Visi Bupati Sleman 2025-2029 Diterjemahkan ke Program OPD
Sekda Sleman Abu Bakar memastikan visi-misi pembangunan 2025-2029 diterjemahkan menjadi program dan indikator kinerja setiap OPD.
Pertumbuhan ekonomi - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Gunungkidul mencatat inflasi di Bumi Handayani pada Februari 2024 terhadap Februari 2023 sebesar 2,69% (year-on-year/yoy). Inflasi tersebut dapat diketahui melalui perhitungan persentase perubahan indeks harga konsumen (IHK).
Kepala BPS Gunungkidul, Joko Prayitno menerangkan IHK adalah indeks yang mengukur perubahan harga eceran barang dan jasa secara umum yang diwakili sekeranjang barang dan jasa yang memiliki proporsi paling besar dan penting dalam pengeluaran rumah tangga.
“Persentase perubahannya apabila positif akan menimbulkan inflasi. Sedangkan perubahan negatifnya disebut deflasi,” kata Joko dalam konferensi pers di Kantor BPS Gunungkidul, Jumat (1/3/2024).
Penyumbang utama inflasi bulan Februari 2024 secara yoy adalah kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan andil 2,69%. Pada kelompok itu, komoditas utama penyumbang inflasi yaitu beras dengan andil 1,17%, buncis 0,24%, cabai merah 0,21%, dan bawang putih 0,13%.
Selain itu ada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya dengan andil 0,13%. Komoditas penyumbang utama inflasi pada kelompok tersebut adalah emas perhiasan.
Kemudian untuk komoditas penghambat inflasi pertama yaitu bawang merah -0,11%, bensin -0,06%, terong -0,05%.
Sementara capaian inflasi secara bulanan atau (month-to-month/mtm) pada Februari 2024 terhadap Januari 2024 sebesar 0,43%. Joko menjelaskan penyumbang utama inflasi mtm adalah kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan andil 0,40%. Komoditas penyumbang utama inflasi antara lain beras dengan andil 0,24% dan cabai merah 0,07%.
BACA JUGA: Rekapitulasi Suara Rampung, KPU Jogja Lanjut Susun SK Penetapan Jumlah Kursi Legislatif
“Sedangkan komoditas yang menghambat inflasi pertama bawang merah dengan andil -0,04 persen,” katanya.
Lebih jauh, Joko mengatakan BPS Gunungkidul juga membandingkan angka inflasi di daerah sekitar seperti Wonogiri, Kota Surakarta, dan Kota Jogja. “Paling rendah Kota Jogja, lalu Gunungkidul, Kota Surakarta, dan disusul Wonogiri,” ucapnya.
Disinggung perihal inflasi menjelang ramadhan, kata Joko kecederungan belanja masyarakat meningkat. Harga komoditas seperti bahan pokok lantas naik. Menurut Joko, komoditas yang perlu diantisipasi adalah cabai rawit. Meski sempat turun, harga cabai rawit mulai terjadi pergerakan lagi.
“Itu juga tergantung dari Pemerintah. Misal kalau komoditas sudah tersedia di lapangan bisa juga dikendalikan. Tapi tren musiman [ramadhan] naik,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sekda Sleman Abu Bakar memastikan visi-misi pembangunan 2025-2029 diterjemahkan menjadi program dan indikator kinerja setiap OPD.
Tiongkok menjadi negara dengan gelar juara umum Asian Games terbanyak. Simak daftar gelar Tiongkok, Jepang, dan posisi terbaik Indonesia.
Peneliti UPN Veteran Yogyakarta mengembangkan model branding kopi berbasis kearifan lokal untuk memperkuat daya saing kopi Indonesia di pasar global.
Cara mematikan download otomatis WhatsApp di Android dan iPhone agar foto, video, audio, serta dokumen tidak memenuhi memori HP
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) melalui inisiatif keberlanjutan GoZero% kembali menghadirkan aksi lingkungan bersama masyarakat melalui GoZero%
Timnas voli putra Indonesia hadapi Iran di laga penentu Pool B Asian Games 2026, Selasa 29 September pukul 14.00 WIB. Cek jadwal dan peluangnya.