Satpol PP Jogja Sidangkan 2 Coffee Street, Denda Rp700.000
Satpol PP Kota Jogja menertibkan 91 coffee street sepanjang 2026. Dua pelaku usaha disidang tipiring karena melanggar aturan.
Salah satu pedagang menjual cabai rawit merah di Pasar Bantul. (Harian Jogja/Lugas Subarkah)
Harianjogja.com, BANTUL—Pemkab Bantul memantau ketersediaan dan pergerakan harga sembako pada beberapa pasar tradisiona; di Bantul menjelang ramadan 2024. Pantauan tersebut dilakukan untuk memastikan ketersediaan dan harga pangan di pasar terjangkau.
Wakil Bupati Bantul, Joko Purnomo menyampaikan saat ini harga sembako di beberapa pasar rakyat pantauan Kabupaten Bantul cenderung tidak mengalami kenaikan signifikan menjelang ramadan 2024. Di Pasar Imogiri misalnya, kenaikan harga terjadi pada komoditas daging ayam ras dari Rp34 ribu per kg menjadi Rp38 ribu per kg, gula pasir dari Rp16,5 ribu menjadi Rp17 ribu, dan ikan nila dari Rp35 ribu per kg menjadi Rp38 ribu per kg.
BACA JUGA : Masih Mahal, Segini Harga Beras di Pasaran Jogja
Adapun komoditas yang harganya menurun yaitu beras premium dari RP16 ribu per kg menjadi Rp15 ribu per kg, beras medium dari Rp15 ribu per kg menjadi Rp14,5 ribu per kg, cabai merah keriting dari RP71 ribu per kg menjadi Rp55 ribu per kg, dan cabai rawit merah dari Rp59 ribu menjadi Rp55 ribu.
Kemudian komoditas pangan yang harganya stabil yaitu minyak goreng Rp17,5 ribu per liter, bawang merah Rp30 ribu per kg, bawang putih Rp40 ribu per kg, dan daging sapi Rp130 ribu per kg.
“Kita melakukan monitoring ke pasar-pasar kemudian melakukan kegiatan pasar murah, ini terus kita lakukan untuk menstabilkan harga [pangan] di Kabupaten Bantul. Prinsip kita harga [pangan] harus diupayakan agar warga bisa menjangkau,” ujarnya dalam Pasar Murah yang digelar di Lapangan Karangtalun Kapanewon Imogiri, Selasa (5/3/3034).
Sekretaris DKUKMPP Bantul, Husin Bahri menambahkan pantauan harga sembako dilakukan di Pasar Niten, Pasar Bantul, Pasar Imogiri, Pasar Piyungan, dan Pasar Pijenan. Menurut Husin, pihaknya akan tetap memantau harga pangan di beberapa pasar pantauan untuk memastikan harga pangan di Bantul stabil menjelang ramadan 2024.
Husin juga memastikan ketersediaan beras di Bantul jelang ramadan masih mencukupi. “Saat ini Bantul masih memiliki cadangan pangan yang memadai, untuk beras masih sekitar 800-1.200 ton,” katanya.
BACA JUGA : Harga Beras Masih Tinggi, Operasi Pasar Bakal Menyasar Seluruh Kapanewon di Sleman
Ia bekerja sama dengan beberapa penyedia barang komoditas pangan di Bantul seperti Bulog Kanwil DIY, dan beberapa rekanan untuk memastikan ketersediaan dan harga pangan di Bantul dapat dijangkau masyarakat. Untuk stabilisasi harga pangan, Pemkab Bantul juga menggelar Pasar Murah di Kapanewon Imogiri, Dlingo dan Pajangan. Selain itu operasi pasar juga terus dilakukan di beberapa pasar rakyat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Satpol PP Kota Jogja menertibkan 91 coffee street sepanjang 2026. Dua pelaku usaha disidang tipiring karena melanggar aturan.
PBB dan IOM menyebut lebih dari 500 orang, mayoritas Rohingya, diduga tewas setelah dua kapal dilaporkan tenggelam di Myanmar.
Dewi Mlayu Deso 2026 digelar di Desa Wisata Pentingsari, Sleman, menghadirkan sport tourism, fun run, fun walk.
Pertamina Patra Niaga mengoperasikan terminal dan SPBU 24 jam serta menambah 30 mobil tangki untuk mempercepat normalisasi distribusi BBM di Sumatera Utara.
Prabowo menyebut investasi PSN LNG Abadi Masela senilai US$20,9 miliar akan memperkuat hilirisasi, industrialisasi, dan ketahanan energi Indonesia.
Polisi mengungkap motif ancaman bom di SDN Srengseng Sawah dipicu persoalan seragam sekolah. Pelaku terancam hukuman hingga penjara seumur hidup.