Harga Sapi Impor Naik, Untungkan Peternak Tapi Ancam Populasi Nasional
Harga sapi impor naik, peternak lokal diuntungkan. Namun pakar UGM memperingatkan ancaman serius bagi populasi sapi nasional.
Tugu tulisan Kulonprogo the Jewel of Java - ilustrasi/JIBI
Harianjogja.com, KULONPROGO—Dinas Perhubungan Kulonprogo membuka peluang penerapan armada angkutan khusus wisata yang melayani sejumlah rute destinasi.
"Skema angkutan wisata sebagaimana yang ada di Kota Jogjakarta (Si Thole) sangat potensial untuk diterapkan di Kulonprogo," jelas Plt. Kepala Dishub Kulonprogo, Bambang Sutrisno, Senin (29/1/2024).
Ada beberapa pertimbangan skema armada angkutan khusus wisata berpotensi diterapkan di Bumi Menoreh. Pertama, Kulonprogo saat ini mengembangkan destinasi wisata yang di antaranya melalui Jalur Bedah Menoreh. Jalur ini menghubungkan Pantai Glagah, Pantai Congot, Waduk Sermo, Pule Payung, Kalibiru, Sungai Mudal, Gua Kiskendo, Kebun Teh Nglinggo, Puncak Suroloyo dan destinasi lainnya.
Selain punya ragam potensi destinasi vakansi, keberadaan YIA juga menjadi pertimbangan. Keberadaan bandara terbesar di DIY ini bisa mendongkrak pelancong ke Kulonprogo. Alasan ini pula yang menjadi pertimbangan cocoknya angkutan khusus wisata beroperasi di Kulonprogo.
BACA JUGA: Sejumlah TPS di Kulonprogo Berada di Wilayah Rawan Bencana, Ini Siasat KPU
"Adanya Bandara YIA diharapkan membawa dampak perkembangan dan kemajuan Kulonprogo melalui pembangunan aerotropolis, terutama melalui pengembangan Smart Tourism yang akan menjadi magnet wisatawan," kata Bambang.
Tak berhenti di situ, proyek stategis nasional pembangunan Tol Jogja-YIA dengan pintu masuk dan keluarnya yang ada di Kulonprogo juga menjadi pertimbangan lainnya mengapa skema angkutan khusus wisata bisa diterapkan di Kulonprogo.
"Pembangunan jalan tol yang entry atau exit-nya ada di Kulonprogo juga diharapkan dapat memudahkan mobilitas dan meningkatkan kunjungan khususnya wisatawan di Kulonprogo," ujarnya.
Sebagai cikal bakal, Kulonprogo saat ini sudah memiliki angkutan jip dan mobil klasik yang melayani khusus rute wisatawan. Hanya saja jangkauan dan rute angkutan ini masih terbatas di seputar wisata kuliner Nanggulan.
Kendati demikian dari beberapa aspek yang sangat potensial di atas, pengembangan skema angkutan wisata ini bukan tanpa tantangan. Menurut Bambang uoaya pengembangan angkutan wisata memiliki tantangan pada aspek sinergitas dan kolaborasi antar pihak.
"Tantangannya adalah bagaimana sinergitas dan kolaborasi antara berbagai pihak termasuk Pemerintah kabupaten/kota di DIY dapat bersanding dan secara terintegrasi mengembangkan dan meningkatkan kunjungan wisatawan secara lebih merata," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Harga sapi impor naik, peternak lokal diuntungkan. Namun pakar UGM memperingatkan ancaman serius bagi populasi sapi nasional.
Pengurusan SKKH di Sleman masih sepi jelang Iduladha 2026. DP3 tingkatkan pengawasan karena ancaman PMK masih ada.
Lima WNI ditahan Israel saat misi kemanusiaan ke Gaza. Pemerintah RI mendesak pembebasan dan perlindungan.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.
Polda DIY lakukan asistensi kasus Shinta Komala di Sleman. Dua perkara diusut, polisi pastikan penanganan sesuai SOP.
DPRD DIY memastikan tidak ada pemberhentian guru non-ASN. Penugasan diperpanjang hingga 2026, kesejahteraan tetap dijaga.