Pemkab Bantul Desak BGN Tutup SPPG Patalan 2, Dua Kali Picu Keracunan MBG
Sebanyak 50 murid dan tiga guru SDN 1 Sumberagung diduga keracunan MBG. SPPG Patalan 2 diminta dievaluasi total.
Pembeli memilih cabai rawit merah di Pasar Beringharjo, Jogja, Sabtu (4/11/2023). – Harian Jogja/Alfi Annisa Karin\r\n\r\n
Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY meminta kepada pedagang sembako di wilayahnya agar tidak aji mumpung menjelang masuknya bulan Ramadan. Situasi yang demikian disinyalir akan dimanfaatkan pedagang untuk menaikkan harga jual sejumlah komoditas.
Kepala Disperindag DIY Syam Arjayanti mengatakan, kenaikan harga pada sejumlah komoditas bahan pokok menjelang Ramadan biasanya wajar terjadi. Hal ini dikarenakan banyaknya permintaan sementara stok tetap sehingga memunculkan kenaikan harga. Hanya saja situasi itu hendaknya disikapi dengan bijak oleh pedagang.
BACA JUGA : Harga Roti Pita Ramadan Melonjak 80 Persen, Picu Kemarahan Publik Turki
"Gimana ya itu kan memang biasanya naik. Makanya kita mau pedagang ga aji mumpung menaikkan harga dengan semena-mena," ujarnya, Sabtu (2/3/2024).
Menurutnya, pedagang acap kali semena-mena menaikkan harga barang lantaran Ramadan jatuh hanya setahun sekali. Untuk itu pihaknya meminta agar ada solusi yang sama-sama menguntungkan antara penjual dan pembeli jika memang terdapat kenaikan harga pada bahan pokok di pasaran.
'Naik ya gapapa kalau memang naik, tapi jangan terlalu aji mumpung. Kita juga konsumsi jangan berlebihan, mentang-mentang puasa jadi berlebihan," jelasnya.
Syam menerangkan menjelang Ramadan pihaknya mewaspadai kenaikan harga pada komoditas telur, tepung dan juga buah-buahan. Komoditas itu menurutnya akan banyak diincar para pelaku UMKM untuk persiapan pembuatan oleh-oleh dan parsel di masa Lebaran nanti.
"Daging ayam juga biasanya naik, tapi kalau daging sapi sudah stuck tinggi sehingga memang wajar," ungkapnya.
BACA JUGA : Jelang Ramadan Harga Sejumlah Bahan Pokok Naik di Pasaran, Omzet Pedagang pun Turun 50%
Disperindag DIY bersama Satgas Pangan setempat, kata dia akan berkeliling ke sejumlah pasar di kabupaten kota di wilayah setempat untuk memastikan ketersediaan stok dan juga harga komoditas bahan pokok tetap terkendali selama Ramadan nanti. Jika ada kenaikan harga yang signifikan akan diintevensi dengan operasi pasar dan gelontoran stok baru.
"Stok aman jelang puasa kita kan keliling terus bersama satgas untuk melihat harga dan kondisi lain," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 50 murid dan tiga guru SDN 1 Sumberagung diduga keracunan MBG. SPPG Patalan 2 diminta dievaluasi total.
Rudal Iran disebut makin canggih dengan teknologi pencari target. Kemampuan ini meningkatkan ancaman terhadap kapal perang AS di Selat Hormuz.
Kampanye calon lurah di Gunungkidul dijadwalkan berlangsung 20-22 September 2026. Pilur akan digelar pada 26 September 2026.
Kejagung mengusut dugaan korupsi lahan Inhutani V oleh PT PSMI. Rp1 triliun disita, 47 saksi diperiksa, tetapi belum ada tersangka.
Basarnas memperluas pencarian lima jurnalis hilang di perairan Selat Sunda ke empat sektor dengan mengerahkan 13 kapal pada hari keempat.
Xiaomi memastikan Redmi Note 17 Series masuk Indonesia pada 16 September 2026, dengan varian Pro Max membawa baterai 10.000 mAh.