Penagih Utang Aniaya Warga Ponjong Gunungkidul, 3 Tersangka Ditangkap
Kasus penagihan utang di Ponjong Gunungkidul berujung penganiayaan, tiga tersangka diamankan polisi.
Foto ilustrasi./Reuters
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Jajaran Satreskrim Polres Gunungkidul menangkap AN, tersangka pelaku persekusi dan dugaan penculikan anak yang sempat viral di media sosial. Meski demikian, proses hukum masih menununggu pemeriksaan kejiwaan dari tersangka.
Kasat Reskrim Polres Gunungkidul, AKP Mahardian Dewo Negoro mengatakan, komitmen menyelesaikan kasus persekusi dan dugaan penculikan anak di Kapanewon Karangmojo pada 20 Juni lalu. Ia mengaku sudah mengamankan AN sebagai tersangka dan sekarang masih ditahan untuk proses hukum lebih lanjut. “Tersangka sudah ditahan di Mapolres Gunungkidul,” kata Mahardian kepada wartawan, Rabu (20/7/2022).
Menurut dia, masih melengkapi berkas-berkas. Selain itu, juga menunggu hasil asesmen kejiwaan dari tersangka. Tes kejiwaan dilakukan dikarernakan adanya surat dari keluarga yang menerangkan bahwa AN mengalami gangguan kejiwaan. “Ada suratnya. Untuk proses lanjutan kami menunggu hasil dari asesmen ini,” katanya.
BACA JUGA: Seksi 3 Tol Jogja-Solo, Tim Masih Tunggu IPL dari Pemda DIY
Mahardian menambahkan, hasil pemeriksaan awal, tersangka bisa dijerat pasal berlapis. Pasalnya, selain kasus penganiayaan terhadap anak, juga diduga melakukan penculikan. “Terus dikembangkan dan termasuk adanya tersangka baru dalam kasus ini,” katanya.
Penasehat hukum korban persekusi, Suraji Noto Suwarno mengepresiasi penangkapan tersangka persekusi yang menimpa anak SMP di Kapanewon Karangmojo. Menurut dia, hal ini membuktikan kepolisian serius menangani kasus sampai tuntas. “Tentunya upaya hukum harus dilanjutkan dan saya akan membantu korban untuk mendapatkan keadilan atas apa yang dialaminya,” katanya.
Disinggung mengenai kondisi kejiwaan tersangka, Suraji mengaku sudah mendengarnya. Meski demikian, hal tersebut seharusnya bukan menjadi kendala karena yang bersangkutan tetap bisa berkomunikasi dengan baik . “Malahan dia [tersangka] menjadi ketua paguyuban. Jadi, saya kira ini bisa dijadikan pertimbangan,” katanya.
Kasus ini mencuat setelah adanya dugaan perundungan dan kekerasan terhadap pelajar SMP terjadi di Kapanewon Karangmojo pada 20 Juni lalu. Peristiwa ini bermula saat korban dituduh mencuri tabung gas elpiji di sebuah warung.
Orang tua korban, Ribut Jemani mengatakan, penculikan terjadi usai kegiatan agama di masjid untuk sholawatan. Sekitar puku 01.00 WIB, anaknya dijemput temannya agar menemani membeli BBM. Pada saat mengisi, korban didatangi beberapa orang dan dibawa ke salah satu rumah di Kapanewon Ponjong.
“Dirumah itu ada tujuh orang dan meminta anak saya mengaku telah mencuri. Bahkan anak saya sempat dipukul oleh seorang yang menginterogasinya,” kata Ribut saat ditemui di rumahnya, Selasa (21/6/2022)
Dia mengaku tak terima dengan aksi kekerasan ini sehingga melaporkanya ke Polres Gunungkidul. Untuk memperkuat laporan dugaan kekerasan ini, sudah mengantongi hasil visum sebagai barang bukti. “Saya minta keadilan. Wong anak saya tidak bersalah,” tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus penagihan utang di Ponjong Gunungkidul berujung penganiayaan, tiga tersangka diamankan polisi.
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.
Aturan jeda hidrasi wajib 3 menit di Piala Dunia 2026: kontroversi antara kesehatan pemain, iklan, dan senjata taktis pelatih. Simak analisis lengkapnya
Veda Ega Pratama membidik posisi lima besar klasemen Moto3 2026 saat tampil di seri Republik Ceko di Sirkuit Brno akhir pekan ini.
Pemkot Jogja belum menambah anggaran BBM kendaraan dinas meski harga naik. Pembatasan penggunaan tetap berlaku sambil menunggu evaluasi anggaran.
Lampah Budaya Mubeng Beteng kembali digelar di Jogja untuk menyambut Tahun Baru Jawa 1 Sura 2026. Tradisi ini menjadi simbol refleksi dan pelestarian budaya.