Kasus Ebola Meningkat, Indonesia Perlu Perkuat Kewaspadaan
Kasus Ebola di Kongo meningkat. Dosen UMY mengingatkan Indonesia memperkuat kewaspadaan, deteksi dini, dan sistem kesehatan menghadapi ancaman penyakit menular.
Ilustrasi./Istimewa
Harianjogja.com, JOGJA -- Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY, Didik Wardaya mengklaim telah melakukan berbagai upaya bersama sekolah untuk mencegah adanya bullying atau perundungan.
Salah satunya adalah dengan memberikan pemahaman kepada seluruh sistem sekolah baik guru, siswa dan tenaga kependidikan agar selalu mengajarkan kebinnekaan untuk mencegah perundungan.
"Prinsipnya semua sekolah harus mengajarkan itu saling menghargai, memahami tanpa bully, kultur itu harus selalu ditumbuhkan agar semua nyaman," katanya, Minggu (24/7/2022).
BACA JUGA: Kekerasan Seksual Dominasi Kasus Kekerasan Anak di Jogja
Dia menambahkan jawatannya telah mendorong dan memfasilitasi terbentuknya Sekolah Ramah Anak (SRA), sekolah menyenangkan dan sekolah inklusi.
Melalui program itu harapannya dapat mencegah terjadinya perundungan. "SRA, sekolah menyenangkan dan SPPI [sekolah penyelenggara pendidikan inklusi] semua ada di DIY. Tetapi harapan kami tanpa ada label SRA dan sejenisnya itu semua sekolah harus tetap anti-bullying," katanya.
Sebelumnya, Ketua Komisi Perlindungan Anak Kota Jogja Sylvi Dewajani mengatakan kasus bullying yang terjadi di sekolah seringkali tidak terungkap dan tidak permah dilaporkan. Untuk itu, pihak sekolah diminta berkomitmen memegang teguh mencegah tindakan yang berpotensi perundungan.
"Banyak sebenarnya tetapi tidak terlapor [dilaporkan], karena yang dilaporkan biasanya yang kekerasan. Seharusnya memang semuanya terlapor," katanya Minggu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus Ebola di Kongo meningkat. Dosen UMY mengingatkan Indonesia memperkuat kewaspadaan, deteksi dini, dan sistem kesehatan menghadapi ancaman penyakit menular.
Gempa DIY membuat perjalanan kereta sempat dihentikan sementara. KAI Daop 6 memastikan seluruh operasional kereta kini kembali normal dan aman.
Jadwal KRL Solo-Jogja hari ini Minggu 28 Juni 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Alumni FHUI 1991 menggelar reuni di Bantul dengan menanam pohon bersama lansia dan ABK sebagai legacy bagi lingkungan dan masyarakat.
Polda DIY membangun sumur bor dan menyalurkan air bersih bagi sekitar 550 warga Gunungkidul dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80.
Jadwal KRL Jogja-Solo hari ini Minggu 28 Juni 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.