DPRD Sleman Desak Pemkab Pastikan 4.278 ATS Kembali ke Bangku Sekolah
DPRD Sleman meminta penanganan 4.278 anak tidak sekolah dievaluasi setiap tiga bulan. Pemkab didorong memastikan ATS kembali mengakses pendidikan, bukan sekadar
Ilustrasi-Rumah tak layak huni / Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL--Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul menyampaikan bahwa ada 21.758 rumah tidak layak huni (RTLH) di Kabupaten Gunungkidul. Jumlah tersebut mengacu pada surat keputusan (SK) Bupati Gunungkidul No. 125/KPTS/2021 tentang Penetapan Lokasi Rumah Tidak Layak Huni Kabupaten Gunungkidul. Seiring dengan program stimulan yang diberikan dan bedah rumah, jumlah tersebut berkurang meski tidak signifikan.
Kepala Bidang Perumahan dan Kawasan Permukiman DPUPRKP Gunungkidul, Nurgiyanto mengatakan terdapat berbagai program yang digulirkan untuk menangani RTLH baik dari kabupaten maupun provinsi. Dengan begitu, jumlah RTLH menurun setiap tahunnya.
“Penanganan RTLH [setelah SK terbit] dilakukan sejak 2021. Sekarang masih sekitar 17.000 RTLH,” kata Nurgiyanto dihubungi, Senin (26/2/2024).
Nurgiyanto menambahkan tahun 2024 penanganan RTLH masih akan dilakukan. Dana yang dipakai berasal dari APBD Kabupaten. Dari Pagu Indikatif Wilayah Kecamatan (PIWK) ada 152 penerima dan pokok pikiran dewan (Pokir) dengan 11 penerima. Tiap penerima akan mendapat Rp20 juta sebagai stimulan.
Staf Kamituwo Kalurahan Bandung Gunungkidul, Titien Andryani mengatakan ada dua RTLH yang akan mendapat stimulan penanganan rumah. Dana yang dipakai berasal dari dana desa (DD). Selain itu ada juga dari APBD Kabupaten dua rumah.
BACA JUGA: Duh! Belasan Ribu Rumah di Gunungkidul Berstatus Tak Layak Huni
“Tahun ini rencananya ada empat RTLH. Dua rumah ada di Padukuhan Nogosari III, satu rumah di Sayangan, dan satu lagi di Nogosari II,” kata Titien.
Titien menjelaskan dana desa yang digunakan hanya Rp10 juta untuk masing-masing rumah. Tahun 2023, penanganan juga telah dilakukan untuk empat RTLH. Kebanyakan memang stimulan. Khusus untuk bedah rumah hanya ada satu RTLH.
Secara keseluruhan, setidaknya ada sekitar 80 rumah yang masih berstatus tidak layak huni. Menurut Tititen, masih ada warga yang tidak siap apabila mendapat dana stimulan karena dana tersebut menuntut dana tambahan.
Di Gunungkidul, RTLH terbanyak terdapat di Kalurahan Giripurwo, Kapanewon Purwosari mencapai 404 rumah mengacu pada SK Bupati Gunungkidul No. 125/KPTS/2021.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Sleman meminta penanganan 4.278 anak tidak sekolah dievaluasi setiap tiga bulan. Pemkab didorong memastikan ATS kembali mengakses pendidikan, bukan sekadar
Pemerintah mengalokasikan Rp820,9 triliun untuk pendidikan pada RAPBN 2027, termasuk PIP, KIP Kuliah, MBG, dan Sekolah Garuda.
Instagram resmi mengganti logo teks atau wordmark setelah 10 tahun. Desain baru menuai pro dan kontra karena banyak pengguna salah membaca tulisan Instagram men
Ledakan industri drama AI di China melahirkan bisnis baru berupa lisensi wajah manusia. Warga mendapat bayaran hingga Rp12 juta, namun risiko penyalahgunaan dat
AFC resmi menolak banding Persib Bandung terkait kericuhan suporter saat ACL 2. Maung Bandung tetap didenda Rp3,5 miliar dan menjalani laga tanpa penonton.
Borneo FC resmi ditunjuk AFC sebagai tuan rumah fase grup AFC Challenge League 2026/2027. Stadion Segiri Samarinda akan menjadi venue pertandingan Asia.