Sejarah Gunung Anak Krakatau, Lahir dari Reruntuhan 1883 hingga Kisah Tsunami
Sejarah Gunung Anak Krakatau bermula dari kehancuran Krakatau 1883, tumbuh hingga 338 mdpl, lalu runtuh akibat longsoran pada tsunami 2018.
Ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Kader Posyandu memiliki peran vital dalam memantau kecukupan gizin pada anak. Pemantauan dan edukasi dapat dilakukan di berbagai kegiatan di lingkungan Posyandu suatu wilayah.
Berdasarkan suvei yang dilakukan oleh organisasi nirlaba, Yayasan Abhipraya Insan Cendekia Indonesia (YAICI) dan PP Aisyiyah Bulan Juni 2023 menempatkan Gunungkisul menjadi salah satu wilayah di DIY memiliki layanan kader Posyandu yang optimal.
“Warga Gunungkidul merupakan salah satu yang berhasil mendapatkan layanan kader posyandu yang optimal. Selain kader Posyandu yang rutin mendapat pembekalan, partisipasi masyarakat untuk datang ke Posyandu juga tinggi,” kata Ketua Harian YAICI Arif Hidayat dalam rilisnya Senin (19/6/2023).
BACA JUGA : Seru, Begini Kegiatan Diskusi Kelompok Kader Posyandu
Ia menambahkan sesuai survei tersebut juga menunjukkan hasil asupan gizi anak pada awal Juni ini tampak cukup teredukasi. Utamanya tentang apa yang seharusnya diberikan kepada anak dan sebaliknya hal-hal yang perlu dihindari pada anak. Salah satunya adalah pengetahuan mereka tentang kental manis yang tidak diperuntukkan sebagai minuman susu anak.
“Gunungkidul merupakan kabupaten dengan prevalensi stunting tertinggi di DIY, yaitu mencapai 20,6 berdasarkan SSGI 2021. Persoalan gizi di daerah ini sebagian besar disebabkan oleh kemiskinan dan ketidakmampuan masyarakat mengakses makanan bergizi untuk anak. Sebagaimana diketahui termasuk Kabupaten/ kota dengan penduduk miskin terbesar di DIY. Data BPS 2022, tingkat kemiskinan di Gunungkidul mencapai 17,69 persen,” katanya.
Salah satu kader Posyandu asal Gunungkidul Sri menyatakan setiap bulan rutin mendapat edukasi kesehatan keluarga, salah satunya terkait asupan gizi. Ibu yang akan membawa anaknya ke Posyandu pun mendapatkan sosialisasi secara langsung sehingga dapat menerapkan terkait gizi tersebut.
"Ibu-ibu kader selalu keliling dulu buat ngasih tau ke lingkungannya seputar giat posyandu. Saya juga tau bahwa kental manis jangan dikasih ke anak juga dari Posyandu,” katanya.
Kepala Seksi Pengendalian Pencegahan Penyakit Tidak Menular dan Kesehatan Jiwa Dinkes Kota Jogja Iva Kusdyanrini mengatakan di Kota Jogja kader Posyandu diberikan pelatihan secara intens. Pelatihan ini dilaksanakan di beberapa puskesmas sesuai dengan jadwal yang sudah ditetapkan.
Kader dilatih secara komprehensif dengan memberikan pelayanan kesehatan sesuai klaster siklus hidup mulai dari hamil, nifas, balita, anak sekolah dan lainnya. “Sehingga mampu mendeteksi dini adanya stunting di masyarakat," katanya.
Kota Jogja juga memiliki program keluarga sadar gizi. Melalui pendekatan ini, harapannya masyarakat dapat memperbaiki pola makan dan kualitas gizi mereka, sehingga meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sejarah Gunung Anak Krakatau bermula dari kehancuran Krakatau 1883, tumbuh hingga 338 mdpl, lalu runtuh akibat longsoran pada tsunami 2018.
Pakar Vulkanologi UGM Prof. Agung Harijoko menjelaskan enam gunung api aktif bersamaan merupakan fenomena alami dalam proses geologi.
Malone Lam, pemuda Singapura 22 tahun, mengaku bersalah dalam kasus pencurian kripto US$245 juta dan menjalani gaya hidup mewah.
BMKG memantau sebaran abu vulkanik dari lima gunung api pada 10 September 2026. Simak wilayah yang terdampak dan imbauannya.
Dinkes Bantul menduga jalur makanan matang dan mentah di SPPG Patalan 2 memicu kontaminasi bakteri dalam kasus keracunan MBG.
Tiga kapal TNI AL dikerahkan dalam pencarian jurnalis yang hilang kontak di Selat Sunda saat meliput Gunung Anak Krakatau.