ISF 2026 Bidik Transaksi Rp38 Triliun, Kemendag Gandeng 407 Mal
Kemendag menargetkan Indonesia Shopping Festival 2026 mencatat transaksi Rp38 triliun dengan 407 pusat belanja dan diskon hingga 80 persen.
Kepala Dinkes Bantul, Agus T. W./ Harian Jogja - Stefani Yulindriani
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bantul, memberdayakan para kader kesehatan pos pelayanan terpadu (posyandu) yang ada di kelurahan-kelurahan dalam rangka transformasi bidang kesehatan pada peningkatan layanan kesehatan primer di puskesmas.
Kepala Dinkes Bantul Agus Tri Widyantara di Bantul, Minggu, mengatakan, tenaga kesehatan yang dimiliki pemerintah daerah (pemda) ini saat ini adalah mereka yang bertugas di puskesmas tiap kecamatan maupun rumah-rumah sakit daerah milik pemerintah.
"Kalau yang di desa itu dari para kader kesehatan yang selama ini bertugas di posyandu. Jadi itu nanti akan kami berdayakan untuk transformasi bidang kesehatan pada integrasi layanan primer," katanya.
Selain di puskesmas, kata dia, kader-kader posyandu yang sebarannya ada di tiap pedukuhan juga akan dilibatkan dalam pengaktifan kembali layanan kesehatan di puskesmas pembantu (pustu) di desa, dalam menjalankan transformasi bidang kesehatan sesuai arahan Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
"Di Pustu juga kami libatkan kader-kader posyandu yang selama ini ada, jadi bukan tenaga baru, tapi yang sudah ada selama ini akan kita tingkatkan untuk bisa bersama dengan tenaga kesehatan puskesmas untuk melayani di pustu," katanya.
BACA JUGA: Kader Posyandu Dikerahkan untuk Pantau Gizi Anak di DIY
Jumlah pustu di Bantul saat ini, lanjutnya, ada sekitar 45 puskesmas, yang pada saat pandemi COVID-19 ada beberapa pustu kurang aktif, sehingga secara bertahap akan diaktifkan lagi untuk mendukung pelayanan kesehatan primer di masyarakat.
Terkait dengan ketersediaan bidan di kelurahan, kata dia, Dinkes Bantul sejak tahun 2023 sudah mengeluarkan kebijakan program bidan penanggung jawab kelurahan walaupun bidan itu dari puskesmas.
"Dengan istilah Bijak atau bidan penanggung jawab kelurahan, sudah di-SK-kan, jadi sudah ada pengampunya dari masing masing desa, bidan-bidan dari puskesmas yang mengampu. Walaupun dalam praktiknya tidak hanya bidan saja yang bertanggung jawab, tapi dibantu bidan lain dari masing-masing puskesmas," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Kemendag menargetkan Indonesia Shopping Festival 2026 mencatat transaksi Rp38 triliun dengan 407 pusat belanja dan diskon hingga 80 persen.
Prabowo meminta gubernur dan bupati tidak mengerahkan warga untuk menyambut kunjungan kerjanya agar masyarakat tidak menunggu berjam-jam.
Dokter bedah onkologi mengingatkan pentingnya deteksi dini kanker payudara. Kasus terus meningkat dan banyak pasien datang saat stadium lanjut.
KPK menahan empat tersangka baru kasus dugaan korupsi komisi asuransi perkapalan PT Pelni dan PT Jasindo dengan kerugian negara Rp15,6 miliar.
Kejagung menetapkan Nurman Herin sebagai tersangka kasus dugaan TPPU eks Jampidsus Febrie Adriansyah dan menahannya selama 20 hari.
Pemkot Jogja memastikan JLFR tetap digelar di Malioboro pada 31 Juli 2026 tanpa penutupan jalan, dengan pengamanan dari Dishub dan Satlantas.