Kekeringan Meluas, BPBD Sleman Salurkan 198.000 Liter Air
BPBD Sleman menyalurkan 198.000 liter air bersih kepada 521 KK di empat kapanewon akibat penurunan debit sumber air.
Ilustrasi perundungan./Pixabay-Wokandapix
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Seorang pelajar laki-laki berumur 13 tahun di salah satu sekolah menengah pertama (SMP) di Kapanewon Wonosari, Kabupaten Gunungkidul diduga menjadi korban perundungan pada Rabu (21/2/2024) setelah salat zuhur. Korban yang merupakan disabilitas tersebut mengalami patah jari kelingking.
Ayah korban, Wasido mengatakan kejadian tersebut berawal ketika anaknya dan pelajar lain saling mengejek. Menurut penuturan teman anaknya, kata dia lantas terjadi perkelahian. “Anak saya kan dari lahir tangannya cuma satu,” kata Wasido ditemui di RSUD Wonosari, Kamis (22/2/2024).
Wasido menambahkan perkelahian tersebut membuat salah satu jari kelingking tangan anaknya patah. Sebab itu, dia kemudian dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wonosari dan menjalani rawat inap. Dia menceritakan anaknya kerap menjadi korban perundungan.
Hari ini, anak lelaki yang masih duduk di bangku kelas 1 SMP tersebut sebenarnya akan masuk ke ruang operasi. Hanya saat ada beberapa kendala sehingga operasi ditunda. Rontgen juga telah dilakukan dan hasilnya jari kelingking memang patah dan harus dioperasi dengan memasang pen.
“Saya sudah menasehati ke anak saya, kalau diejek tidak usah gimana-gimana. Bilang aja ke bapak/ibu guru,” katanya.
Baca Juga
Pengamat: Awal Tahun Ajaran Jadi Momentum Maraknya Perundungan
Kasus Perundungan Marak, Ini Upaya yang Dilakukan Disdikpora DIY
Jadi Kota Pendidikan tapi Kasus Bullying Tinggi, Disdikpora Siapkan Strategi Ini
Wasido mengaku apabila tidak ada proses perundingan untuk membahas nasib anaknya antara keluarga perundung dan pihak sekolah, dia mempertimbangkan akan melaporkan hal tersebut ke polisi. “Pihak sekolah ada yang menemani ke sini [RSUD Wonosari],” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Gunungkidul, Nunuk Setyowati membenarkan kejadian tersebut. Proses mediasi pun telah dilakukan antara pihak yang berkepentingan. Dengan begitu, kejadian tersebut tidak sampai tahap pelaporan ke kepolisian. “Saya detailnya belum begitu tahu. Tapi benar terjadi kekerasan dan sudah dimediasi sekolah kedua orang tuanya,” kata Nunuk.
Nunuk mengaku telah menghubungi kepala sekolah bersangkutan untuk mendapat kronologi kejadiannya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Sleman menyalurkan 198.000 liter air bersih kepada 521 KK di empat kapanewon akibat penurunan debit sumber air.
Kekeringan DIY 2026 disebut mirip kondisi 2023. BPBD mencatat 5,047 juta liter air telah disalurkan ke empat kabupaten.
DPUPKP Kota Jogja memperbaiki trotoar secara bertahap dan memastikan guiding block dipasang di lokasi yang memungkinkan bagi pejalan kaki.
RUU Perampasan Aset ditargetkan disahkan paling lambat 15 Desember 2026. Simak progres dan tahapan pembahasannya di DPR.
BMKG memperingatkan DIY berpotensi mengalami kekeringan hingga akhir 2026 akibat El Nino sangat kuat dan curah hujan yang minim.
Sri Sultan Hamengku Buwono X mempersilakan masyarakat berdemo asal tertib dan tidak merusak. Ia juga mengingatkan soal pemberitahuan ke polisi.