417.291 Wisatawan Kunjungi Kaliurang, Mei Jadi Bulan Tersibuk
Kunjungan wisatawan ke Kaliurang mencapai 417.291 orang hingga Agustus 2026, dengan jumlah tertinggi tercatat pada Mei.
Kekerasan - Ilustrasi
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL--Kepala Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 3 Wonosari, Sutotok Sudar Ujian menjelaskan kronologi terkait dugaan perundungan yang menimpa siswanya pada Rabu (21/2/2024) siang.
Menurut penjelasan Sutotok, perkelahian hanya terjadi antara dua orang yaitu siswa A dan siswa B (bukan inisial nama). Keduanya merupakan disabilitas. Siswa A merupakan tunagrahita dan siswa B sejak lahir hanya memiliki satu tangan.
Dia sempat tidak percaya bahwa terjadi perundungan kepada siswa B. Sutotok berdalih siswa B memiliki badan yang lebih besar dan juga atlet taekwondo dibandingkan siswa A yang berbadan kecil. Sekolah tersebut juga merupakan sekolah inklusi.
Awalnya, siswa B sedang duduk di ruang komputer, siswa A yang duduk di sebelahnya atau dekat triplek menendang-nendang triplek tersebut. Siswa B mengingatkan A tanpa memanggil namanya, tapi menggunakan nama bapaknya. Siswa A tersinggung.
Keduanya berkejaran sampai kamar mandi. Di sana, siswa B menarik kerah baju bagian belakang miliki siswa A lantas memukulnya.
Ada dua kemungkinan patahnya jari siswa B menurut Sutotok. Pertama, pemukulan oleh siswa B ke siswa A membuat jari kelingking B mengalami cedera. Kedua, pukulan tersebut meleset sehingga mengenai objek lain dan mematahkan jari kelingkingnya.
Masih di hari yang sama sore hari, orang tua siswa A dan B melakukan mediasi. Mediasi dilanjutkan pada Jumat (23/2/2024) dengan melibatkan tokoh masyarakat tempat tinggal kedua pihak bertikai. Menurut Sutotok, tidak ada perundungan. Dia meminta guru bimbingan konseling (BK) untuk memberikan pendampingan psikologi bagi keduanya.
Lebih jauh, pihak sekolah akan melakukan semacam investigasi atau pendataan terkait tindakan perundungan yang pernah dialamatkan kepada siswa B dalam berbagai bentuk. Apabila ada, sekolah akan memberikan pembinaan.
“Kami selalu menanamkan kepada anak-anak makna pertemanan,” kata Sutotok ditemui di kantornya, Jumat (23/2/2024).
BACA JUGA: Pelajar Disabilitas di Gunungkidul Jadi Korban Perundungan
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Gunungkidul, Nunuk Setyowati mengaku akan mengupayakan bantuan dana ke siswa B. “Kami berencana akan mintakan ke Baznas,” kata Nunuk.
Manajer Program Yayasan LKiS, Tri Noviana mengatakan secara umum sekolah-sekolah memiliki tiga hal yang dia sebut sebagai dosa besar pendidikan yaitu kekerasan seksual, perundungan/kekerasan, dan intoleransi.
Berkaitan dengan dugaan perundungan di SMPN 3 Wonosari, Noviana menjelaskan korban dapat mengalami perundungan fisik, verbal, finansial, dan sosial. Hal yang dapat menjadi dasar dugaan perundungan tersebut yaitu ejek-ejekan/hinaan.
“Korban bisa jadi mengalami perasaan sakit hati, sabar, dan memberanikan diri,” kata Noviana.
Noviana menambahkan dugaan tindakan perundungan yang dialami oleh siswa disabilitas tersebut perlu menjadi perhatian khusus oleh Dinas Pendidikan dan pihak sekolah. Pasalnya selama ini kasus perundungan sering terjadi di sekolah-sekolah dan berujung ketiadaan sanksi yang diberikan sekolah ke pelaku.
“Hal ini harus menjadi perhatian serius agar kejadian ini tidak terulang kembali, apalagi disabilitas menjadi salah satu kelompok rentan yang harus dilindungi dan mendapatkan ruang aman untuk mengakses pendidikan tanpa diskriminasi,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kunjungan wisatawan ke Kaliurang mencapai 417.291 orang hingga Agustus 2026, dengan jumlah tertinggi tercatat pada Mei.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 9 September 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur. Cek jadwal lengkap tiap stasiun hingga Jogja.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 9 September 2026 lengkap 12 perjalanan dari Palur. Cek waktu kedatangan di 12 stasiun, aturan pembayaran, dan info perubahan jadwal
Kemarau panjang 2026 mulai menurunkan debit air di sejumlah wilayah Sleman. PDAM Tirta Sembada memastikan distribusi air ke 45.993 pelanggan tetap stabil.
DPRD Sleman menilai pemetaan sekitar 114.000 UMKM belum optimal. Pemerintah diminta menyesuaikan pemberdayaan dengan persoalan tiap pelaku usaha.
Anggota DPRD Gunungkidul Mega Nusantara Wati kaget masuk desil 5 DTSEN. Begini penjelasan soal desil dan cara mengajukan pembaruan data.