Advertisement
Uji Coba Bus Sekolah di Sleman Terkendala Jumlah Armada
Ilustrasi. - JIBI
Advertisement
Harianjogja.com, SLEMAN—Uji coba bus sekolah oleh Dinas Perhubungan Sleman yang sudah direncanakan sejak 2022 silam hingga kini belum terlaksana. Keterbatasan armada menjadi kendala. Ditargetkan pertengahan tahun ini bisa dimulai.
Dinas Perhubungan Sleman mendapatkan bus sekolah berkapasitas 16 seat dari Kementerian Perhubungan sejak 2022 lalu. Waktu itu, direncanakan uji coba akan dimulai pada Desember 2022. Namun sampai saat ini uji coba tersebut belum terlaksana.
Advertisement
Kepala Dinas Perhubungan Sleman, Arip Pramana, menjelaskan uji coba yang diundur ini dikarenakan kendala armada yang belum mencukupi. “Posisi sekarang baru punya satu armada. Kami sedang akan mengajukan pinjam bus milik Pemkab Sleman kalau memungkinkan,” ujarnya, Kamis (1/2/2024).
Untuk melaksanakan uji coba tersebut menurutnya diperlukan setidaknya dua armada bus sekolah. Adapun rencana rute yang akan dilalui untuk uji coba nanti baru di sekitar Sleman barat. “Direncanakan untuk sekolah ke arah barat dari kantor Dishub,” katanya.
Kabid Angkutan dan Keselamatan Dinas Perhubungan Sleman, Marjana, menuturkan uji coba ditargetkan bisa dimulai pertengahan tahun nanti. “Sekarang belum mulai uji coba bus sekolahnya. Nanti di semester dua kemungkinan,” ungkapnya.
BACA JUGA: Asyik…Dishub Sleman Akan Uji Coba Bus Sekolah Mulai Desember 2022
Ia menjelaskan untuk memenuhi kebutuhan dua armada ini, pihaknya akan berkoordinasi dengan Badan keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Sleman. “Belum tahu nanti beli atau tidak. Kalau sudah ada dan layak, kita coba ke sana,” kata dia.
Selain kendala armada, setelah pemberian satu armada dari Kementerian Perhubungan 2022 lalu, Dinas Perhubungan Sleman juga harus mengurus beberapa hal yang diperlukan, seperti balik nama kendaraan, menyiapkan operasional dan sebagainya.
Ia mengakui uji coba bus sekolah dengan dua armada, masing-masing kapasitas 16 seat tidak akan menampung banyak siswa sekolah. Namun uji coba ini menurutnya hanya sebagai pancingan dan akan dilihat respon masyarakat.
“Itu hanya untuk pancingan dulu. Nanti kalau banyak peminatnya, demand-nya oke, nanti bisa diusulkan untuk penambahan, baik itu minta bantuan Kementerian, pakai dana keistimewaan dan sebagainya. jadi dilihat dulu respon masyarakat,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement









