Sidang Isbat 1 Zulhijah 1447 H Digelar Hari Ini, Ini Jadwal Lengkapnya
Sidang Isbat 1 Zulhijah 1447 H digelar hari ini oleh Kemenag. Cek jadwal lengkap dan link live streaming penetapannya.
Tangkapan layar CCTV BPPTKG saat merekam terjadinya awan panas guguran di Gunung Merapi, Senin (4/3/2024). Ist/bpptkg
Harianjogja.com, JOGJA—Gunung Merapi di wilayah DIY dan Jawa Tengah kembali mengeluarkan awan panas guguran pada Senin (4/2/2024). Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta mencatat jumlah awan panas guguran terjadi sebanyak tujuh kali dalam kurun waktu 30 menit.
Kepala BPPTKG Yogyakarta Agus Budi Santoso membenarkan terjadinya awan panas guguran di Gunung Merapi ini. Dia merinci, awan panas guguran pertama terjadi pada pukul 16.03 WIB dengan jarak luncur 2.600 meter atau 2,6 kilometer. Sedangkan awan panas guguran kedua terjadi pada pukul 16.18 WIB dengan jarak luncur maksimal 2.300 meter atau 2,3 kilometer.
BACA JUGA: Aktivitas Merapi Terpantau Tinggi dalam Sepekan, Ada 139 Guguran Lava
Adapun awan panas guguran ketiga terjadi pada pukul 16:22 WIB dengan Amplitudo max 47 mm. Durasinya 119.24 detik, estimasi jarak luncur maksimal 1.200 meter ke Barat Daya, arah angin ke Timur. Selanjutnya, pada pukul 16:24 WIB juga terjadi awan panas guguran dengan Amplitudo max 48 mm. Durasinya 159.16 detik, estimasi jarak luncur 1600 meter ke Barat Daya, arah angin ke Timur.
"Pada pukul 16:27 WIB kembali terjadi awan panas guguran dengan Amplitudo max 40 mm. Durasinya selama 115.44 detik, estimasi jarak luncur 1.200 meter ke Barat Daya, arah angin ke Timur," terang Agus dalam keterangan tertulisnya.
BPPTKG kembali mencatat awan panas guguran pada pukul 16:29 WIB, dengan Amplitudo max 41 mm. Durasinya selama 124.08 detik, estimasi jarak luncur 1.400 meter ke Barat Daya, arah angin ke Timur. Kemudian, pada pukul 16:32 WIB dengan Amplitudo max 41 mm. Durasi 232.48 detik, estimasi jarak luncur maksimal 2300 meter ke Barat Daya, arah angin ke Timur.
Agus mengingatkan potensi bahaya lahar di sungai-sungai yang berhulu di Gunung Merapi. Termasuk ancaman awan panas guguran di daerah potensi bahaya. Masyarakat juga diimbau untuk menjauhi daerah bahaya yang direkomendasikan.
Potensi bahaya Gunung Merapi saat ini berupa guguran lava dan awan panas. Berdasarkan rekomendasi BPPTKG pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng jarak aman sejauh maksimal 7 km.
Pada sektor tenggara jarak aman meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
"Visual Gunung Merapi berkabut. Masyarakat diimbau untuk menjauhi daerah bahaya yang direkomendasikan," kata Agus.
Hal senada disampaikan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman Makwan. Dia merinci awan panas guguran pertama terjadi pada Pukul 16:03 WIB, berlanjut pada pukul 16:18 WIB, 16:22 WIB, 16:24 WIB, 16:27 WIB, 16:29 WIB dan berakhir pada pukul 16:32 WIB. "Situasi di Sleman aman dan terkendali," kata Makwan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sidang Isbat 1 Zulhijah 1447 H digelar hari ini oleh Kemenag. Cek jadwal lengkap dan link live streaming penetapannya.
Bali United menang telak 4-1 atas Bhayangkara Presisi Lampung FC pada pekan ke-33 Super League 2025/2026 di Stadion Dipta.
Manchester United memastikan finis posisi ketiga Liga Inggris 2025/26 setelah menang dramatis 3-2 atas Nottingham Forest di Old Trafford.
Polresta Sleman menegaskan kasus viral Shinta Komala terdiri atas dua perkara berbeda, yakni dugaan penggelapan dan aduan etik polisi.
Sebanyak 59 calon haji dan pendamping di Embarkasi Solo tertunda berangkat ke Tanah Suci akibat masalah kesehatan dan masih menjalani pemulihan.
ASDP mencatat lonjakan penumpang dan kendaraan di lintas Jawa-Sumatera serta Bali selama libur panjang Kenaikan Isa Almasih 2026.