Pengelolaan Sampah Gunungketur Jogja Diperkuat Lewat 9 Bank Sampah
Sembilan bank sampah aktif tersebar di setiap RW Gunungketur, Pakualaman, untuk memperkuat pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
Ilustrasi truk sampah mengantre menurunkan muatan di TPST Piyungan./Harian Jogja-Gigih M. Hanafi
Harianjogja.com, BANTUL—Warga Dusun Banyakan 3, Sitimulyo, Piyungan menolak rencana pendirian fasilitas pengolahan sampah berteknologi refuse derived fuel (RDF) milik Pemkot Jogja di TPST Piyungan.
Warga mengaku tidak mengetahui mengenai rencana pembangunan pengolahan sampah RDF Kota Jogja di TPST Piyungan.
"TPST Zona Transisi A dan B setelah penuh tidak ada aktivitas untuk pembuangan dan pengolahan lagi, tetapi tidak ada sosialisasi, pemberitahuan, undangan [penutupan TPST Piyungan], tahu-tahu ada undangan yang menerangkan ada peletakan batu pertama pengolahan sampah RDF Kota Jogja," kata Kepala Dusun Banyakan 3, Lilik Purwoko saat ditemui di Dusun Banyakan 3, Kamis (7/3/2024).
Sementara itu, Lurah Sitimulyo, Juweni menilai penolakan warga tersebut dinilai wajar, lantaran masyakat di sekitar TPST Piyungan selama ini mengalami telah sekitar 30 tahun merasakan dampak penceraman lingkungan di sana.
"Sebenarnya jan-jan e wajar, karena masyakat sana sangat merasakan. Jadi alasan apapun dari Kodya [Kota Jogja] maupun provinsi [DIY], kalau akan ditaruh [sampah] di situ [TPST Piyungan] sebenarnya alasan apapun sudah tidak bisa menilai, karena terlalu jera, kan sudah 30 tahun di situ," katanya.
BACA JUGA: Cemaskan Aliran Lindi, Warga Banyakan Tolak Rencana Proyek Pengolahan Sampah Pemkot Jogja
Meski begitu, Juweni juga menegaskan bahwa Pemkot Jogja sebenarnya telah bertemu dengan warga sekitar TPST Piyungan untuk menyosialisasikan mengenai pengolahan sampah di sana sejak beberapa waktu lalu.
Dia menyampaikan masyakat sebelumnya telah diajak studi banding ke TPST Tamanmartani, Kalasan, Sleman, tetapi masyakat menolak. Kemudian, sosialisasi pengolahan sampah di TPST Piyungan telah dilakukan, tetapi warga menolak hadir.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sembilan bank sampah aktif tersebar di setiap RW Gunungketur, Pakualaman, untuk memperkuat pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
Aviary dome Gunungkidul di Giritirto baru 17%. Proyek ditargetkan rampung Desember 2026 dan seluruh kawasan diproyeksikan selesai 2029.
BMKG memprakirakan cuaca berawan hingga hujan ringan di sejumlah wilayah Indonesia serta mengingatkan potensi awan cumulonimbus.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Senin 21 September 2026 tersedia 10 perjalanan dari Stasiun Tugu dan Kutoarjo.
Jadwal KSPN Jogja ke Gunungkidul 21 September 2026, lengkap rute, tarif Rp12.000–Rp26.000, serta jam keberangkatan.
Gibran menyoroti pernyataan oknum SPPG yang diduga mengejek korban MBG dan mengajak publik menjaga ruang aman bagi anak.