasuk menghindari baliho baliho karena kemungkinan roboh bila ada angin kencang, kemudian pohon, itu karena tidak kelihatan akarnya ternyata rapuh, kalau kena angin kencang roboh. Sudah banyak kejadian di pinggir jalan, juga yang kena rumah," katanya.*
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Iran mengubah doktrin militer dari defensif menjadi ofensif setelah konflik dengan AS dan Israel, dengan respons serangan berskala besar.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 23 Agustus 2026 dari Stasiun Yogyakarta menuju Palur lengkap dengan waktu di setiap stasiun.
Komdigi menyalurkan Starlink ke Nagekeo untuk menjaga konektivitas posko bencana dan fasilitas kesehatan pascagempa NTT.
Prabowo meminta edukasi bahaya karhutla diperkuat hingga masyarakat bawah. Pemerintah juga menyiapkan alat berat untuk buka lahan tanpa membakar.
OMC di kawasan IKN dimulai dengan penyemaian 800 kg garam untuk memicu hujan dan menambah cadangan air di tengah musim kemarau.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 23 Agustus 2026 tersedia dari pagi hingga malam. Simak jadwal lengkap Yogyakarta-Palur di sini.