SPMB Sleman, Jalur Prestasi Jadi Rebutan, Ini Syarat & Cara Daftarnya
SPMB Sleman 2026 dibuka dengan jalur prestasi, domisili, afirmasi, dan mutasi. Ini syarat dan ketentuan lengkapnya.
Kekerasan - Ilustrasi
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL--Kepala Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 3 Wonosari, Sutotok Sudar Ujian menjelaskan kronologi terkait dugaan perundungan yang menimpa siswanya pada Rabu (21/2/2024) siang.
Menurut penjelasan Sutotok, perkelahian hanya terjadi antara dua orang yaitu siswa A dan siswa B (bukan inisial nama). Keduanya merupakan disabilitas. Siswa A merupakan tunagrahita dan siswa B sejak lahir hanya memiliki satu tangan.
Dia sempat tidak percaya bahwa terjadi perundungan kepada siswa B. Sutotok berdalih siswa B memiliki badan yang lebih besar dan juga atlet taekwondo dibandingkan siswa A yang berbadan kecil. Sekolah tersebut juga merupakan sekolah inklusi.
Awalnya, siswa B sedang duduk di ruang komputer, siswa A yang duduk di sebelahnya atau dekat triplek menendang-nendang triplek tersebut. Siswa B mengingatkan A tanpa memanggil namanya, tapi menggunakan nama bapaknya. Siswa A tersinggung.
Keduanya berkejaran sampai kamar mandi. Di sana, siswa B menarik kerah baju bagian belakang miliki siswa A lantas memukulnya.
Ada dua kemungkinan patahnya jari siswa B menurut Sutotok. Pertama, pemukulan oleh siswa B ke siswa A membuat jari kelingking B mengalami cedera. Kedua, pukulan tersebut meleset sehingga mengenai objek lain dan mematahkan jari kelingkingnya.
Masih di hari yang sama sore hari, orang tua siswa A dan B melakukan mediasi. Mediasi dilanjutkan pada Jumat (23/2/2024) dengan melibatkan tokoh masyarakat tempat tinggal kedua pihak bertikai. Menurut Sutotok, tidak ada perundungan. Dia meminta guru bimbingan konseling (BK) untuk memberikan pendampingan psikologi bagi keduanya.
Lebih jauh, pihak sekolah akan melakukan semacam investigasi atau pendataan terkait tindakan perundungan yang pernah dialamatkan kepada siswa B dalam berbagai bentuk. Apabila ada, sekolah akan memberikan pembinaan.
“Kami selalu menanamkan kepada anak-anak makna pertemanan,” kata Sutotok ditemui di kantornya, Jumat (23/2/2024).
BACA JUGA: Pelajar Disabilitas di Gunungkidul Jadi Korban Perundungan
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Gunungkidul, Nunuk Setyowati mengaku akan mengupayakan bantuan dana ke siswa B. “Kami berencana akan mintakan ke Baznas,” kata Nunuk.
Manajer Program Yayasan LKiS, Tri Noviana mengatakan secara umum sekolah-sekolah memiliki tiga hal yang dia sebut sebagai dosa besar pendidikan yaitu kekerasan seksual, perundungan/kekerasan, dan intoleransi.
Berkaitan dengan dugaan perundungan di SMPN 3 Wonosari, Noviana menjelaskan korban dapat mengalami perundungan fisik, verbal, finansial, dan sosial. Hal yang dapat menjadi dasar dugaan perundungan tersebut yaitu ejek-ejekan/hinaan.
“Korban bisa jadi mengalami perasaan sakit hati, sabar, dan memberanikan diri,” kata Noviana.
Noviana menambahkan dugaan tindakan perundungan yang dialami oleh siswa disabilitas tersebut perlu menjadi perhatian khusus oleh Dinas Pendidikan dan pihak sekolah. Pasalnya selama ini kasus perundungan sering terjadi di sekolah-sekolah dan berujung ketiadaan sanksi yang diberikan sekolah ke pelaku.
“Hal ini harus menjadi perhatian serius agar kejadian ini tidak terulang kembali, apalagi disabilitas menjadi salah satu kelompok rentan yang harus dilindungi dan mendapatkan ruang aman untuk mengakses pendidikan tanpa diskriminasi,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
SPMB Sleman 2026 dibuka dengan jalur prestasi, domisili, afirmasi, dan mutasi. Ini syarat dan ketentuan lengkapnya.
Jadwal KA Bandara YIA Xpress hari ini tersedia dari pagi hingga malam, rute langsung Tugu ke YIA tanpa transit.
Polda NTB meningkatkan kasus dugaan eksploitasi seksual WNA asal Selandia Baru ke tahap penyidikan usai laporan tiga korban lokal.
Rupiah ditutup melemah ke Rp17.655 per dolar AS. BI siapkan intervensi agresif di pasar valas dan obligasi.
DPR mendesak Kemenlu bergerak cepat menyelamatkan WNI yang ditangkap Israel saat mengikuti misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla ke Gaza.
Menkomdigi Meutya Hafid mengecam Israel usai menahan jurnalis Indonesia dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla menuju Gaza.